Kembalinya Sang Dewa Pedang
Di kejauhan, suara burung nasar melengking tajam, seperti peniup sangkakala kematian, menanti pesta mereka dari jasad-jasad yang segera akan memenuhi pasir merah.
Di atas bukit pasir, dua sosok berdiri mengamati medan pertempuran dari kejauhan.
“Tidak ingin bergabung dalam pertempuran?” tanya sebuah suara, datar namun penuh kewaspadaan.
Pria muda itu, mengenakan jubah biru, menatap wanita di sampingnya. Wanita itu, Dongfang Yu, tampak tak tergoyahkan dalam hanfu putihnya yang anggun—murni dan dingin, seolah menantang api gurun yang membara.
Hot Chapters