Sang Penakluk Dua Dunia Dengan Tiga Wanita Cantik Ku!
"Aku serius, Olivia. Energi di dalam pil ini sangat padat. Tanpa bimbinganku, pembuluh darahmu bisa pecah. Jadi, apakah kau lebih memilih mati membeku dalam tiga hari, atau membiarkan calon suamimu ini membantumu sekali lagi?"
Olivia menggigit bibir bawahnya. Ia menatap Lori yang masih terpaku menatap pil, lalu menatap Alex yang menantangnya dengan pandangan nakal itu. Di dalam hatinya, ia tahu bahwa ia tidak punya pilihan. Dan jauh di lubuk jiwanya, ada bagian kecil yang mulai merasa nyaman dengan kehadiran pria "cabul" yang luar biasa ini.
"Lori, keluar," perintah Olivia pelan. "Pastikan tidak ada yang masuk ke lantai ini. Siapa pun itu."