Wanita Penjaja Cinta
("Assalamu'alaikum, Bu. Maaf mau nanya, ini rumahnya kok sepi, ya? Bu Naya di mana?)
Kami sedang berada di Solo, kota yang masih memegang teguh budaya Jawa beserta toto kromonya. Sebagai pendatang Mas Rahman menghormati itu.
Wanita itu menatap kami berdua, wajahnya menyiratkan kebingungan.
"Jenengan bade nageh utang nopo?" Bukannya menjawab wanita itu justru melempar tanya.
("Anda mau nageh hutang, ya?")
Aku dan Mas Rahman saling tatap, sebelum akhirnya Mas Rahman kembali buka suara.
"Mboten, Bu. Bade tilik Reza." Wanita itu mengangguk paham.
("Tidak, Bu. Mau jenguk Reza.")
Bab Populer