Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
COMEBACK

COMEBACK

Aku sudah sampai di halaman rumah sekarang, bahkan bisa kucium bau alkohol dari jarak beberapa meter. Tuhan, sampai kapan aku harus terus hidup dalam keadaan yang sebenarnya sangat aku benci? Siapa lagi yang bisa mengubah nasibku selain diriku sendiri dengan bantuan dari Tuhan. Aku berjalan memasuki ruang tamu, ada banyak orang di sana. Sedang duduk melingkar main domino sambil menikmati minuman beralkohol. Ck, pemandangan yang sangat membosankan. Saat aku masuk, semua mata tertuju padaku. Beberapa orang dari mereka sudah mengenalku, namun rupanya ada beberapa orang baru yang turut bergabung. Bukannya semakin habis justru anggotanya semakin banyak. Jadi memang benar bahwa mencari teman dalam
3.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 94 kali sebagai welcome home
Baca
+Pustaka
Papaku Masih Perjaka

Papaku Masih Perjaka

“Selamat datang ke rumah Maha.” Baru saja membuka pintu, Maha sudah disambut keluarga besar yang begitu sangat menyayanginya. Nampak ruang tamu rumah Gama dihiasi dengan balon dan dekorasi dengan tulisan ‘welcome home’. Maha yang sebelah telinganya masih tertutup perban pun tertawa. Bocah itu menghambur ke pelukan Tama yang membungkuk sambil melebarkan tangan.
1037.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai welcome home
Baca
+Pustaka
Go Away

Go Away

Dengan melodi itu yang terus mengalun apik memenuhi ruang rumah hanok, seseorang baru saja membuka pintu rumah berangka hanji, menapakkan kedua kaki telanjangnya yang sudah terlepas dari sepatu boots, masuk menyentuh lantai kayu, melangkah ringan. Sosok itu sudah hapal sekali tata letak rumah hanok ini layaknya rumah sendiri, hingga dengan mudah ia menemukan muara suara apik gesekan biola itu. Ruang tengah. "Annyeong, Ahjumma ...." Sosok itu menyapa dengan langsung memeluk wanita paruh baya pemilik rumah yang tengah duduk bersila di bantalan tipis khas dudukan orang Korea dengan sebuah biola yang masih terpangku di atas bahunya.
103.4K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 124 kali sebagai welcome home
Baca
+Pustaka
Wake Up!

Wake Up!

"Selamat datang Vaneyza Arasyta, biar saya pasangkan name tag ini untuk kamu." Suara Pak Budi terasa berat di dengarnya. Ia hanya bisa mengangguk dengan rasa lega bercampur senang, karena berhasil memenuhi impiannya sebelum benar-benar lulus dari sekolah asrama terbaik di Kota Surabaya ini. "Silakan duduk di belakang sana, karena hanya kursi itu yang tersisa."
9.72.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 88 kali sebagai welcome home
Baca
+Pustaka
Friends with Benefits

Friends with Benefits

Hotel Grand Emerald Kamar 208 Jevin dan Marissa telah menyudahi aktifitas panasnya. Kini mereka berdua berada di balkon kamar tersebut dengan posisi Jevin memeluk Marissa dari belakang. Sedangkan Marissa masih disibukkan dengan menelepon sang kakak. "Makan dulu yuk. Kamu belum makan dari siang loh." ucap Jevin yang kini masih memeluk erat kekasihnya itu. "Nanti dulu sayang, aku telepon Kak Edgar dulu. Mau kabari dia kalau aku jadi menginap di sini."
104.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 120 kali sebagai welcome home
Baca
+Pustaka
KEMBALI PULANG

KEMBALI PULANG

*** Sudah hampir malam ketika Rebekha kembali ke rumah Lisa. "Selamat malam Om, Tante." sapa Rebekha begitu memasuki rumah. "Loh Lisa mana?" tanya Pak Adhitama, melihat Rebekha masuk ke dalam rumah sendirian. "Dia udah pulang dari tadi siang Om." jawab Rebekha bingung. "Enggak kok, dia sama sekali belum nyampe rumah." sahut Bu Gayatri sedikit panik.
108.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 192 kali sebagai welcome home
Baca
+Pustaka
Long Way Home (Indonesia)

Long Way Home (Indonesia)

"Setelah itu kita bahas kelanjutan hubungan ini." --- NOTE: Guys, jangan lupa kasih Long Way Home review ya. Makasih sebelumnya. Luvvv
105.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 105 kali sebagai welcome home
Baca
+Pustaka
Emergency Wedding

Emergency Wedding

Humaira juga belum pulang, masih menunggu jemputan. “Mas Arkhan dijemput!” Suara Bu guru menggelegar. Sontak dengan senang hati, Arkhan pun langsung menghambur ke arah ibunya, dan mereka pun pulang. Tinggal Humaira dan beberapa teman lainnya yang belum dijemput. Mereka masih bermain beberapa mainan. Tak beberapa lama kemudian, terdengar suara Bu guru. “Mba Humaira Dijemput!”
107.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 255 kali sebagai welcome home
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status