Wait At 24
Ruangan yang cukup besar dilapisi wallpaper motif abstrak berwarna biru muda serta ranjang nomor satu yang diselimuti beberapa selimut tebal akan membuat semua pengunjungnya terlelap sangat cepat.
"Kang. Kok malah tiduran sih, cepat ih, nanti malu kalau telat!" Protesku ketika melihat Eris yang langsung menghempaskan tubuhnya di atas kasur setibanya di kamar.
"Santai aja, dekat ini kok, lagian hujan nih. Kamu duduk aja dulu, gak apa-apa" Aku menurutinya untuk duduk di bagian sisi ranjang, di sebelah dia yang sedang berbaring santai memainkan hp. Eris mulai memiringkan tubuhnya menghadap kearahku, dan tangannya mulai meraih tanganku.
Bab Populer