Dekapan Hangat Sang Mantan
"Kamu dengar dengan jelas, Nadia. Lepaskan pakaianku sekarang juga. Sebelum aku mengambilnya sendiri."
Nadia tertawa, suaranya melengking di ruang tamu yang sunyi. "Kamu bercanda, kan? Aku tidak akan melepas ini. Dan kamu tidak bisa memaksaku."
Bu Ratna ikut tertawa, menambahkan bahan bakar ke dalam api. "Sudahlah, Ghea. Terima kasih sudah memberi Nadia baju bagus. Kalau ada baju lain yang tidak terpakai, berikan saja padanya. Dia lebih pantas memakainya daripada kamu."