Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
ONLY YOU

ONLY YOU

Ia marah dan tanpa sadar mendorong Meng Qi ke arah bus yang sedang melaju cepat. Brugg!! Dalam sekejap Bus tersebut menghantam Meng Qi dengan keras. "Tidak!" Wei terbangun memegang bagian dadanya yang terasa sesak. "Lagi-lagi Zhang Meng Qi, kenapa? Kenapa selalu dia." ***
92.2K viewsOngoingAdded to Library 48 Times as unapologetically
Read
+Library
The (Un)Completed

The (Un)Completed

“Dhe..” “Setop, Len. Berhenti,” aku menarik napas panjang. Membutuhkan tekad yang kuat untuk mengucapkan ini, “Berhenti merasa bersalah dan berusaha menebusnya dengan menjodohkanku. Aku nggak pernah nyalahin kamu. Itu bukan salah kamu, Len. Please, biarin aku sendiri.” “Ayolah, Dhe..”
65.3K viewsOn holdAdded to Library 174 Times as unapologetically
Read
+Library
Unconditional Love

Unconditional Love

Jangan salahkan Nico jika ia membuka tabir hitam masa kelamnya yang selama ini ia coba kubur dalam-dalam. Tak butuh waktu lama untuk sampai ke tempat yang dituju. Disana sudah ada beberapa anak buah kepercayaannya dengan seorang pria yang bersimpuh penuh dengan cucuran darah segar dari wajah dan mulutnya. “A—a—aku minta maaf, Nico.” Arif berlutut memohon ampun pada Nico. “Kau adalah manusia yang tidak tahu balas budi, Alex,” Ucap Nico. “Apakah kau mengira selama ini aku tidak mengetahui perbuatan mu pada perusahaan dan padaku?!”
103.5K viewsOngoingAdded to Library 97 Times as unapologetically
Read
+Library
YOU AND US

YOU AND US

Kepala Delna rasanya benar benar mau pecah saat ini, kejadian saat ia sedang PKL terus terputar, seakan kepalanya tidak mau berhenti memutar kejadian mengerikan itu, rasa bersalah terus menghantui hati Delna. "Maaf, sungguh, maafkan aku," lirih Delna dengan mata berkaca kaca, sepertinya air mata Delna telah habis karna seharian ini ia telah menangis. "Maaf, maaf." Hanya kata itu saja yang terus terlintas dikepala Delna. Ingin sekali Delna menemui Dion dan Ian secara personal. Bahkan Delna rela mengatakan hal yang sama berulang ulang agar rasa bersalah ini hilang.
104.0K viewsCompletedAdded to Library 145 Times as unapologetically
Read
+Library
Gagal Move-on

Gagal Move-on

Tulisan tangan yang tak begitu rapi, tapi tanpa coretan sama sekali, itu menunjukkan bahwa tulisan tersebut adalah ungkapan hati terdalamnya. Di kertas itu, Leo mengakui segala perasaan yang ia pendam selama ini. Leo menuliskan bahwa dirinya tidak pernah bisa menyukai Venus. Dia tidak bisa memberikan hatinya kepada Venus atau wanita manapun. Rasa cintanya telah terpatri pada seseorang yang sudah ia tinggalkan. Dan orang itu adalah aku. Leo menuliskan namaku dengan jelas di kertas itu.
101.7K viewsOngoingAdded to Library 51 Times as unapologetically
Read
+Library
Try Not To Love

Try Not To Love

Ah ternyata negatif thinking itu sudah mendarah daging dengan jiwa dan batin - Alea Zahira ____________________ "Iiichi inch, aku padamu. Kami setiaaa, terus mendukungmuu" "Iiichi inch, aku padamu. Kami setiaaa, terus mendukungmuu"
103.3K viewsOngoingAdded to Library 114 Times as unapologetically
Read
+Library
Just alone

Just alone

kata Amel gugup "Aku tidak butuh uang mu," "Lalu apa yang kau mau?" "Yang aku mau kau harus menuruti semua kata-kata ku," "A-apa maksud mu?" "Mudah saja, setiap aku membutuhkan mu, kau harus segera datang, bagaimana setuju?" "Aku tidak mau! sebutkan saja berapa yang harus aku ganti?" "Jika kau tidak menuruti semua kata ku, vidio kamu saat memukul ku akan menjadi bukti untuk melapokan mu ke polisi dan memasukkan mu ke dalam penjara,"
102.6K viewsOngoingAdded to Library 91 Times as unapologetically
Read
+Library
UNTAMED (Tak Tertaklukkan)

UNTAMED (Tak Tertaklukkan)

Namun Tia menolak "Ngapain lo sok peduli sama gue? Biasanya lo berusaha banget gimana caranya membuat gue sengsara?" sindir Tia tajam. "Saya minta maaf, ya. Saya sudah banyak salah padamu." Riffat mengatakannya dengan tulus. "Kalau maaf memang berguna—" "Saya tahu maaf saya mungkin tidak akan mengubah apa pun," potong Riffat sungguh-sungguh.
107.8K viewsOngoingAdded to Library 271 Times as unapologetically
Read
+Library
Unknown

Unknown

“Dit.. ini alasan kenapa gue gak pernah mau ikut acara nongkrong UKM, lu taukan temen lu ini bukan orang yang disegani, orang yang terus digunjing mah iya” “Gue gak tau” “Lu gak akan pernah tau emang rasanya jadi gue” “Anjir bukan itu maksud gue woy! Gue gak tau kalo Bang Rio ikut dateng juga nyet” “Ini terkahir gue ikut acara kek gini” “Iye jamban udah yok balik diarang udah pada balik juga kok”
2.2K viewsOngoingAdded to Library 70 Times as unapologetically
Read
+Library
NEVER ENOUGH

NEVER ENOUGH

"Aku sudah tahu akhirnya jadi begini dan maaf.. Kita tidak bisa balikan. Aku terlalu sibuk dengan diriku sendiri dan tidak ada waktu memperhatikan orang sepertimu, bukankah aku egois?" Lisa menangis akhirnya namun buru-buru menghapus jejak air matanya, dirinya berdalih tak boleh lemah di hadapan Devan faktanya sekarang? Ia menyesal menyebut Devan adalah orang yang sangat egois. "Aku benar-benar minta maaf van" "Aku belum bilang pada mama papa kalau kita putus. Mereka selalu menanyakanmu, aku sangat menyesalkan hal ini"
103.9K viewsOngoingAdded to Library 77 Times as unapologetically
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status