แชร์

Adik Angkat Suamiku, Benalu Pernikahanku
Adik Angkat Suamiku, Benalu Pernikahanku
ผู้แต่ง: Onion

Bab 1

ผู้เขียน: Onion
Sudut pandang Ivana Winata:

Setelah keluar dari ruang dokter, aku segera bergegas masuk ke dalam lift dan langsung naik menuju ruang VIP di lantai paling atas rumah sakit. Aku ingin Vito menjelaskan semuanya kepadaku.

Lift pun akhirnya sampai di lantai teratas. Saat hendak keluar, aku mendengar suara dua orang yang sangat familier dari ujung lorong.

"Vito, nyalimu besar banget. Beraninya kamu menyembunyikan hubunganmu dengan Chika dari Ivana dan bahkan punya anak dengannya. Aku jadi penasaran, gimana kalau dia sampai tahu ya? Sejujurnya, aku benaran nggak ngerti apa yang ada di pikiranmu itu."

"Waktu kita masih kecil, kamu tergila-gila pada Chika. Lalu setelah dewasa, kamu tiba-tiba jatuh cinta pada Ivana, bahkan sampai membuat Chika pergi. Tapi kemudian, kamu malah melakukan segala cara untuk membawa Chika kembali dan akhirnya punya anak dengannya. Jadi Vito, sebenarnya siapa yang kamu cintai sih?"

Pada saat itu, aku merasakan hawa dingin menjalar di punggungku dan tubuhku tiba-tiba membeku. Itu suara Fernando Gotama. Dia sudah mengenal Vito sejak mereka masih kecil.

Vito terdiam cukup lama. Akhirnya, dia berkata, "Aku mencintai Ivana, tapi aku juga nggak bisa melepaskan Chika begitu saja. Aku merasa bersalah setelah tahu bahwa kehidupannya di Cersato nggak berjalan dengan baik. Ivana sudah menjadi istriku. Satu-satunya cara aku bisa melindungi Chika adalah dengan membiarkannya mengandung anakku."

Fernando menghela napas sebelum bertanya, "Tapi, gimana kalau Ivana hamil? Chika adalah sepupuku. Aku nggak mau lihat anaknya hidup tanpa ayah, apalagi menjalani hidup dalam kesengsaraan sepanjang hidupnya."

Pintu lift berderit dan mulai menutup. Tepat sebelum pintu itu benar-benar tertutup, aku mendengar Vito berbisik, "Jangan khawatir, itu nggak akan terjadi."

Fernando tampaknya tidak langsung mengerti. Dia pun bertanya, "Apa?"

Hanya saja, aku mengerti. Aku sudah memahami semuanya sekarang. Yang Vito maksud adalah aku tidak akan mengandung anaknya. Sebab, dia sudah memberiku racun yang bekerja perlahan dan itu akan membuatku mandul nantinya. Jadi, aku tidak akan pernah bisa melahirkan anak untuknya.

Aku tidak keluar untuk menghadapi mereka. Percakapan mereka sudah memberiku semua jawaban yang kubutuhkan. Pada saat ini, ponselku bergetar di dalam saku. Layarnya menyala dan menunjukkan bahwa aku baru saja menerima pesan dari Vito.

[ Ivana, besok aku akan menemuimu di pelabuhan. Jangan lupa membawa jimat pelindung yang kuberikan padamu. Itu bisa menjaga tuan putriku tetap aman selama perjalanannya. ]

Aku bisa merasakan emosiku hampir meledak. Air mata besar mulai mengalir di pipiku. Vito adalah bos mafia dan dia selalu sangat sibuk. Namun sejak kami menikah, setiap kali aku kembali dari perjalanan bisnis ke luar negeri, dia selalu bersikeras menungguku di pelabuhan.

Vito juga selalu memesan restoran terlebih dahulu, memberiku buket bunga, dan menyambutku pulang. Setiap kali selalu seperti itu. Teman-temannya pernah memberitahuku bahwa aku adalah cinta pertama Vito. Pria itu juga telah melakukan segala cara, bahkan mungkin lebih dari yang seharusnya untuk mengejarku sampai akhirnya aku menerimanya waktu itu.

Vito juga menghabiskan banyak uang untuk menyewa tim medis terbaik guna mengelola rumah sakit yang ditinggalkan orang tuaku di Dermaga Barat. Selain itu, dia juga membantuku meningkatkan layanan medis di sana. Semua itu dilakukannya agar dia bisa bersamaku.

Setelah kami menikah, Vito bahkan makin memanjakanku. Suatu kali, aku hanya sekadar memberitahunya bahwa aku merindukan Ibu. Saat itu juga di tengah malam, dia langsung mulai bekerja. Vito menghubungi semua kenalannya dan mencari pusaka peninggalan Ibu untukku bahkan sebelum matahari terbit keesokan harinya.

Akan tetapi, justru pria yang seromantis itu ternyata diam-diam membangun keluarga lain di belakangku.

Tiba-tiba, semuanya menjadi masuk akal. Pantas saja Chika jauh lebih mengenal setiap sudut dan seluk-beluk Vila Kastoyo dibandingkan diriku. Pantas saja seseorang yang katanya menghabiskan sebagian besar hidupnya di Cersato masih bisa memanggil teman-teman Vito dengan nama panggilan mereka.

Pantas saja seorang "adik angkat" seperti Chika bisa membuat Vito menyingkirkan pekerjaannya untuk menemaninya melakukan perjalanan keliling dunia. Chika sama sekali bukan adik angkat Vito. Jelas sekali bahwa dia adalah seseorang yang sudah dijodohkan dengan Vito sejak dulu. Dia adalah tunangannya. Selama ini, akulah orang ketiga dalam hubungan mereka.

Ponselku kembali bergetar. Kali ini, itu adalah foto keluarga yang dikirim oleh Chika. Bersama foto itu, ada pesan yang berbunyi sebagai berikut.

[ Ivana, berhentilah merebut tempat yang sejak awal nggak pernah menjadi milikmu. Aku kira kamu sudah paham, tapi ternyata kamu jauh lebih keras kepala dari yang kuduga. Vito bilang anak ini sangat mirip dengannya. Gimana menurutmu? ]

Aku hanya melirik pesan itu sekilas sebelum menutup jendela percakapan. Jika Chika sangat menginginkan Vito, aku akan membiarkannya memilikinya.

Aku membuka daftar kontak dan mengetuk nomor yang hampir sudah kulupakan. Tak lama kemudian, aku berujar, "Alvin, aku kalah dalam taruhan kita. Aku akan pergi bersamamu. Tapi, ada satu hal yang kubutuhkan. Bantu aku berpura-pura bahwa aku telah mati."

อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป

บทล่าสุด

  • Adik Angkat Suamiku, Benalu Pernikahanku   Bab 19

    Sudut pandang Ivana:Setelah tengah malam, Linsor menyambut hujan salju paling lebat sepanjang musim dingin itu."Ivana, dia bakal mati nggak karena ini?" tanya Siska.Aku menarik selimut menutupi tubuhku, menutup mata, dan tetap sama sekali tidak terpengaruh. Aku membalas, "Dia orang dewasa yang bisa mengambil keputusan sendiri. Bahkan kalau itu benar-benar terjadi, itu bukan urusan kita. Ayo tidur."Siska mengagumi keteguhanku. Mengingat semua penderitaan yang pernah kualami, dia langsung menarik tirai jendela hingga tertutup rapat. Vito menghabiskan malam itu berdiri di tengah salju.Vito terus-menerus mengingat masa lalu kami. Dulu kami pernah memiliki banyak momen bahagia. Kami merenovasi rumah bersama dan membayangkan masa depan kami. Namun, semua itu hancur karena Chika.Memikirkan Chika membuat amarah Vito makin berkobar. Menjelang akhir malam, tubuhnya terasa seperti terbakar, seolah-olah dia sedang berdiri di bawah terik matahari. Dia tahu dirinya mulai berhalusinasi karena k

  • Adik Angkat Suamiku, Benalu Pernikahanku   Bab 18

    Sudut pandang Ivana:Tiba-tiba, suara rendah dan dalam seseorang terdengar dari samping. Vito menoleh ke arah suara itu, lalu rahangnya langsung terjatuh karena terkejut. Dia bertanya, "Alvin? Apa yang kamu lakukan di sini?"Alvin merangkul bahuku dengan satu tangan. Ketika dia tidak merasakan perlawanan dariku, genggamannya sedikit mengencang. Dia membalas, "Aku tunangannya. Kenapa aku nggak boleh berada di sini?"Vito terlihat seperti baru saja disambar petir ketika mendengar itu. Kepalanya terasa berdengung. Untuk sesaat, dia bahkan tidak bisa mendengar apa pun. Dia segera bertanya, "Tunangan? Mana mungkin? Ivana, kenapa dia bisa menjadi tunanganmu?"Mata Vito memerah, sementara bibirnya bergetar. Aku menarik tangan Alvin dari bahuku, lalu menggenggam tangannya dan menyelipkan jari-jariku di antara jari-jarinya. Kemudian, aku mengangkat tangan kami agar Vito bisa melihatnya. Aku menimpali, "Kenapa nggak mungkin? Aku masih lajang dan nggak punya anak. Apa begitu sulit dipercaya kalau

  • Adik Angkat Suamiku, Benalu Pernikahanku   Bab 17

    Sudut pandang Ivana:Tidak peduli sekeras apa pun Vito berteriak di belakang mobil, mobil itu tidak melambat. Justru makin melaju kencang hingga akhirnya hanya terlihat seperti titik hitam di kejauhan. Setelah sosok di kaca spion benar-benar menghilang, Alvin akhirnya mengurangi tekanan pada pedal gas.Aku menatapnya dengan curiga dan bertanya, "Ada apa denganmu hari ini? Kenapa terburu-buru banget? Apa kamu sedang mencoba membuat kita mati dalam kecelakaan?"Alvin mengabaikan sindiranku dan tiba-tiba bertanya, "Kalau suatu hari Vito datang kepadamu sambil menangis, menyesali semua perbuatannya, dan memohon agar kamu mau menerimanya kembali, apakah kamu akan menerimanya?"Aku mengerutkan kening, seolah baru saja mendengar sesuatu yang menjijikkan. Namun, aku tetap menjawab dengan serius, "Nggak. Itu nggak akan pernah terjadi selamanya."Setiap kali aku memikirkan apa yang pernah dilakukan Vito padaku, tubuhku selalu merinding. Bahkan sampai sekarang, aku masih sering terbangun di tenga

  • Adik Angkat Suamiku, Benalu Pernikahanku   Bab 16

    Sudut pandang Ivana:Malam itu, Alvin menghabiskan seluruh malamnya untuk menyelidiki semua hal tentang Vito dan Chika. Saat fajar tiba, dia sudah menyusun sebuah rencana yang sangat rinci. Sebenarnya, dia bisa saja langsung membawaku pergi dengan paksa. Namun, aku berkata kepadanya, "Kalau kamu melakukan itu, dia akan menghantuiku seumur hidup."Itu sebabnya, Alvin menahan ketidaksabarannya dan mulai menyusun rencananya sedikit demi sedikit. Saat itulah, dia menyadari bahwa kekuatan Keluarga Kastoyo jauh lebih besar daripada yang dia bayangkan.Alvin berpura-pura ingin menikahi Chika untuk mengalihkan perhatian Keluarga Kastoyo. Namun diam-diam, dia menempatkan orang-orangnya di berbagai tempat agar bisa membawaku pergi dan menghilang tanpa jejak.Sayangnya, Alvin datang terlambat. Ketika Alvin akhirnya menemukanku, aku sudah kehilangan kemampuan untuk memegang pisau bedah yang sangat kucintai akibat kecelakaan mobil itu. Saat itu, aku seakan kehilangan diriku sendiri. Hanya tinggal k

  • Adik Angkat Suamiku, Benalu Pernikahanku   Bab 15

    Sudut pandang Ivana:Tiga tahun berlalu begitu cepat.Sebuah konferensi medis internasional yang sangat dinantikan diadakan di Linsor mempertemukan para ahli dan peneliti terkemuka dari seluruh dunia. Di area ruang istirahat pusat konferensi, beberapa dokter sedang berbincang."Apakah kalian sudah dengar? Dokter Vinson dari Klinik Mayso akan memberikan presentasi kali ini. Metode operasi baru yang pertama kali digunakan oleh tim medisnya dua tahun lalu sangat populer. Banyak orang berpikir dia bisa menjadi pemenang Nofel berikutnya.""Dokter Vinson? Memang dia luar biasa, tapi menurutku pendekatan barunya masih belum terlalu praktis."Seorang dokter yang lebih tua menyesap kopinya, lalu berkata, "Jangan lupakan juga Dokter Ivon. Katanya dalam tiga tahun terakhir, timnya membuat kemajuan besar dalam operasi cedera dan pemulihan pasien setelah operasi. Mereka sudah menyelamatkan ribuan nyawa. Itu cukup membuat kita, para dokter tua, merasa malu."Liana yang membantu penelitian dan sempat

  • Adik Angkat Suamiku, Benalu Pernikahanku   Bab 14

    Sudut pandang Vito:"Fernando, ini balasan untukmu!" Chika duduk di ambang jendela sambil tertawa melengking ketika melihat Fernando terjepit di bawah tiang yang runtuh. Kemudian, dia menjatuhkan dirinya ke belakang dan mendarat di atas rumput dengan lembut. Dia berbaring di sana sambil tertawa sampai air mata keluar dari matanya. Dia merasa sangat senang karena berhasil selamat.Sementara itu, bersama Fernando yang berada di dalamnya, ruangan itu dengan cepat ditelan oleh kobaran api yang menjulang tinggi. Akan tetapi, kegembiraan Chika tidak berlangsung lama. Pil yang diberikan kepadanya mulai bereaksi dan akhirnya dia jatuh pingsan.Ketika Chika membuka mata lagi, dia sudah berada di rumah sakit. Dia langsung menghela napas lega ketika menyadari bahwa dirinya masih hidup. Namun beberapa saat kemudian, rasa sakit yang luar biasa muncul dari dalam tubuhnya.Itu adalah rasa sakit tumpul yang berdenyut-denyut, seolah mengalir di dalam tulangnya. Bahkan, sedikit gerakan saja menimbulkan

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status