Di Antara Dua (Istri)
"Ayo pukul, pukullah, jika tadi gamis dan jilbabku menghalangi sakitnya pukulanmu, maka sekarang tidak ada lagi penghalang antara kulitku dan tanganmu."
Saat aku mengatakan hal itu, percayalah hatiku hancur berkeping-keping, terbakar hingga menjadi debu yang tak tersisa dan debu itu diterbangkan angin entah ke mana. Aku kehilangan ekspresi, simpati dan semua harga diriku oleh sebuah tamparan dari orang yang kucintai.