Tentang Harapan
“Neng, bade kamana[6]?”
Jihan menoleh, melihat ke arah wanita paruh baya yang sedang menatap heran. “Punteun[7], Bu.” Tersenyum sopan kepada wanita tersebut yang terlupakan pemilik warung. “Mau ikut duduk Kemana-mana, wios[8], Bu?”
Wanita paruh baya tersebut duduk di samping Jihan seraya tersenyum. “Nya, wios atuh. Neng, bade kamana? Milarian saha[9]? ”
ตอนยอดนิยม