Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Penyesalan

Penyesalan

"Tidak ada tapi-tapian. Kalian nurut aja." Ini yang Alisya tidak suka dari orang tua ayah mereka. Beliau berdua terlalu mengekang kebebasan anak-anak dan cucu-cucunya. Dan saat ini tidak ada yang bisa Alisya lakukan selain menurut. Sedangkan Aura terlihat tidak keberatan sama sekali.
105.2K viewsOngoingAdded to Library 141 Times as unapologetically
Read
+Library
Enggan Punya Anak

Enggan Punya Anak

Suasana menjadi sangat heboh. Aku tak peduli lagi soal kesopanan atau apa pun itu. Mereka semua bahkan seenaknya mengomentariku tanpa peduli aku bisa mendengar omongan mereka. Mereka yang tidak sopan padaku lebih dulu. “LEPAS! AKU LAPORIN KAMU KE POLISI!”
102.3K viewsCompletedAdded to Library 59 Times as unapologetically
Read
+Library
Aku Tidak Ingin Apapun, Hanya Mama

Aku Tidak Ingin Apapun, Hanya Mama

Matanya terangkat menatapku. “Kalau itu cinta, setidaknya pengkhianatan itu akan punya satu nama. Tapi, itu adalah rasa pengecut. Rasa bersalah. Kesombongan. Kewajiban. Kau memilih perlindungan Viona, kebahagiaannya Sofi, permintaan terakhir Mario dan hati nuranimu sendiri. Setiap kali dihadapkan dua pilihan antara aku dan hal lain, kau akan memilih hal yang lain.” Wajahnya berubah, bukan karena kata-kata itu baru baginya, tetapi karena dia akhirnya kehabisan cara untuk membantah.
11.5K viewsCompletedAdded to Library 253 Times as unapologetically
Read
+Library
Aku Tak Punya Siapapun Lagi

Aku Tak Punya Siapapun Lagi

Ternyata di mata mereka, aku hanyalah mesin ATM yang masih bisa bergerak. Bahkan ketika aku hampir meninggal, aku masih harus mengatur dengan baik untuk “adik angkatku”. Sudahlah. Dalam hidup ini, aku berusaha sebaik mungkin untuk menyenangkan semua orang, tetapi pada akhirnya aku tidak meninggalkan apa pun. Akhirnya, aku bisa merelakannya. Hatiku sangat sakit. Aku terlalu lelah dan benar-benar tidak ingin bertahan lebih lama lagi...
11.4K viewsCompletedAdded to Library 273 Times as unapologetically
Read
+Library
UNFINISHED PAST

UNFINISHED PAST

Arsen mengalihkan pandangan, sejujurnya ia tak suka dibantah. "Karna aku, tidak punya pilihan lain. Aku yakin apa yang dipilihkan ayah, adalah yang terbaik untukku." "Kenapa kau mau menerimaku dengan segala kekuranganku?" "Mas Arsen punya banyak kelebihan yang menutupi kekurangan. Sehingga apa yang menurut Mas Arsen adalah kekurangan, sama sekali tidak terlihat." Arsen mengangkat satu sudut bibirnya, "Itu hanya pendapatmu. Dan aku tidak tau kau berkata jujur atau tidak. Tapi setidaknya aku harus mempercayainya, kan?"
104.1K viewsOngoingAdded to Library 151 Times as unapologetically
Read
+Library
UNSTOPPABLE: KETIKA BENCI MENJADI CINTA

UNSTOPPABLE: KETIKA BENCI MENJADI CINTA

Lino menaikkan sebelah alisnya. "Ish, Lino Altezza Saputra, jorok amat sih pemikiran lo! Kita udah sama-sama gedhe ya, jangan bahas kayak begitu seolah-olah kita masih sama-sama kecil!" sentak Amel. "Ya kalau lo emang udah gedhe, harusnya lo paham, kalau mandi malem-malem itu bisa merusak kesehatan elo! Dah, sana, mandi! Lagian lo juga lagi ngerjain hal yang un-faedah banget!" sarkas Lino.
103.5K viewsOngoingAdded to Library 80 Times as unapologetically
Read
+Library
Unhappy Marriage

Unhappy Marriage

Dan kenyataan bahwa ia gay, adalah takdir yang banyak juga dialami oleh manusia di luar sana. "Tuhan tidak adil padaku, Silvya! Tidakkah kamu mengerti? Tidak ada yang bisa kamu lakukan untuk mengubah takdir seseorang! Aku, Jim! Sudah terlahir seperti ini!! Dan akan terus seperti ini!" Jim bergumam dengan frustrasi.
1017.4K viewsCompletedAdded to Library 347 Times as unapologetically
Read
+Library
Unexpected Married

Unexpected Married

Kata Satpam dengan suara tegas. Memang ini adalah kelalaian Aca yang lupa membawa ponsel, dia tidak tahu jika harus menunjukkan bukti untuk masuk ke perusahaan. “Pak, kasih saya kesempatan sekali saja, saya benar-benar lupa bawa ponsel.” Kata Aca. “Mohon maaf, ini sudah kebijakan perusahaan, sekali tidak bisa, tetap tidak bisa.” Kata Pak Satpam. Rasanya Aca ingin menangis, wanita itu benar-benar merutuki dirinya yang bodoh itu.
10969 viewsOngoingAdded to Library 27 Times as unapologetically
Read
+Library
Unspeakable Time

Unspeakable Time

“Idiot,” umpat Serish, melanggar etika yang selalu dijunjungnya sebagai putri seoarang duke. Dia merasa terlalu kesal dan marah kepada dirinya sendiri, hingga mulai memukuli kepala dan menjambaki rambutnya. Andai saja melakukan ini bisa mengubah masa lalu dan menghentikan dirinya berbuat bodoh, Serish tidak peduli kalau IQ-nya akan berkurang asalkan dia terbebas dari situasinya sekarang.
102.2K viewsOngoingAdded to Library 85 Times as unapologetically
Read
+Library
UNHAPPY MARRIAGE

UNHAPPY MARRIAGE

"Kau sepertinya ingin mengatakan sebuah hal, katakan saja, lepaskan semua beban dan segala unek-unek dalam pikiran bahkan hatimu itu ndok. " Mbok Ijah mencoba meyakinkan gadis malang itu yang sebenarnya memang memasang wajah ikhlas dan tabah untuk menghadapinya, menghadapi sebuah permasalahan yang berat bagi seorang perempuan yang memang tidak mudah.
103.5K viewsOngoingAdded to Library 84 Times as unapologetically
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status