Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
INGIN TERLIHAT KAYA, AGAR BISA MENGHINA IPAR

INGIN TERLIHAT KAYA, AGAR BISA MENGHINA IPAR

ucap Adista, kemudian meletakan uang tiga ratus ribu diatas tikar. Astaghfirullah ... Adista memang baik. Mungkin selain Adista, mau tak mau kami harus angkat kaki dari sekarang dan uang tak akan dikembalikan. Tapi, kami masih diberi kesempatan sampai besok dan uang di kembalikan. "Tante! Zaki ikut!" teriak Zaki mengikuti langkah Adista. "Anak ganteng! Maafkan Tante, ya!" balas Adista singkat. Kemudian berlalu tanpa banyak kata. Zaki terus mengikuti.
1026.0K viewsOngoingAdded to Library 1.0K Times as ustadzah bercadar
Read
+Library
MADU CAP HALAL

MADU CAP HALAL

ucap Marni lirih dan terbata. Sesak sekali rasanya ternyata, mengikhlaskan apa yang telah kita miliki untuk orang lain dan bahkan kita tidak mengenal baik, wlaaupun sebagian milik kita itu tidak hilang. Ini tidak mudah dan ini benar -benar di luar nalar. Kalau bukan masalah hutang piutang dan amanat dari Bapak mungkin juga Marni tidak akan selegowo ini. "Aku mandikan ya? Biar kita datang ke acara pernikahan bersama," ucapku dengan nada memohon.
1.2K viewsOngoingAdded to Library 24 Times as ustadzah bercadar
Read
+Library
Bisikan Tengah Malam

Bisikan Tengah Malam

Sementara saudara kembarnya Kaditah, diperistri keturunan bangsawan asal Jawa yang membawanya hidup berkecukupan di rumah besarnya di Kawasan Hitam. Kaditah hidup bak Nyonya Besar di sana. Tugasnya hanya mengurus anak tirinya yang tampan. Merasa diangkat derajatnya sebagai istri bangsawan, Kaditah mulai berlagak pula. Dia bahkan tak sudi namanya ditambah huruf 'h' pada bagian belakang. Dia lebih suka menyebut dirinya Kadita saja, agar terasa lebih berkelas layaknya kaum bangsawan, dan tidak kampungan.
3.3K viewsCompletedAdded to Library 82 Times as ustadzah bercadar
Read
+Library
Terjerat Pesona Mama Temanku

Terjerat Pesona Mama Temanku

sahut Adit melucu. “Aku serius, Dit!” seru Tigar dengan wajah datar. Senyuman mengambang di wajah Adit dan tawanya itu langsung menghilang. “Aku serius ... Kita lagi jadi pramusaji pestanya orang-orang tajir, Bro. Jangan sampai salah, kalau gak si Bos marah. Lihat aja ini rumah gede banget udah ke istana. Satu RT kali ini luas tanahnya. Jadi kerjanya jangan cengengesan begitu.”
9.9119.1K viewsCompletedAdded to Library 2.6K Times as ustadzah bercadar
Show Reviews (21)
Read
+Library
Hamfa Merman
Kisah seorang wanita muda yang pergi ke ibu kota untuk meraih mimpi malah mendapati CEO luar biasa aneh yang tinggal tepat di sebelah kamar apartemen miliknya. Baca hanya di novel berjudul CEO MISTERIUS DI SEBELAH KAMAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada.
pipovernandes
Adakah penyesalan membuatmu berhenti? Atau kamu percaya adanya hal yang baik setelah sesalmu? Dino sangat takut. Anak yatim piatu penghuni panti asuhan itu harus berdamai dengan kata "berpisah", semua karena adopsi. "Hidup terkadang tak sesuai keinginan kita." Dino mengingat ucapan ibu asuhnya.
Read All Reviews
MADU Titipan

MADU Titipan

Mas Rendi seakan mengingatkan kekuranganku. "Istigfar, An! Kamu ga boleh nyerah! Mungkin Allah bakal berkehendak lain kalau kamu tetep berusaha. Siapa tahu jika dengan orang baik, kamu bisa diberi keajaiban. Ya, punya anak." Mas Rendi berkata penuh dengan kepercayaan diri. "Percaya aja sama Yang di atas!" sambungnya. Kuusap wajahku dan beristigfar sesuai dengan apa yang disarankan Mas Rendi.
8.77.1K viewsOngoingAdded to Library 206 Times as ustadzah bercadar
Read
+Library
Segalanya untukmu ibu

Segalanya untukmu ibu

Tapi sayangnya, mereka hanya diam di tempat. "Bukannya apa-apa ya, Ra. Gue itu sebenernya jijik liat kado murahan kaya gini, coba lo liat temen-temen gue semuanya, ada yang ngasih kado ke gue murah? semuanya mahal-mahal!" Caca maju selangkah, ia memperhatikan Zahra dari atas sampai bawah. "Baju lo aja gak sebanding sama kita-kita!" ejeknya, lalu tertawa.
102.4K viewsOngoingAdded to Library 78 Times as ustadzah bercadar
Read
+Library
BUNGA ABADI

BUNGA ABADI

jawab Utari sesenggukan sambil memetik Bunga Azalea berwarna merah muda di sampingnya, mematah - matahkan kelopak Bunga itu hingga menjadi kecil - kecil. "Hidup itu seperti tanaman, kadang berbunga cantik lalu kemudian gugur setelah itu muncul lagi kuncup bunga baru, dia harus berusaha agar mekar dengan indah, seperti itu hidup terus berjalan!" ucap seorang laki - laki kepada Utari yang sedang menangis di halaman belakang kerajaan. Laki - laki itu adalah Raden Arya Kartanagara. Putra pertama dari Sri Maharaja Kartanagara. Putra Mahkota sekaligus calon penerus kerajaan.
107.8K viewsCompletedAdded to Library 280 Times as ustadzah bercadar
Read
+Library
ZahFad

ZahFad

Zahra pamit hendak pergi, tetapi dicegah oleh Uztadzah Khasanah. "Oh iya, lupa, ada yang mau saya sampaikan." "Apa itu, Uztadzah?" "Kamu bisa ngaji, 'kan? Kamu nanti ikut pengajian ya sehabis magrib di masjid. Nanti kamu akan ditemani sama Marisa dan kawan-kawan." "Tapi, Uztadzah ...." "Pokonya harus, titik!" "Baiklah Uztadzah." *****
1.9K viewsOngoingAdded to Library 54 Times as ustadzah bercadar
Read
+Library
Gadis Bercadar Incaran Sang Casanova

Gadis Bercadar Incaran Sang Casanova

Juan bertanya sekali lagi, ingin memastikan jawaban dari gadis bercadar itu. "Iya. Aku harus segera pulang. Kalau enggak, mungkin abi dan umi akan lebih marah besar kepadaku," keluhnya masih tetap menundukkan wajah, dan tanpa terasa bulir bening jatuh begitu saja membasahi cadarnya.
103.0K viewsCompletedAdded to Library 82 Times as ustadzah bercadar
Read
+Library
PREV
1
...
45678
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status