Sweet Coffee
Henry membuka suara, mengawali pembicaraan.
Aku mengangguk, “memang merepotkan. Tapi aku harus tetap melakukannya.”
Henry tertawa pelan, “semangatlah. Aku bisa membantumu jika kamu butuh bantuan.”
Di lain tempat, Ren memegang beberapa lembar kertas. Matanya memicing, membaca setiap kalimat yang tertulis. Sebuah boxfile tergeletak di depannya dengan judul “Kasus Ditutup, Tabrakan Lima Tahun yang lalu”. Ren menggeram sembari mengacak-ngacak rambutnya, “ini sulit. Aku butuh rekaman CCTV. Apapun yang terjadi aku akan menemukan pelaku yang menabrakmu, Carissa.”
Sikat na Kabanata