LOGIN“Tolong beri pelajaran pada istri saya!” Danu mendekat pada Harry, lalu membisikkan sesuatu. “Hah?! Apa kamu gila?" Harry berteriak tertahan. “Tidur dengan istrimu?” “Dia hanya istri di atas kertas. Saya tidak selera sama dia,” jawab Danu dengan sinis. “Jadi maksudmu, dia jelek? Kamu suruh saya tidur dengan perempuan jelek? Wah … ini penghinaan namanya.” Harry jadi emosi mendengar ucapan Danu. “Kamu jangan nolak dulu.” Danu meraih ponselnya, lalu membuka gallery foto. Kemudian, ia memperlihatkan sebuah foto pada Harry. “Apa kamu tidak punya mata? Istri secantik ini malah mau dikasih ke laki-lain lain? Wah … jangan-jangan kamu yang sinting, bukan dia,” ejek Harry. Ia pun memilih untuk beranjak dari depan Danu. “Ah, sudahlah, aku sibuk.” “10 juta untuk satu jam.” Ucapan Danu menghentikan langkah Harry. “Cukup sekali saja, setelah itu, saya pun tidak akan datang ke sini lagi.” Suara Danu kembali mengusik Harry. “Saya akan atur waktunya besok malam.”
View More"Alahhh, jangan pura-pura! Kamu pikir saya akan percaya aja dengan kejadian papa saya yang tiba-tiba jantungan saat kamu mengaku hamil saat itu!" balas Harry sinis. "Saya sudah tahu, kalau bayi di perutmu itu adalah hasil hubungan gelapmu dengan Anton!""Apa?! Kamu selingkuh dengan sekretaris suamimu sendiri? Astagaa, perempuan macam apa kamu ini, Melia?" Hendry pun tak bisa tinggal diam mendengar penjelasan Harry."Bohong! Dia pasti ngarang!" bantah Melia keras sembari menunjuk Harry. "Sejak dulu, Harry menentang pernikahan kami! Dia pasti ingin menguasai semua harta suami saya!""Heh, Nyonya! Dengar ya, saya punya data yang akurat serta saksi yang bisa dipercaya. Apa perlu saya buka sekarang juga aibmu itu, Bu Melia? Atau...kita tunggu bayimu lahir dulu, baru kita tes DNA, gimana?" Harry bicara dengan tenang sembari memangku tangan di dada. "Saya hanya ingin kedua orang tua saya tenang di alam sana, jadi saya tidak ingin ribut-ribut tentang warisan mereka. Kalau kamu mau pergi denga
Menjelang waktu magrib, Andara tiba di apartemen sederhana yang disewanya sejak tiga bulan yang lalu sembari menggendong bayinya yang baru diambil dari tempat penitipan bayi. Tiga bulan yang lalu, sepulangnya dari rumah sakit, Andara langsung membawa bayinya ke sana. Ia berusaha menerima kenyataan. Awalnya memang sulit bagi Andara menerima bayinya yang cacat. Bahkan, selama seminggu dirawat di rumah sakit, ia sangat terpuruk. Andara bahkan menolak menyusui bayinya itu. Ia pun tak menghubungi orang tua atau saudaranya yang berada di Jawa Tengah. Andara tidak punya nyali untuk memberitahu keluarga besarnya mengenai kehancuran rumah tangganya dengan Danu. Bahkan, ia pun menyembunyikan kehamilannya pada mereka. Hidupnya sungguh sangat memalukan. Hamil dengan suami orang saat ia masih terikat pernikahan dengan Danu, ditambah lagi bayi yang dilahirkannya cacat.Selama tiga bulan, Andara merawat bayinya sendiri. Ia tak ingin menambah dosa dengan membuang bayi itu. Apalagi, ia pun mulai menc
Anna kembali aktif bekerja di perusahaan yang didirikan oleh mertuanya tiga bulan setelah melahirkan anak keduanya. Saat ini, usia Ameera sudah berjalan tujuh bulan. Jadi, sudah empat bulan, ia kembali aktif menjadi sekretaris sang CEO sekaligus ayah dari kedua anaknya. Sebenarnya, Harry menyerahkan keputusan pada istri tercintanya itu, apakah mau terus bekerja sebagai sekretarisnya atau di rumah saja menjaga kedua anak mereka, tapi karena Bu Ningsih masih betah tinggal bersama keluarga mereka, maka Anna menjadi lebih tenang meninggalkan anak-anaknya di bawah pengawasan Bu Ningsih dengan dua orang babysitter dan dua orang ART. Ditambah lagi, ada tukang kebun, satpam, dan Pak Ilham--suami Bu Ningsih yang sering berkunjung. Jadi tidak ada alasan buat Anna dan Harry untuk tidak tenang meninggalkan anak-anak mereka selama bekerja.Anna malah merasa, menjaga suaminya yang mantan playboy kelas kakap itu lebih penting. Walaupun sudah menikah selama dua tahun lebih, dan terlihat Harry begitu
Akhirnya, keesokan harinya, Anna bersama Harry dan kedua orang tuanya datang ke kantor polisi membezuk Danu. Mereka juga membawa dokter ahli jiwa yang terkenal untuk memeriksa kondisi Danu. Mereka ingin mendengar langsung dari dokter itu, apakah Danu perlu dirawat dokter jiwa atau depresi pria itu hanya sesaat saja akibat terguncang karena tiba-tiba masuk penjara.Di sana sudah menunggu Irsyad dan Rahma. Kedua orang tua Danu itu sudah tiba sejak pagi. Anna langsung menyapa dan menyalami mantan mertuanya itu dengan tulus. Bahkan, Anna memeluk Rahma. Ia benar-benar kasihan melihat kedua orang tua yang juga sangat ia sayangi sejak masih remaja dulu."Gimana keadaan Ayah dan Ibu?" tanya Anna usai menyalami Irsyad dan memeluk Rahma."Alhamdullillah, keadaan kami baik, Nak. Cuma kemarin habis pulang dari rumah kamu, Ayah sedikit drop kondisinya, tapi tadi habis subuh, alhamdullillah sudah membaik," jawab Rahma sambil tersenyum haru melihat kebaikan hati mantan menantunya itu. Andai dulu, Da






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews