Gadis Incaran Duda Menawan
katanya dengan nada tinggi, seolah tidak terima dengan penjelasan itu.
Charlotte, yang sudah kehilangan kesabaran, akhirnya angkat bicara. "Nona Candy, aku tahu kamu adalah bintang. Tapi kamu datang terlambat. Jadi tolong mengerti," ucapnya dengan nada tegas.
Candy langsung berdiri, menatap Charlotte dengan tajam. Matanya menyipit, bibirnya melengkung sinis. "Siapa kamu, berani sekali bicara dengan nada seperti itu kepadaku?" katanya, mendekati Charlotte dengan penuh intimidasi. "Walau aku tidak ke sini, masih banyak tempat lain yang harus aku datangi. Bayaranku sangat tinggi. Kalian yang akan rugi kalau aku memilih mengundurkan diri."
Sikat na Kabanata