BALADA SANG MANDARA
Dia berbalik dan hendak pergi dari sana.
Ayahnya cepat menegur. "Pangeran, kau harus melanjutkan ritualmu."
"Ayahanda, lewat acara ini semua orang sudah tahu bahwa aku bertunangan dengan Nilam Rencana. Kurasa sudah jelas. " Pangeran Nava Satra membungkuk memberi penghormatan dan undur diri dari sana, membuat semua orang bertanya-tanya seberapa pengaruhnya ucapan Pangeran Gag sampai Pangeran Sofraz kehilangan minatnya untuk melanjutkan acara sakral itu. Panitiro cepat mengambil alih. "Seperti yang dikatakan Pangeran, mereka sudah resmi bertunangan, mari berikan ucapan selamat."
Bab Populer