Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Pasumpahan Tubo

Pasumpahan Tubo

[1] Kita lihat pula bentuknya seperti apa [2] Tuan jaga jualan ini [3] Kuali / wajan penggorengan [4] Sudah ingat, Tuan? [5] Ibuku … ibuku [6] Sejenis hewan sejenis kaki seribu. Jadi dulunya tubo itu digambarkan seperti Kalimaia
103.9K viewsOngoingAdded to Library 115 Times as uncang-uncang kaki
Read
+Library
GARA GARA G-STRING

GARA GARA G-STRING

(Angel = sulit) "Loh, angel gimana? Ini kebenaran yang harus dnikmati, Bro. Di rumah nasi goreng spesial, di timur mie goreng, di selatan sayur asem, di barat ayam bhakar. Ngunu lho perumpamaannya." (Ngunu = gitu, angel = sulit) "Wes ... wes! Tambah munyeng aku. Pikiranmu wes rusak. Makanya kawin sana!"
1030.9K viewsOn holdAdded to Library 1.2K Times as uncang-uncang kaki
Read
+Library
From Your Eyes Only

From Your Eyes Only

kata Ario sambil menggeleng-gelengkan kepalanya “ Kalau aku malah kebalikan denganmu. Betapa enaknya nasi goreng abang-abang itu, aku nggak akan berani makan. Pasti sangat jorok. Mereka nggak ada tempat cuci tangan. Terus aku lihat kalau makanan di kaki lima itu, si abang-abangnya menyiapkan makanan sambil merokok. Ih..! sungguh tak higienis “ giliran aku yang menggeleng-gelengkan kepalaku.
106.7K viewsCompletedAdded to Library 154 Times as uncang-uncang kaki
Show Reviews (34)
Read
+Library
Kania Putri
kenapa sih harus kertas kepala kamu mam yakin dengan ini julio bahagia ya sih kamu khawatir kalo julio gak bisa hidup susah, denger mam kalo bukan karena kebaikan hati laras & bayu anakmu masih buta. jangan berpikir harta & kasta bisa menyelesaikan segalanya kamu perlu banyak belajar lagi arti hidup
sira_siti rahma
selalu di buat jatuh hati sama tulisan cinet, ceritanya selalu menyentuh dan selalu bikin penasaran sama kelanjutan ceritanya.sukses selalu buat cinet sukses buat karya karyanya .di tunggu kelanjutan ceritanya duh penasaran bgt sama kisah ini d awal awal aja aku udah d bikin nangis. I love you......️...️
Read All Reviews
Menantu sang Jendral Besar

Menantu sang Jendral Besar

Tap… tap… tap… “Aaaa… aaaa… aaa…. aduh…!!” Terdengar suara jeritan susul menyusul, setelah Darko menjentikkan jari tangannya dan melesatkan puluhan biji kacang tanah di genggamannya. Dengan sangat akurat biji kacang goreng yang di jentikkan Darko, tepat mengenai tempurung kaki Danang dan teman-temannya dengan tepat. Sehingga terdengar jerit kesakitan Danang dan yang lainnya disusul dengan jatuhnya tubuh mereka satu persatu di atas lantai marmer.
9.6171.4K viewsCompletedAdded to Library 6.7K Times as uncang-uncang kaki
Show Reviews (26)
Read
+Library
MN Rohmadi
Penulis mengucapkan terimakasih atas partisipasi dan dukungan pembaca setia MENANTU SANG JENDRAL BESAR yang masih setia mengikuti perjalanan Darko. Penulis juga mengucapkan terimakasih kepada semua pembaca setia yang sudah memberikan Gem maupun Vote untuk Novel ini..........
Yeni Inka
Ini baru cerita tentang Jendral besar dan panglima perang yang lain daripada yang lain. Ceritanya sangat real dan epik, Darko meski kuat tapi ada masa lengahnya tapi tidak lama malah membuat ceritanya semakin asik dibaca.
Read All Reviews
TERPASUNG CINTA PALSU

TERPASUNG CINTA PALSU

“Mama cekernya?” “Ceker? Apa itu ceker?” tanya Merri bingung. “Kaki ayam.” “Kaki ayam?Kamu makan kaki ayam?Horor banget!” “Justru di situ letak enak dan nikmatnya!” Sejak itu meskipun geli. Merri berusaha membersihkan dan memegang kaki-kaki ayam yang dalam bayangan Merri seperti tangan bayi, akhirnya Merri bisa masak dan menyajikan soto ceker ayam , makanan kesukaan Dante setiap nginap di apartemen Dante di Semarang.
1.7K viewsCompletedAdded to Library 53 Times as uncang-uncang kaki
Read
+Library
Menikahi Mayat Palsu CEO

Menikahi Mayat Palsu CEO

Kanya berkacak pinggang dan merasa rambut di kepalanya mulai mendidih bahkan bisa digunakan untuk merebus daun ubi. "Zacky seperti bekicot, sementara kamu seperti cicak. Menempel terus di mana pun kami pergi," ujar Kanya sambil mendorong kembali tubuh Tom agar tidak menghalangi jalan masuk mereka. "Pergi! Pergi!"
1037.9K viewsCompletedAdded to Library 1.2K Times as uncang-uncang kaki
Read
+Library
Sang Pemuas Hasrat Wanita Kesepian

Sang Pemuas Hasrat Wanita Kesepian

Dan itu adalah sebuah hal yang ternyata cukup sulit, kedua kakinya terasa seperti agar-agar dan rasa sakit yang menjalar dari pantatnya yang kosong terasa begitu membakar ketika dia berdiri. Angga memperhatikan Kia yang penuh lumpur itu berdiri tertatih-tahih keluar dari lubang, dan tak lama kemudian berbaring di rumput tepi kolam. Kia yang merasa bahwa dirinya masih terbakar oleh nafsu, membentangkan kedua kakinya lebar-lebar seraya membuka bibir vaginanya yang terlumuri oleh lumpur. “Puaskan aku lagi, Angga. Isi vaginaku dengan penismu lagi!”
1053.0K viewsCompletedAdded to Library 1.6K Times as uncang-uncang kaki
Read
+Library
Pemagut Lara

Pemagut Lara

Selain sitem khusus di markas utama bernama Jelita, sistem di depannya dinamai Anggun. "Anggun!" "Bos! Itu menyebalkan, kamu telah mendisfungsikan kakimu lebih dari lima jam. Jika kamu terus seperti itu, maka kaki seximu benar-benar tidak berfungsi!" terangnya kesal. Dia mendekat dan memberikan banyak informasi tentang kaki, otot kaki, tulang kaki dan lain sebagainya. Meski pintar, Cakra malas membacanya.
102.5K viewsOngoingAdded to Library 65 Times as uncang-uncang kaki
Read
+Library
Please, Uncle Jangan Nakal!

Please, Uncle Jangan Nakal!

“Aku akan makan nanti di dapur, Uncle. Aku ingin bertanya, apa saja masakan kesukaanmu? Dan apa yang harus kusiapkan untuk makan malam nanti? Aku perlu daftar belanja agar tidak melakukan kesalahan.” Damian menyesap kopinya sejenak, dan membiarkan uap panas menerpa wajahnya yang tajam. “Aku tidak terlalu pemilih soal makanan, asalkan segar. Tapi ada satu aturan mutlak: jangan pernah membawa makanan laut ke dalam rumah ini. Aku alergi terhadap semua jenis kerang, udang, dan kepiting. Hanya ikan yang bisa kutoleransi.”
102.1K viewsOngoingAdded to Library 45 Times as uncang-uncang kaki
Read
+Library
Tetanggaku Rajin (Minta)

Tetanggaku Rajin (Minta)

Kang sayur masih sabar juga rupanya. "Nih! Daging sekilo, kangkung seikat, cabe setengah, bawang merah setengah, gabungin sama sisa utang aja!" ketus Mbak Kiki. Terlihat si Akang memasukkan belanjaan ke dalam kantong besar, tiba-tiba si Akang berkata, "Sukiyem, itu apa di kaki kamu? Uang siapa itu jatuh?"
108.3K viewsCompletedAdded to Library 165 Times as uncang-uncang kaki
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status