Rahasia Cincin Emas di Jari Manis Suamiku
Fatma tiba-tiba membuka mata, napasnya tersengal-sengal.
"Tidak, aku tidak boleh mengampuni mereka." Fatma berbisik pelan, ia meremas buku itu dengan kuat. "Lihat saja Mas, kau akan terkejut dengan keputusanku esok hari."
**
"Selamat pagi Fatma, bagaimana? Betah nggak tinggal di sini?" Arif menyapa Fatma yang kebetulan tengah menyapu ruang kamarnya.
"Selamat pagi Mas Arif, iya Mas aku betah kok." Fatma mengangguk, tersenyum manis sebagai tanda keramah-tamahannya. "Ehm, Mas mau kerja ya kok rapi banget?"