Sentuhan Panas Editorku
Layar ponsel Wildan menampilkan wajah ceria dan agak chubby dari Pak Adam yang keturunan Cina-Indonesia, CEO perusahaan mereka.
“Wildan! Gimana, sudah sampai?” Suara Pak Adam terdengar sedikit melengking dan bersemangat, terlalu bersemangat untuk ukuran video call dadakan. “Vila yang saya sediakan nyaman, kan? Pemandangannya bagus, udaranya sejuk. Sudah mulai ‘berkarya’ belum?”
Wildan menghela napas. “Kami baru sampai, Pak. Dan bicara soal vila, saya harus protes.”
Bab Populer