Buku 'Where We Are' mengusung tema eksistensialisme yang cukup dalam, tapi dibungkus dengan narasi yang mudah dicerna. Tokoh utamanya sering bergulat dengan pertanyaan-pertanyaan seperti 'Apa arti hidup?' atau 'Mengapa kita ada di sini?', tapi bukan dalam cara yang terlalu filosofis. Penulisnya pintar membungkusnya dengan kisah sehari-hari, seperti percakapan di kedai kopi atau perjalanan naik kereta.
Yang menarik, ada juga sentiman tentang keterhubungan antar manusia. Meskipun masing-masing karakter merasa terisolasi, mereka ternyata saling terkait tanpa disadari. Bagi yang suka karya-karya seperti 'The Midnight Library', tema semacam ini mungkin terasa familiar, tapi disajikan dengan sudut pandang yang lebih segar.