Cinta Pertama Mas Ali
"Aku akan selalu ada untukmu, Mas, jika kamu butuh bantuan. Keluargamu sudah sangat baik padaku."
Dengan rasa sakit yang luar biasa, aku langsung menyahut, " Dinda-Dinda. Belum juga selesai masa Iddahmu, kamu sudah berani sekali menggoda suami orang. Aku kira kamu sahabat terbaikku. Nyatanya yang dekat itu yang berbahaya."
Dia langsung mendelik menatapku. "Apa maksudmu, Yu?"