DOKTER CANTIK VS MAFIA HYPER
"Kamu main api, sayang."
"Api paling enak untuk dimainkan," balas Emilia, lalu dengan cepat mengecup sudut bibir Arlion sebelum menjauh sedikit. Senyum nakal menghiasi bibirnya yang dicat merah tipis.
Mata Arlion menggelap. Dengan satu tarikan, dia membawa Emilia ke dadanya. "Oke. Satu ronde. Tunjukkan apa yang kamu bisa."
Emilia tertawa kecil, tangannya mulai membuka kancing atas kemeja Arlion satu per satu dengan gerakan lambat namun pasti. "Sabarlah, Tuan Arlion. Malam masih panjang."