DENDAM CINTA MASA LALU
Jendela-jendela besar dibuka lebar, membiarkan angin musim semi ikut masuk membawa serta cerita baru dari tanah yang tua.
Di dalam rumah megah keluarga Loghan, tepat di tengah musim semi yang penuh berkah, suara tangis pertama dari seorang bayi lelaki memecah pagi dengan kebahagiaan. Eva, dengan wajah pucat namun damai, terbaring lemah di ranjang, tangannya menggenggam jemari Aron dengan erat, sementara matanya yang berkaca-kaca menatap lelaki kecil yang kini dibalut selimut putih bersih.
“Oh, Tuhan... dia sangat tampan,” ujar Geby pelan, takjub saat pertama kali melihat cucunya yang baru lahir.
Bab Populer