Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Shen Xiao

Shen Xiao

"Kau sudah tidak waras ya, Teng Fei?!" Shen Xiao cukup terkesima sesaat sebelum matanya menatap ke bawah tak ingin melihatnya. Seorang laki-laki yang memiliki penampilan begitu rapi dan cukup menawan dengan pakaian biru muda bercorak bunga plum, Chan Fan. Ia salah seorang murid suatu Perguruan atau Sekte besar yang di kenal di suatu kota besar yang hampir setara dengan Ibu Kota Kekaisaran. Chan Fan seorang murid dalam yang dikenal teladan dan beretika baik saat di dalam Sekte, tapi ketika di luar dia akan bersikap jauh lebih tegas dan memiliki ambisi besar dan dinilai sangat licik. Sampai kadang kala sikap Chan Fan itu membuat teman-temannya pada menjauh darinya.
106.2K viewsOngoingIdinagdag sa Library 236 Beses bilang ye chen
Read
+Library
Chandra

Chandra

tanya Aqin sembari menyalakan rokok di mulutnya. "Kenapa?" Chandra tampak bingung dengan pertanyaan Aqin. "Masih segel gak?" Chandra kembali menghisap rokoknya dan menghembuskannya. "Ya, gitu lah." "Enak anj*r." "Gue gak ada niatan ke sana Qin. Resikonya gede." Aqin berdecak. "Lo terlalu baik Chan, gue kadang heran kenapa lo bisa temenan sama kita-kita."
103.2K viewsOngoingIdinagdag sa Library 64 Beses bilang ye chen
Read
+Library
HYANG YUDA

HYANG YUDA

tanya gadis itu pada Hyang Yuda. Spontan Hyang Yuda menyebut nama Sena dan bukannya Yuda seperti yang biasa dilakukannya ketika turun ke Janaloka dan bertemu dengan manusia. “Sena. . .” “Aku. . . Dyah Manila, adik dari Mahapati. . .” kata gadis itu memperkenalkan dirinya, “kalau aku tidak salah ini adalah rumah milik Rakryan Patih Ri Daha, Ken Sora. . . apa hubunganmu dengannya?”
104.6K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 96 Beses bilang ye chen
Read
+Library
Kekasih Di Balik Kabut

Kekasih Di Balik Kabut

desaknya. "Ya, Paman. Aku ingat," balas Yìchèn. "Saya duga, itu benar-benar turunan Mùchèn. Karena dari data itu disebutkan jika Ayah dari kakeknya dipanggil Kakek Chen, dan marganya juga Zhao. Mungkin, Chen ini singkatan dari Mùchèn." Yichen tertegun selama beberapa saat, sebelum mengangguk mengiakan. "Semoga saja itu benar, dan aku sangat ingin bertemu dengan cucuku."
102.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 53 Beses bilang ye chen
Read
+Library
CAT-CH ME!

CAT-CH ME!

"Yap, betul sekali." Oh aku harus memanggilnya dengan formal mulai dari sekarang. Aku membersihkan kerongkongan dan memberanikan diri untuk bertanya, "maaf pak, jadi kalau saya diterima bekerja disini, saya akan bekerja di bagian apa?" Mas Mahen, oh atau Pak Mahen mengibaskan tangannya, "jangan terlalu kaku, jadi aneh kedengarannya. Nanti kalau udah di kitchen aja baru kamu panggil saya chef. Chef loh bukan bapak."
103.0K viewsOngoingIdinagdag sa Library 66 Beses bilang ye chen
Read
+Library
Balas Dendam Sang Pendamping Setia

Balas Dendam Sang Pendamping Setia

"Nona Mahardika?" Suara baritone yang familiar membuat Nayla menoleh. Di hadapannya berdiri Marcus Chen, investor asal Singapura yang namanya selalu masuk daftar Forbes Asia. Pria yang tiga tahun lalu nyaris ditarik Galan ke dalam proyek fiktif mereka sebelum Nayla berhasil mencegahnya di detik-detik terakhir. "Mr. Chen." Nayla mengulurkan tangan dengan percaya diri. "Senang bertemu Anda lagi."
3.6K viewsOngoingIdinagdag sa Library 108 Beses bilang ye chen
Read
+Library
Pembalasan Dendam Racun Sang Tabib

Pembalasan Dendam Racun Sang Tabib

Lin Mei (Cyina) - 95 poin 2. Kenji (Zepang) - 92 poin 3. Dr. Zhang Wei (Cyina) - 91 poin 4. Bima (Nusantara) - 90 poin 5. Dr. Priya Sharma (Vrindia) - 88 poin 6. Nakamura Hiro (Zepang) - 85 poin 7. Chen Wei (Cyina) - 82 poin 8. Rajesh Kumar (Vrindia) - 80 poin
104.1K viewsOngoingIdinagdag sa Library 106 Beses bilang ye chen
Read
+Library
PREV
12345
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status