Kebangkitan Sang Putri Terbuang
Lilis kepala terbentur lantaiaku hancur ku terlukasendiri dalam kegelapanrenungan sepertiga malam
Sorot tajam, penuh kesadaran, menelanjangi segala kepura-puraan.
“Kau…” suara Yue datar, nyaris berbisik. “…terlalu waras untuk disebut gila.”
Hening menyelimuti aula.
Lalu senyum tipis muncul di bibir Xiehan, sebelum ia kembali meledak dalam tawa menggema, mengguncang ruangan.
“Ha! Ha! Putri buangan pintar sekali! Aku suka… aku suka sekali!”