Share

Bab 111

Penulis: Skyy
last update Tanggal publikasi: 2025-12-23 22:19:49

“Matikan seluruh sirkulasi medan!”

Perintah Harris, suaranya terdengar parau tapi tegas.

Lampu-lampu steril padam satu per satu. Garis Qi biru di lantai meredup, beberapa di antaranya retak permanen, meninggalkan bekas hitam seperti luka bakar pada kristal.

Heaven’s Pulse masih berdiri, namun tidak lagi utuh.

“Zona C dan D kolaps total,” lapor Raka dengan suara kaku. “Medan penyeimbang tidak bisa dipulihkan penuh. Kita… kita kehilangan tiga simpul inti.”

Liora berdiri di tengah ruangan, matanya
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Bangkitnya Dokter Agung   Bab 233

    Kirana tertegun. “Kau... sudah mempelajarinya?”Kirana terdiam sejenak, lalu menatap Harris dengan ekspresi terkejut. “Secepat itu?”Harris mengangguk santai. “Aku hanya melihatmu mendemonstrasikannya sekali. Tidak terlalu sulit.”Sekali lihat langsung paham?Kirana benar-benar tercengang.Saat pertama kali belajar mengendarai motor, ia harus mencoba ratusan kali sebelum akhirnya bisa menguasainya dengan lancar. Bahkan setelah itu, ia masih dipuji sebagai seorang jenius.Namun Harris? Pria itu hanya menonton sekali, lalu berkata sudah memahaminya.Ini bukan lagi bakat, jelas sesuatu yang tidak masuk akal.“Harris, jangan gegabah.” Kirana mengernyit, nada suaranya dipenuhi kekhawatiran. “Mengamati sekali saja belum cukup. Bagaimana kalau terjadi sesuatu di lintasan?”Namun Harris menatapnya dengan tenang, lalu tersenyum tipis. “Jangan khawatir. Aku benar-benar sudah memahaminya.” Pandangannya turun ke kedua tangan Kirana. “Lagipula, tubuhmu masih sedikit gemetar. Kau masih takut, bukan

  • Bangkitnya Dokter Agung   Bab 232

    “Ahhh!”Jeritan melengking menggema di lintasan saat Kirana mencengkeram setang sekuat tenaga, berusaha mengendalikan sepeda motor yang mendadak liar dan sulit ditaklukkan. Namun situasinya jauh dari mudah.Di satu sisi, lonjakan akselerasi yang tiba-tiba membuatnya panik. Dalam keadaan kalut, Kirana kesulitan menjaga keseimbangan kendaraan itu.Di sisi lain, Harris memeluknya erat dari belakang demi menstabilkan posisi mereka. Tubuh pria itu hampir menempel sepenuhnya ke punggungnya, dan Kirana bahkan dapat merasakan dentuman jantungnya yang kuat.Sensasi tersebut membuat wajahnya memanas. Pikirannya seketika kosong.Pada momen itu, seluruh pengalaman dan keahliannya seolah lenyap tanpa bekas.Sementara itu, Harris sama sekali tidak memiliki niat lain.Motor itu melaju oleng seperti orang mabuk, bergoyang ke kiri dan kanan, nyaris terbalik kapan saja. Karena itulah ia menahan tubuh Kirana dengan erat. Ia sedang melindunginya. Jika kendaraan itu benar-benar terjatuh, ia sudah siap men

  • Bangkitnya Dokter Agung   Bab 231

    “Harris, jangan pedulikan dia. Kalau kau belum bisa mengendarai motor, aku yang akan mengajarimu.”Melihat keduanya pergi bersama, wajah Nicholas berubah sedingin es. Di balik sorot matanya, sekilas terlintas niat membunuh yang suram.Clarentine dan Felix berpura-pura tidak melihat apa pun.Keduanya mendorong motor masing-masing menuju lintasan, seolah tak ingin ikut campur.Di sisi lain.Setelah membawa Harris berjalan agak jauh, Kirana berhenti. Ia berbalik, lalu menatap pria itu dengan sorot mata yang mengandung rasa bersalah. “Harris, maafkan aku. Aku tidak menyangka Nicholas akan bersikap sebegitu keterlaluan.” Suaranya melunak. “Kalau berada di sini membuatmu tidak nyaman, kita bisa pergi sekarang juga.”Namun tepat pada saat itu, suara Clarentine terdengar dari belakang, bernada geli dan penuh godaan. “Wah... langka sekali. Aku belum pernah melihat Kirana sepeduli ini pada pria mana pun.” Ia menahan tawa. “Jangan-jangan ini cinta sejati. Benar begitu, Felix?”Felix memasang waj

  • Bangkitnya Dokter Agung   Bab 230

    Arena balap terbuka itu sangat luas. Di bagian tengah terbentang lintasan melingkar berukuran besar, sementara di sekelilingnya berjajar sepeda motor premium dengan desain agresif dan mengilap.Saat itu, cukup banyak orang sedang memacu kendaraan mereka di lintasan.Deru mesin saling bersahutan.Sorak-sorai penonton menggema dari berbagai sisi, menciptakan atmosfer panas yang sarat adrenalin.Melihat pemandangan semarak tersebut, mata Kirana langsung berbinar. Semangatnya meningkat seketika. “Harris, ayo kita pilih motor!”Tanpa ragu ia meraih lengan pria itu dan menariknya menuju deretan kendaraan.Harris hanya tersenyum tipis, membiarkan dirinya dibawa pergi.Clarentine dan dua temannya jelas sudah sering datang ke tempat ini. Mereka dengan cepat memilih kendaraan yang biasa mereka gunakan, lalu mendorongnya keluar menuju area siap lintasan.Dari seluruh kelompok itu, hanya Harris yang belum memilih apa pun. Ia memang berniat mengamati terlebih dahulu, melihat cara orang lain mengen

  • Bangkitnya Dokter Agung   Bab 229

    Setelah itu, ia cepat-cepat mengalihkan topik.“Harris, ini Clarentine, sahabatku.” Kemudian ia menunjuk salah satu pria di sampingnya yang mengenakan pakaian kasual. “Ini Felix, putra sahabat ayahku. Kami sudah berteman sejak kecil.”Lalu ia menunjuk pria terakhir yang mengenakan setelan putih rapi. “Dan ini Nicholas. Dia baru kembali dari luar negeri. Klub ini milik keluarganya.”Harris mengangguk ringan dan menampilkan senyum tipis. “Halo.”Felix langsung menyambut dengan tawa lepas dan sikap akrab. “Haha, kalau kau teman Kirana, berarti kau juga temanku.” Ia menepuk dadanya sendiri. “Teman Felix adalah saudara. Tapi serius, aku tak menyangka gadis secantik Kirana bisa jatuh hati padamu.”Ia mendekat sedikit, lalu berbisik dramatis. “Ada rahasia khusus? Bagi ilmunya pada adikmu ini.”Sikap santainya membuat Harris cukup nyaman.Setidaknya, pria ini jauh lebih menyenangkan daripada kebanyakan anak orang kaya yang pernah ia temui.Sementara itu, Clarentine mengamati Harris dari atas

  • Bangkitnya Dokter Agung   Bab 228

    Harris mengangkat sebelah alis dan menatap Kirana dengan sorot mata ganjil. Ia benar-benar tidak menyangka perempuan itu ternyata gemar mencari sensasi.Sejujurnya, sejak kecil hingga dewasa, ia belum pernah sekali pun menyentuh sepeda motor.Saat keluarga Gunawan masih berada di masa jayanya, kendaraan seperti itu tidak pernah mereka butuhkan. Setelah kondisi keluarga jatuh, mereka justru tak lagi mampu membelinya.Karena itu, Harris memang sama sekali tidak tahu cara mengendarai motor. Namun justru karena itulah rasa penasarannya bangkit. Ia ingin mencoba sesuatu yang belum pernah disentuhnya.“Ayo, ikut denganku,” Kirana menyambutnya dengan penuh semangat.Dengan gerakan natural, ia nyaris menggandeng lengan Harris sebelum membawanya masuk ke klub motor.Keduanya terlebih dahulu mendaftar dan menyelesaikan pembayaran.Setelah itu, mereka menuju ruang ganti masing-masing untuk mengenakan perlengkapan balap.Harris selesai lebih dulu. Ia duduk tenang di ruang tunggu tanpa banyak eksp

  • Bangkitnya Dokter Agung   Bab 219

    Kirana tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Bahkan jika harus mengorbankan nyawanya, dia akan melindungi Harris.Tepat saat dia bersiap, sebuah tangan menepuk bahunya, ia terkejut dan menoleh.Harris berdiri di belakangnya, menatap lembut. “Kirana, serahkan padaku.”Harris menyaksikan tekad Kiran

  • Bangkitnya Dokter Agung   Bab 216

    “Kalau kamu masih bingung harus mulai dari mana, biar aku yang tuntun.”Tania Velora tersenyum tipis, lalu dengan sabar menjelaskan satu per satu cara menarik perhatian laki-laki. Nada bicaranya tenang, tapi penuh keyakinan, seolah apa yang ia sampaikan adalah sesuatu yang sudah ia kuasai di luar k

  • Bangkitnya Dokter Agung   Bab 8

    “Tidakkah kau lelah terus menatap benda itu?” Suara Queen terdengar lembut namun berhati-hati, seperti seseorang yang mencoba berbicara dengan hewan buas yang sedang tertidur.Harris duduk bersila di atas ra

  • Bangkitnya Dokter Agung   Bab 7

    “Ayah…”Suara itu pecah di udara, diiringi isak dan deru napas yang tertahan. Tubuh Tuan Besar Hidayat bergerak lemah di atas ranjang. Mata tuanya bergetar, kemudian perlahan terbuka, menatap langit-l

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status