Simpanan Dosen Tampan
Seolah itu adalah Mozart yang menenangkan untuknya yang tengah diterpa kebimbangan.
“Tarik napas,” bisik Oliver lagi.
Olivia mencoba.
Sekali.
Dua kali.
Tangannya masih gemetar, tapi tidak separah tadi.
“Aku di sini,” lanjut Oliver. “Kamu tidak sendirian.” Kalimat itu seperti jangkar.
Perlahan, Olivia menarik diri. Matanya masih basah, tapi fokusnya mulai kembali. Ia menghapus air matanya dengan punggung tangan, lalu menoleh ke layar lagi.
Bab Populer