Cinta Pengganti
Melihatnya saja, pikiran Gilang sudah melayang ke mana-mana.
“Mau ngapain lagi, Mas?” Kiya berbalik dan segera mengikuti langkah Gilang.
“Mas Lex minta bawain baju juga.” Gilang memasuki walk in closet yang sangat lega dan didominasi oleh pakaian, juga barang-barang Elok. Sementara milik Lex, hanya terdapat pada satu sisi dinding. Itupun, masih tampak lengang. “Kamu pernah masuk ke kamarku, kan, Ki?”