My Beautiful Bride
Bersamanya sangat menyenangkan, rasanya luar biasa, aku merasakan menjadi wanita seutuhnya, pandangan matanya membuatku percaya kalau aku wanita tercantik di matanya, tanpa terasa air mataku mengalir dan dia menepisnya segera.
"Kenapa sayang, sakitkah?" Aku mengangguk tapi kemudian menggeleng,
"Aku hanya bahagia, hatiku mau meledak rasanya," jawabku jujur, dia mendegus mendengar jawabanku, tapi kemudian dia menarikku dan menciumku mesra dengan lembut.
"Terima kasih sayang, aku juga bahagia," gumamnya lalu melanjutkan pekerjaannya yang terganggu tadi.
Hot Chapters