LOGINLily sang gadis remaja yang baru tumbuh dewasa tiba-tiba saja merasakan perasaan tak biasa kepada Edhie, yang selama ini merawatnya dari kecil. Mendapat perhatian yang lebih darinya, membuat Lily menjadi semakin terlena dengan pesona Edhie yang ternyata seorang Bos Mafia. Lantas, bagaimana perjuangan Lily untuk menarik perhatian sang Bos Mafia itu? Apa karena usianya yang terpaut jauh di bawahnya, membuat Edhie enggan melirik Lily sebagai seorang wanita? "Keputusanku sudah bulat, Edhie. Aku akan menjadikanmu suamiku!" —Lily
View MorePrologue
Ava
“Daughter, I believe you are special. Your wolf is crystal white, like in ancient times,” my father says, reaching out a hand to me. It’s like his mantra. He says it every time.
Ava Hansley is my name. I am a descendant of the renowned and revered Blood Red Pack of werewolves. My parents, Richard and Kerah Hansley, are our pack’s Alpha and Luna.
My wolf is a unique breed from the ancient clan of werewolves. They are thought to be rarer than actual Alphas because of the high price you pay to achieve this status and the responsibilities that come with having a white wolf.
Amanda is my powerful white wolf. She has beautiful, golden eyes. She is one of the first white wolves to be seen since our people’s origins.
“Shifting too early,” Mom mumbles. “I’m not sure why the moon goddess allowed this. It will cause a lot of problems. If our enemies learn about her wolf, they will attack us. I’m worried about what will happen to us and our pack members.”
When I met my wolf at age twelve, Mom panicked and went into a coma for days. That’s how much she dreads my early shift.
Werewolves change at the age of fourteen, but they meet their partner at the age of eighteen. I transformed quickly at the age of twelve, unlike the other werewolves. Shifting early has never happened to anyone. But because of my type of wolf, I shifted early. Since then, Mom has never been the same. She always thinks some kind of misfortune will hit us someday because of my wolf.
“You don’t have to be scared, Kerah,” my father mumbles. “We will protect her as well as our people. You must have faith in me.”
“I’m terrified, Richard. Her wolf is powerful, and rogues will seek her power. I don’t want my little girl to go through hell,” she responds. “I’m scared.”
“You don’t believe I could protect our little girl?” He inquires. “I will protect her, even if it means dying for her.”
“We will both protect her,” she replies with a smile.
He takes her hand in his and softly squeezes it. He laughs. “Yes, that’s exactly what I want to hear.”
It is a blessing to have loving parents. My parents are very special to me. But sometimes they are extreme. I’m sixteen now, but I never leave the house alone. I’m always chaperoned.
“You don’t have to protect me,” I say flatly. “I shall be the one to protect you. Nothing will happen to our pack. And nothing will happen to me either.”
“Sure. Nothing will ever happen to you. Nothing,” my father says, hugging me tightly. I hear the fear in his voice, and I know he’s saying the words to comfort himself.
I grab him tightly, trying to assure him that he has nothing to worry about. Mother joins in the hug, silently sobbing.
“I’ll be fine,” I whisper, holding them both closely.
Sesuai dengan rencana Edhie, Kaiser—atau lebih tepatnya pihak Santograria—menyetujui usulan keluarga Caldwell. Transaksi pun berlanjut secara pribadi setelah urusan dengan sang Dominus selesai.Oswald tidak bisa menutupi raut kekecewaannya, tatkala Kaiser sendiri mengajukan diri untuk menemuinya terkait penandatanganan kesepakatan yang tidak berubah dan tetap sesuai dengan rencana awal.“Apa mereka ini bodoh!” teriaknya melempar berkas perjanjian sepeninggal rombongan dari Santograria.Napasnya memburu dengan sorot mata penuh amarah. “Untuk apa aku menyewa para mafia hitam itu jika pada akhirnya Caldwell tidak kehilangan apapun!”Seharusnya, rencana kali ini bisa digunakan Oswald sebagai senjata untuk menjatuhkan Edhie atas ketidakmampuannya dalam menjalankan tugas. Akan tetapi, Edhie justru memberikan hasil yang “memuaskan” dalam situasi normal untuknya.Bagaimana pria itu menyelesaikannya? Sudah jel
Edhie mengangkat sebelah tangannya, memesan segelas minuman non alkohol kepada bartender.“Ya! Terutama untuk kepulauan kecil seperti Landville, benar?”“Anda luar biasa, Tuan, sangat paham dengan maksud saya.” Sekali lagi Kaiser tersenyum lebar. “Jadi, apa kita masih perlu melakukan negosiasi lebih lanjut?”Edhie menyesap minumannya yang sudah tiba, ia lalu menggelengkan kepalanya. “Jika Anda mau bekerja sama dengan saya.”Sudut bibir yang tadinya terangkat, turun seketika. “Tuan, bukankah Anda seharusnya tahu di mana posisi Anda saat ini?” Kaiser menatap serius Edhie.“Jika Anda bertanya demikian ... tentu saja, posisi saya berada di bawah perintah Tuan Dominus,” jelas Edhie, “dan jika transaksi kali ini gagal, saya tidak akan mendapat bayaran,” lanjutnya diiringi tawa ringan yang sama sekali tidak membuat wajah Kaiser melunak.“Lalu, maksud Anda dengan bekerja sama?”“Lakukan transaksi sesuai kesepakatan awal ... tanpa denda,” ucap Edhie penuh penekanan.Kaiser berdiri lalu menggebr
Setelah dipersilahkan masuk ke ruangan dominus, Edhie lantas menghadap lelaki tua yang sepertinya sudah menunggu kedatanganya.“Bagaimana rencamu selanjutnya? Kamu sudah menaikkan harga transaski.”Edhie tidak goyah mendengar tuduhan dari sang dominus. Ia jelas sudah tahu jika ini semua merupakan siasat dari Oliver yang bekerja sama dengan Tuan Oswald.“Saya akan berusaha agar kerugian itu tidak terjadi—”“—dan jika terjadi?”“Saya akan membayar kerugian itu.”“Jangan terlalu naif Caldwell, kau pasti tahu apa yang aku inginkan.”Rahang Edhie mengeras, ia menarik napas dalam sebelum menjawab, “Saya akan mengakui ketidakmampuan saya di hadapan seluruh keluarga besar di rapat tahunan nanti.”Senyum Oswald terbit seketika.Ya. Bukan harta yang Oliver dan dominus inginkan, melainkan harga diri Edhie yang jatuh serta krisis kepercayaan dari para anggota keluarga besar terhadap kelurga Caldwell.Tidak mudah bagi Edhie membangun kepercayaan dari keluarga besar lain, terlebih dengan sikap ideal
“Karena di sini cukup berbahaya, saya sebagai perwakilan dari Tuan Gunther, ingin meminta bayaran lebih dari pihak Landville.”Tepat seperti dugaan Aaron dan Joe, semua yang terjadi di sini hanya sebuah jebakan untuk merugikan keluarga Caldwell.***“... Baiklah, tidak masalah. Besok aku akan menemui Tuan Oswald. ... Ya. Kau tempatkan saja Tuan Kaiser di hotel dekat dermaga. ... Hm. Perketat penjagaan di sana. Kalian harus bergantian, jangan sampai ada yang kelelahan. Terutama Aaron, jangan biarkan dia terjaga semalaman. ... Kau tahu apa yang harus kau lakukan, Joe. Aku serahkan urusan di sana padamu.”Edhie menutup panggilan dengan seringai tipis. “Ganti rugi, eh?”“Kita harus ke istana dominus besok ... tunggu ...,” sejenak setelah Edhie mengucapkan hal tersebut pada Jovan, ia pun lantas menggumam, “bagaimana dengan Lily?”“Ada apa, Bos?”“Aku sedang memikirkan, apa aku harus meninggalkan Lily di mansion atau membawanya bersamaku.”Jovan turut terdiam.“Sepertinya membiarkan nona Li






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews