MENANTU IMPIAN IBU
“Aku mengabaikanmu hari ini…”
Dengan lembut, Dilan menyentuh bibir Dini dengan jarinya, menghentikan kalimat yang belum selesai. “Hush, nggak perlu ngomong gitu. Yuk, makan dulu. Nanti kamu lapar.”
Senyum kecil muncul di bibir Dini, ia menunduk malu. Dia kembali melahap suapan dari tangan Dilan, rasa ikan mujair bakar dengan sambal terasi menyentuh lidahnya. Ini adalah makanan favorit Dilan—dengan sambal pedas dan lalapan segar, sesuatu yang tak pernah ia temui di desanya.
Hot Chapters