TEMAN WANITA AYAHKU
Bintu Hasankunci ternyata belum siap akutuhan tolong aku ku tak dapat menahan rasa di dadakumengapa belum siap aku kehilangan dirimukarena kamu aku rela menunggu
Hanen bahkan membawa sekantong kue kesukaan Hanan yang dimasak oleh ibu mereka—sebuah penghubung rapuh dengan dunia yang hilang.
“Aku cuma mau kamu tahu, Mas,” ucap Hanen, menatapnya dengan iba, tangan mereka terpisah oleh jeruji kawat yang dingin, “May menikah hari ini. Dia tampak bahagia. Sangat bahagia.”
Bahagia.