เข้าสู่ระบบAliyah tidak ikhlas jika harus berbagi suami dengan wanita lain, tetapi dia harus rela demi anak yang diakui sebagai darah daging Arif—suaminya. Sampai kapan kesabaran Aliyah akan tetap bertahan? Kenyataannya, Arif tidak mampu bersikap adil terhadap Aliyah dan Alexa—wanita yang dia yakini telah melahirkan anaknya.
ดูเพิ่มเติม.....แสงอาทิตย์เช้าสาดผ่านหลังคาของบ้านไม้เก่าผุพัง หลังคาหลายแผ่นกร่อนจนเห็นแสงลอดเข้ามา เสียงลมพัดผ่านรอยรั่วในหน้าต่างไม้เก่า เสียงไก่ขันปะปนกับใบไม้เสียดสีกันเบา ๆ
บ้านหลังนี้ตั้งอยู่ริมเนินดิน ข้างหลังมีป่าลึกที่แม้จะรก แต่ยังมีความสดชื่นของพืชพรรณป่า เบื้องหลังภูเขาและป่าลึกนั้น… มีสมุนไพรแปลกตามากมาย
สำหรับเขาแล้วแม้บ้านหลังนี้จะทรุดโทรม แต่ทุกมุมเต็มไปด้วยความทรงจำ
....ความยากจนนี้เกิดขึ้นหลังจากไม่มีเสาหลักครอบครัวอย่างบิดา ท่านเป็นเพียงพลทหารที่เสียชีวิตในสงครามโดยที่ไม่มีผู้ใดจดจำนอกจากลูกเมีย
หลินเซียนจึงพยายามทำทุกอย่างแทนบิดาเพื่อท่านแม่และท่านย่าที่แก่ชรา
เช้าๆหลังตื่นนอนวันนี้เขาทำความสะอาดบ้านเป็นสิ่งแรกสุดอย่างตั้งอกตั้งใจ
หลังนั้นก็ออกไปเก็บผักจากแปลงหน้าบ้าน ผักที่ปลูกเล้กไม่สวยงามเพราะดินขาดแคลนสารอาหารแถมยังโตช้าอีกด้วย
หลินเซียนถือกระบุงค่อยๆเก็บผักที่รับประทานได้ เมื่อเขากลับเข้ามาในบ้านก็เห็นท่านแม่และย่ารออยู่บนพื้นไม้เก่าที่มีรอยแตกเต็มไปหมด
ท่านแม่มองลูกชายด้วยสายตากังวล
“เซียนเออร์… เจ้าทำงานตั้งแต่เช้าแล้ว เหนื่อยก็พักบ้างนะลูก”
หลินเซียนยิ้มบาง ๆ
“ข้ายังไหวขอครับท่านแม่ ท่านไม่ต้องกังวล”
ท่านย่าซึ่งเป็นหญิงชราค่อยๆ เดินมาจับแขนหลินเซียน มือสั่นเล็กน้อย
“ย่าภูมิใจในตัวเจ้า ถ้าพ่อเจ้ายังมีชีวิตอยู่ เขาก็คงภูมิใจมากที่มีลูกกตัญญูเช่นเจ้า ตระกูลหลินโชคดีที่มีเจ้า หลานรัก”
หลินเซียนก้มหน้าเล็กน้อย แฝงรอยยิ้มเศร้า
“ขอครับท่านย่า…ท่านพักผ่อนเถอะขอรับ หลานจะทำทุกอย่างแทนท่านพ่อเอง ข้าจะไม่ปล่อยให้แม่และท่านย่าต้องทนลำบาก"
แล้วหลินเซียนก้พูดข่าวดีให้แม่และย่าเขาฟัง
"… ท่านแม่,ท่านย่าขอรับ โชคดีมาถึงข้าแล้ว วันก่อนข้าได้ท่านเซียนช่วยสำรวจให้แล้วว่าข้ามีรากเซียน สามารถฝึกเป็นเซียนได้""หากเข้าสำนักเซียนได้ก็จะมีเงินส่งให้ท่านแม่และท่านย่าใช้สุขสบายเสียที” หลินเซียนยิ้มแววตามีความหวัง
หลังพูดจบ เขาก็เดินไปก่อไฟต้มน้ำในหม้อเก่า รอจนเดือด แล้วค่อยๆ ยกหม้อใส่น้ำร้อนผสมน้ำเย็นมาที่ท่านแม่
“ท่านแม่… ข้าล้างเท้าให้ขอรับ เท้าท่านเย็นจนแตกไปหมดแล้ว”
แม่มองลูกชายสายตาเต็มไปด้วยความรัก
“เซียนเออร์… ไม่เป็นไรลูก เจ้าเหนื่อยแล้ว”
หลินเซียนยิ้มบาง ๆ มองตาแม่
“ไม่เป็นไรขอครับ แค่ได้ทำให้แม่สบาย ลูกก็พอใจแล้ว”
เขาคุกเข่าลงช้าๆ ปล่อยน้ำอุ่นลงบนเท้าแม่ มือเรียวบางนั่นเล็กแต่แน่นอน หลินเซียนล้างนิ้วเท้าแม่ทีละนิ้ว ใบหน้าเรียวสวยของเขาเต็มไปด้วยความตั้งใจ
ท่านแม่แอบลูบหัวเขาเบาๆ ด้วยความซาบซึ้ง ท่านย่ายืนมองอยู่ใกล้ๆอย่างมีความสุข
“หลินเซียน… เท่านี้แม่และย่าก็ภูมิใจแล้ว ถ้าทดสอบไม่ผ่านก็ไม่เป็นไรนะลูก”
แล้ว.....เสียงหัวเราะของเด็กคนอื่นจากหมู่บ้านดังเข้ามา
“ขยะไร้ค่าอย่างหลินเซียน จะฝึกเซียนได้เหรอ ฮ่า ๆ”
หลินเซียนใบหน้านิ่งก้มหน้าหลงปิดบังความเศร้าใจ เขาพยายามไม่สนใจเสียงเยาะเย้ย
"พรุ่งนี้ข้าจะไปทดสอบเข้าเป็นศิษย์สำนักเซียน และจะำให้สำเร็จ!"
....สายๆ แสงแดดเริ่มแรงขึ้นเล็กน้อย มีหญิงสาวอายุ 14 ปีแต่งกายดี เธอเป็นลูกสาวเจ้าของร้านน้ำชาในหมู่บ้าน มีหญิงรับช้ช่วยถือตะกร้าอาหารมาที่บ้านหลินเซียน
“พี่เซียน… ข้านำอาหารมาให้” เธอกล่าวด้วยรอยยิ้มอ่อนโยน
หลินเซียนเดินออกมาจากประตูบ้าน เขาก้มหน้าเล็กน้อยเพื่อมองเห็นใบหน้าหญิงสาวดวงตาใสแจ๋ว
“ขอบคุณขอครับคุณหนู… ข้าเกรงใจท่านมาก เอามาให้ข้าบ่อยๆ”
คุณหนูร้านน้ำชาเธออดไม่ได้ที่จะมองใบหน้าขาวเนียนเรียวสวยของเขา ช่างหล่อราวกับเซียนจากสวรรค์ก็ไม่ปาน น่าหลงไหลมาก นี่เองที่ทำให้เธอหลงรักข้างเดียวมาแสนนาน
คนใช้ยกตะกร้าใส่อาหารลงบนแคร่ไม้ไผ่อย่างระมัดระวัง
“อย่าลืมล้างมือก่อนกินนะเจ้าหนู”
หลินเซียนพยักหน้าแล้วล้างมืออย่างเรียบร้อย
เธอหัวเราะเบา ๆ พลางสังเกตการกระทำสุภาพของเขา
“เจ้าเด็กนี่พ่อแม่สอนมาดีจริงๆ”
หลินเซียนอายเล็กน้อย แต่ยังคงยิ้ม
เธอวางอาหารไว้บนโต๊ะไม้เก่า มองเขาด้วยดวงตาแวววาว
“ถ้าเจ้าอยากอะไรอีก บอกพวกเราได้นะ เดี๋ยวข้าจะเอามาให้”
หลินเซียนโค้งเล็ก ๆ
“ขอบคุณขอครับ… ข้าไม่เคยลืมความช่วยเหลือของท่านเลยคุณหนู”
“เซียน… ข้าขอร้อง พรุ่งนี้พี่อย่าไปทดสอบเข้าสำนักเซียนเลยนะ มันอันตรายเกินไป”
"แล้วถ้าเกิดอะไรขึ้น ข้าจะทำอย่างไร?”
คุณหนูโผเข้าไปซบอกและกอดหลินเซียนแล้วกลั้นน้ำตาร้องไห้ไม่อยู่ ทำเอาสาวใช้ที่ตามมาด้วยตกใจ
หลินเซียนตกใจเล้กน้อยแต่ก็ยิ้มบางๆ เขาเอามือข้างหนึ่งเช็ดน้ำตาที่ขอบตาให้คุณหนู
"ข้ายังเชื่อว่าพรแสวงนั้นทำให้สำเร็จได้ไม่ต่างจากพรสวรรค์"
.
.
.
(ท้ายบท)
วันทดสอบรากวิญญาณในหมู่บ้าน เด็กหลายคนที่มีรากเซียนได้ผลลัพธ์เป็นสีสว่างงดงาม แต่ของหลินเซียนรากเซียนกลับเป็น “แสงขุ่นคล้ำเหมือนน้ำเน่า”
ทุกคนแม้แต่ท่านเซียนที่มาตรวจให้หัวเราะ บอกว่าเขาเป็นเศษสวะไร้ค่า***Dua bulan telah berlalu, hari ini keluarga Arif kembali datang ke rumah orang tua untuk melamarku. Rasanya masih seperti mimpi karena laki-laki itu akhirnya menepati janji untuk meminta diriku kepada Mama dan Papa sebagai wanita yang akan mendampingi hidupnya.Orang tua Arif sudah meminta maaf dari beberapa bulan yang lalu atas kejadian yang terjadi di masa lalu, di mana saat itu umi dari laki-laki itu tidak merestui hubungan kami karena aku tidak mampu mewujudkan harapan mereka untuk melahirkan anak kandung.Abi dan uminya mengaku bersalah karena telah membuat hati ini terasa sakit saat itu. Aku sudah melupakan atas apa yang terjadi. Besarnya cinta yang kurasakan mampu mengalahkan rasa sakit hati yang begitu mendalam. Bagiku, yang terpenting adalah dapat bersatu dengan lelaki impian.“Bagaimana kalau acara pernikahannya kita tentukan bulan depan? Calon mempelai pria sudah ngebet pengen nikah.” Abinya Arif membuatku merasa malu.“Saya setuju aja, Pak. Sepertinya mempelai wanita ju
POV Aliyah***Aku tidak pernah menyangka bahwa dua insan yang membuat hati ini merana dan menderita, kini bersimbah darah di hadapanku. Mas Arif dan Alexa terluka karena satu orang yang sama. Dia adalah Danny, ayah dari Rifa. Dia menghujamkan benda tajam ke tubuh wanita dan laki-laki tersebut.Aku menempelkan kepala Mas Arif di pangkuanku. Dia menahan sakit sambil memegang perutnya yang terkena benda tajam milik Danny. Walaupun laki-laki itu pernah menyakiti bahkan mencampakkan diriku, tapi rasanya tidak tega melihatnya kesakitan seperti saat ini.“Ampuni aku, Sayang. Aku sangat kejam karena sudah menyakitimu. Mungkin ini adalah hukuman atas apa yang kulakukan pada wanita baik sepertimu.” Mas Arif mengusap pipiku.“Kamu harus kuat, Mas. Kita ke rumah sakit sekarang.” Aku tidak sanggup melihat keadaan Mas Arif.“Tidak perlu, Sayang. Aku udah nggak kuat, biarkan aku pergi dari pangkuanmu. Aku ingin bersamamu untuk yang terakhir kali. Biarkan aku menatap wajahmu.” Aku tidak kuasa menaha
POV Alexa***Apa yang kuharapkan akhirnya menjadi kenyataan. Setelah beberapa bulan kemudian, Arif dan Aliyah resmi bercerai. Aku merasa sangat bahagia karena menjadi istri satu-satunya untuk laki-laki itu. Namun, ternyata perceraian mereka tidak membuat Arif sepenuhnya memberikan cintanya untukku.Dia masih saja menceritakan Aliyah saat berdua denganku. Padahal selama ini aku sangat yakin kalau Arif hanya mencintaiku seorang. Oleh karena sikapnya yang masih sulit untuk melupakan sang mantan istri pertamanya, membuatku merasa jenuh jika berada di rumah. Aku akhirnya lebih sering menemui Danny.“Sekarang kamu baru percaya kalau hanya aku laki-laki yang setia mencintaimu.” Danny menggenggam jemariku.“Ternyata aku salah menilai Arif. Aku menyesal telah membuka hati kembali untuknya.” “Makaudnya apa, Sayang? Kamu mencintai laki-laki itu?” Danny terkejut mendengar ucapanku.“Aku minta maaf. Setelah kembali bertemu dengannya, rasa itu kembali tumbuh. Tapi sekarang aku sadar bahwa ternyat
POV Alexa***Awalnya aku sangat mencintai Arif, kami pernah menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih selama beberapa tahun. Namun, apa yang telah kami rencanakan akhirnya kandas setelah diriku bertemu dengan Danny, yang merupakan ayah dari anakku. Danny adalah laki-laki yang bekerja di perusahaan orang tuaku kala itu. Pertemuan kami berawal dari saat aku berkunjung ke perusahaan Papa. Dia terlihat lugu dan polos, tidak ada yang menarik dari pria tersebut. Jika dibandingkan dengan Arif, sangat jauh berbeda.Namun, karena perhatian yang diberikan padaku, akhirnya hati ini luluh dan mulai mengagumi sikapnya. Aku pun secara diam-diam menjalin hubungan dengan laki-laki itu tanpa sepengetahuan Arif yang masih berstatus sebagai kekasihku. Ternyata Danny merupakan karyawan kepercayaan Papa.Aku semakin yakin kalau Papa pasti akan menyetui hubunganku dengan Danny, tapi ternyata salah. Laki-laki itu sangat marah setelah mengetahui status yang terjalin dengan Danny kala itu. Akhirnya aku dan
*** “Kakek dan Nenek pasti membelanya, itu sudah pasti.” Mas Arif justru memberikan balasan dari ucapan Kakek. “Dia pantas dibela karena telah disakiti oleh suaminya sendiri.” Aku terharu mendengarkan penuturan Nenek. “Tapi dia istri saya.” “Karena statusnya sebagai istrimu, kau merasa bebas untuk m
*** Waktu sudah menunjukkan pukul 22.50 WIB, tapi Mas Arif belum kunjung pulang. Aku tidak tahu apakah dia akan menginap di rumah istri keduanya atau di istana cinta kami. Padahal tadi laki-laki itu sudah berjanji akan tidur bersamaku malam ini. Aku tidak dapat memejamkan mata karena masih terus m
*** Hari ini adalah pernikahan kedua untuk laki-laki yang sangat aku cintai dan hormati. Kurang lebih empat tahun yang lalu, aku yang menjadi pengantin wanitanya. Namun, sekarang perempuan lain yang berada di posisi itu. Dia adalah masa lalu suamiku dan juga merupakan ibu dari anaknya. Hati ini su
*** Aku kembali mengingat kenangan saat pertama kali berkunjung ke rumah nenek. Saat itu liburan kelulusan Sekolah Dasar (SD). Nenek meminta agar aku melanjutkan sekolah di sana, tapi orang tua tidak memberikan izin karena diriki merupakan anak bungsu. Mama mengatakan bahwa beliau tidak sanggup haru












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
ความคิดเห็น