KEMBALINYA ARTHUR: TUAN FIKSI YANG TERLALU TEROBSESI
Nadia mengulurkan tangannya di atas meja, lalu menggenggam jemari tangan Arthur dengan erat, memperlihatkan cincin pernikahan mereka yang berkilau di bawah lampu gantung kristal.
"Maaf memotong pembicaraan, Mas Albert," suara Nadia terdengar lembut, namun memiliki ketegasan yang tak terbantahkan. Dia menatap Albert dengan berani tanpa keraguan sedikit pun. "Jika jadwal WFH saya kemarin dianggap mendadak, itu karena bagi seorang istri, merawat suami yang sedang sakit keras adalah prioritas utama yang melampaui jadwal kerja mana pun. Kami tidak perlu memamerkan kemesraan setiap pagi di depan publik hanya untuk membuktikan bahwa pernikahan kami nyata."