Share

3. Penawaran Gila

Author: Blue Rose
last update publish date: 2026-01-14 05:31:16

"Oke singkat saja, karena kita sudah saling kenal. Saya akan menawarkan sesuatu padamu."

"Apa maksud Anda?" tanya Siti. "Maaf sebelumnya Pak, tapi saya hanya karyawan biasa dan hanya seorang Host Live. Saya bukan orang yang tepat untuk kerjasama dengan orang hebat seperti, Bapak... Tuan."

Siti berkali-kali melirik ke arah Victor yang hanya mengangkat bahu--tidak tau apa-apa. Namun di tengah kebingungan itu, Kieran tiba-tiba mendorong sebuah map dengan judul: 'Proposal Pernikahan'

"Menikahlah denganku, Siti."

Siti seperti hampir pingsan mendengar ucapan itu.

"Mohon maaf, Pak, ini gak masuk akal."

"Gak masuk akal bagaimana?"

"Menikah... ini--"

Kata-kata Siti terpotong oleh Victor yang heboh.

"Buset, Pih! Tiba-tiba banget ngelamar Siti! Gak gak boleh," ucapnya berdiri di depan keduanya.

"Iya Pak, ini gak boleh!"

Meskipun ada rasa panik, tapi Siti tetap menyadari posisinya. Menikah dengan sang CEO, rasanya seperti ia memimpikan menikah dengan aktor kesukaannya.

"Pih... please, bilang kalo ini cuma bercanda!" ujar Victor lagi.

Sementara pemuda yang hanya diam itu, tampak memijat pelipisnya. Pusing mungkin.

Victor sampai menggoyang-goyangkan lengan bisep sang ayah, sambil merengek agak ayahnya menjelaskan.

"Diam kamu, Victor!" ujar Kieran pelan.

Ia menatap Victor dengan tegas, dan Victor kembali menciut di hadapannya.

"Papi lagi tanya Siti, bukan minta pendapatmu. Biar dia yang menjawab," lanjutnya.

Kemudian ia beralih menatap Siti yang kebingungan hebat.

Ia pun bertanya lagi pada Siti,

"Kamu mau?"

"Ti--" Siti memejamkan mata untuk meyakinkan diri. "Tidak, Pak. Mohon maaf... saya tidak bisa."

Kieran menyandarkan punggungnya ke sofa dan bertanya.

"Hem... kamu menolak karena usia saya sudah tua, kan?"

Siti langsung menggeleng. Ia tak mungkin mengaku meski sebenarnya alasan utamanya itu. Sangat tidak masuk akal jika ia dan pria di depannya menikahinya.

"Bukankah itu wajar, Pak? Maksudnya Anda dan saya, sangat tidak masuk akal.jika kita menikah. Victor, anak kedua Anda bahkan seusia saya," jelas Siti hati-hati.

Victor mengangguk mantab. "Betul, Pih. Dia seusia aku, gimana caritanya kita dapet ibu tiri seusia anak kedua Papi ini?"

Victor sangat panik sejak ayahnya menawarkan pernikahan. Sebelumnya sang ayah bahkan tidak menceritakan semua rencana itu padanya.

Ia tahu tak perlu tahu semua rencana sang ayah. Namun ini berkaitan dengannya dan dengan teman debatnya di kampus. Ia merasa malu dan ingin menyembunyikan wajahnya di manapun.

Kieran sendiri yang menjadi sumber rasa malu Victor, hanya tersenyum tenang. Ia seolah sudah bersiap dengan penolakan tersebut.

"Kamu benar, dan yakini menolaknya?"

Siti agak ragu, tapi ia segera mengangguk. "Iya Pak, mohon maaf saya menolak."

Kieran pun mengangguk, lalu berkata. "Baiklah, kamu boleh keluar."

Tidak ada wajah kecewa atau malu di wajah Kieran, tapi Siti merasa was-was. Ia pun pamit dengan sopan.

.

Siti pulang ke rumah dengan pikiran yang terus beradu. Mengingat bagaimana seorang CEO mengajukan pernikahan padanya.

Sambil mencuci piring, ia terus memikirkan kemungkinan pria kaya, tampan dan usianya cukup tua untuknya itu mengajaknya menikah. Jika itu kemauan Victor, juga tidak mungkin. Victor saja terlihat takut pada ayahnya sendiri.

Meski ia dan Victor sering berdebat dan saling mengatai satu sama lain, ia tahu bagaimana pemuda itu. Victor hanya bercanda soal tawaran menjadi ibu tiri, tapi Kieran seolah merealisasikannya.

Tak lama setelah ia selesai bersih-bersih dan bisa bersantai sejenak. Ada telpon masuk dari Victor.

Siti mengeryitkan keningnya. "Dari mana dia dapat nomorku?"

Namun kalau dipikir-pikir, Victor mungkin sudah memilikinya. Hanya karena hubungan mereka tak baik, makanya tak pernah digunakan. Atau Victor mengancam Febi agar memberi kontaknya.

"Bodo amatlah," gumamnya.

Ia mengangkat telpon dari pemuda tengil itu.

"Lama amat ngangkat telponnya!" geram dari sebrang sana.

"Yeu... udah untung gue angkat. Cepetan mau ngomong apa?!" balas Siti tak kalah kesal.

"Soal tadilah, apalagi? Bokap gue gila kayaknya, jadi lo gak usah GR!"

Siti tertawa kecil mendengarnya. "Siapa juga yang GR, dih! Gue juga masih shock. Lagian kesambet apa sih Bokap lu tiba-tiba ngajak gue nikah?"

"Gak tau gue, intinya dia udah gila sih."

Hening sejenak menyelimuti mereka berdua.

"Lu telpon gue cuma mau ngomong kek gitu?" tanya Siti kemudian.

Victor terdengar menghela napas. Siti seolah bisa melihat ekspresi dari sebrang sana, mungkin sedang frustasi. Lagipula siapa yang tak setres ketika melihat ayahnya akan menikahi orang yang hampir setiap hari berdebat dengannya, seumuran lagi.

"Gue gak mau ada yang tau tentang ini selain kita."

"Iya tau. Gue bukan ember kek elo ya."

"Lo--"

"Lagian kalo gue cerita ke orang juga paling gue dikira orang gila."

Victor berdecak. "Ck... iya juga. Lu pasti bakal tambah dibully sih."

"Gak usah sok suci deh lo. Yang tiap hari ngebully gue, ya elu!"

Tawa terdengar dari sebrang sana, sebelum akhirnya mereka mengakhiri permbicaraan dengan perdebatan pula.

Siti sangat bingung di situasi ini. Ekspresi Kieran jelas menunjukkan kalau ia sedang serius, tidak bercanda. Lalu map dengan tulisan 'Perjanjian Pernikahan', jelas disusun rapih, bukan untuk bercanda pastinya.

Ia kemudian mengetik di aplikasi AI untuk bertanya mengenai keresahannya itu. AI memberi jawaban tentang banyak kemungkinan, terutama saat ia menyebutkan tentang reaksi Victor.

AI jelas mendukung pernyataan Victor. Itu tidak mungkin kalau Kieran menawarinya sebuah pernikahan dalam keadaan waras.

Siti kemudian teringat. Orang kaya ujiannya bukan lagi tentang ekonomi, tapi kesehatan fisik dan mental, biasanya. Mungkin Kieran termasuk yang kena mental.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Dinikahi Duda dengan 4 Anak Bujang   63. Merasa Tak Dilindungi

    Siti membuka mata setelah seharian pingsan. Namun di sana tidak ada siapa-siapa, selain Evi--pembantu rumah. Evi yang melihat pergerakan dari nyonya Kingsley pun langsung berdiri dari duduknya dan merasa sangat bahagia. Ia pun memencet tombol untuk memanggil perawat dan juga langsung menawarkan Siti untuk minum. "Nyonya, apakah haus?" Siti pun langsung mengangguk. Evi kemudian memberikan Siti minum. Tak lama, Dokter datang dan memeriksa Siti singkat dengan bantuan para perawat. Dokter menyampaikan kalau Siti sudah mulai membaik dan butuh waktu 2 hari sampai 3 hari agar mereka bisa memastikan kembali apakah Siti bisa pulang atau tidak. ​Setelah dokter dan perawat pergi pun, Siti melihat ke arah Evi dan bertanya, "Mbak Evi, Kieran mana?" tanyanya. Evi pun terlihat berpikir sejenak. "Tadi sih Tuan menyampaikan untuk saya menjaga Nyonya. Kalau bangun saya kabari Beliau. Saya sudah kabari beliau, tapi beliau tidak menceritakan di mana sekarang beliau," jawab Evi agak muter-muter. Tap

  • Dinikahi Duda dengan 4 Anak Bujang   62. Terorganisir

    Brak! Victor, Julian, dan Edric keluar dari pintu tersebut dan langsung menerjang orang-orang yang menghalangi mereka. "Minggir woy!" teriak Edric yang paling belakang. "Minggir bangsat! Lo pada ngapain?!" bentak Victor. Tak hanya itu, ia mendorong dua gadis yang menahan Siti yang sudah hampir pingsan itu. "Aaaa!" para gadis itu terjatuh. Sementara dua yang lain terlihat saling merapat dan ketakutan melihat tiga putra Kingsleu datang. Tak hanya itu, saat Victor dan Julian mengngkat Siti, Kieran datang dengan panik. "Ada apa ini?" tanya Kieran. "Siti--" Edric belum selesai bicara karena keempat gadis itu akan kabur. Ia kemudian menghadang dan menangkap dua dari mereka, tapi yang dua lain berhasil lari. Julian menyerahkan pegangannya pada Siti ke ayahnya. "Siti?!" ujar Kieran shock. Victor lalu menyerahkan gendongannya pada sang ayah sepenuhnya. "Aku akan urus mereka, Pih." "Oke." Kieran tak bisa memikirkan hal lain sekarang. Ia langsung bergegas

  • Dinikahi Duda dengan 4 Anak Bujang   61. Topeng Terlepas

    "Gak tau gue, mereka terlalu bahaya menurut feeling gue," ujar Victor. Ia membawa kacang entah dari mana, yang juga dicemili oleh Edric. "Memang Maminya Julian tinggal di US juga?" tanya Siti. "Enggak, pindah-pindah dia," jawab Victor secara alami. Posisi Victor ada di tengah dan Edric di sisi kanan Victor, dan Siti di sebelah kirinya. Edric juga menjelaskan, "Secara gak langsung, dia itu emang bosenan pada banyak hal termasuk pas nikah sama Papi. Mereka cerai karena si Tante bosen aja." Siti manggut-manggut. "Oh gitu, tapi Julian keliatan sayang banget sama dia." "Mungkin karena Emak kandung," ujar Victor. "Em... tapi aku masih bingung. Edric pernah serumah sama Maminya Julian berarti?" tanya Siti. ​Edric mengangguk, "Dari sejak gue dibawa ke Mansion udah ada dia," balasnya. ​Di situ Siti mulai bingung lagi. Kalau dilihat dari timeline lahirnya Julian yang jaraknya cukup jauh dengan Edric, kemudian Edric yang sudah bertemu dengan ibu Julian di mansion, kemudia

  • Dinikahi Duda dengan 4 Anak Bujang   60. Pura-pura

    Pintu kamar itu didobrak dan langsung terbuka kencang. Kieran dan Siti spontan memisahkan diri. Kieran spontan menutupi tubuh Siti dengan selimut yang sebenarnya belum ada yang terbuka sepenuhnya. Tapi wajah Kieran terlihat sangat tidak senang. "Apa yang kalian lakukan?!" geram Kieran. Ia benar-benar marah pada orang-orang yang mengganggu aktivitasnya. Di ambang pintu telah berdiri Putri Wijaya dan dua pria dengan penampilan bodyguard. "Om, kalian lagi ngapain?" tanya Putri tidak menyangka. "Ya mau ngeseks lah sama istri," jawab Kieran enteng. Plak! Siti langsung menggeplak lengan bisep suaminya, saking tak terkontrolnya mulutnya itu. "Mas!" bisiknya. Putri terluhat gelisah seperti tak percaya pada sesuatu, tapi terlanjut melihat kenyataannya. "Tapi Om, bukannya kamu--" "Dasar brengsek, ganggu privasi orang! Keluar!" Di titik itu, Putri yang sebenarnya dari keluarga terkuat di Ibukota pun tak berdaya. Ia langsung berlari sambil menangis, sementara kedua body

  • Dinikahi Duda dengan 4 Anak Bujang   59. Racun?

    "Siti, kamu tenang saja. Aku punya rencana," potong Kieran. "Saya juga, Pak... eh saya, aku maksudnya Mas, hehe!" Kieran terkekeh melihat Siti yang saking semangatnya sampai lupa panggilan mereka. Ia menggenggam tangan Siti dengan tangan kirinya, dan mengelus pipinya dengan tangan kanannya. "Sayang, maksudku... aku udah siap dengan keadaan ini. Pada dasarnya aku udah bisa menhadapi situasi seperti ini selama bertahun-tahun." "Tapi Mas, itu... aku sempet liat seorang pelayan memasukkan obat ke dalam gelas yang kemudian di kasih ke kamu. Kamu tadi minum?" tanya Siti. Kini giliran Siti yang menggenggam tangan suaminya, ia begitu takut dengan apa yang akan mereka hadapi. "Aku--" "Mas, serius kamu gak minum dari gelas itu kan?" Kieran menghela napas, ia merasa tubuhnya sudah tidak nyaman. "Itu..." gumamnya sambil menggaruk tengkuknya sendiri. "Panas banget, Sayang. Lemes." Siti mendelik, ia panik. Sementara Kieran terus menggosok-gosok dadanya sendiri. Ia berusaha m

  • Dinikahi Duda dengan 4 Anak Bujang   58. Kecurigaan Berbahaya

    "Hai, Om! Apakabar?!" Wanita itu langsung datang dan merangkul lengan Kieran dengan sangat percaya diri. Kieran terpaku sejenak karrna terkejut dan mengingat-ingat siapa sosok yang dengan lancang menyentuhnya itu. Ia langsung menyingkirkan tangan wanita itu dan menjaga jarak lebih jauh darinya. "Who are you?" tanyanya dengan tatapan tajam. "Hai Om, ini aku. Putri Wijaya, masa Om lupa sih?" Putri dari keluarga Wijaya itu tersenyum lebar dan sangat excited bertemu dengan Kieran. "Oh, ya. Ingat," gumam Kieran sebagai formalitas. Padahal ia hanya mengingat wanita itu sebagai wanita gila. "Oh, ya. Ingat," gumam Kieran hanya sebagai formalitas. Padahal, ia hanya mengingat wanita itu sebagai wanita gila. ​Mungkin beberapa pria akan senang dengan wanita yang atraktif, tapi Kieran sudah terlalu trauma dengan wanita-wanita yang terlalu aktif mengejar pria. Hal itulah yang ia suka dari Siti. Siti terlalu tenang dari segi usia, Siti muda namun dewasa dan penuh profesionalitas.

  • Dinikahi Duda dengan 4 Anak Bujang   12. Pertemuan Keluarga

    Seperti yang diharapkan dari tempat tinggal orang kaya, begitu mewah. Mansion itu terletak di komplek perumahan elit, di mana banyak sekali rumah mewah. Siti dijemput oleh sopir Kieran, dan diperlakukan setara dengan Kieran. Seolah-olah Kieran sudah menegaskan posisinya pada semua orang. Bagi ora

    last updateLast Updated : 2026-03-18
  • Dinikahi Duda dengan 4 Anak Bujang   11. Mereka Tau Terlalu Cepat

    Kieran sibuk menjawab telpon grup dari ketiga anaknya yang lain. Edric sudah marah-marah secara langsung, kini giliran Keiron, Victor, dan bahkan Julian yang ada di Amerika. "Kita rapat keluarga aja besok. Buat Julian bisa online aja," ujar Kieran sudah lelah diberondong omelan. "Pih, seriousl

    last updateLast Updated : 2026-03-18
  • Dinikahi Duda dengan 4 Anak Bujang   13. Rapat Keluarga

    Kieran hampir saja buka mulut, tapi Keiron langsung memberi tatapan peringatan pada sang adik. Selain Kieran, Keiron ai sulung juga begitu disegani oleh adik-adiknya, jadi adik-adiknya tak berani membantah. Meski Edric kelihatan ingin berdiri, ia menahannya. Hal itu membuat Siti tambah yakin, kala

    last updateLast Updated : 2026-03-18
  • Dinikahi Duda dengan 4 Anak Bujang   10. Pembantu Halu

    "Ini toko perhiasan K. Jewelry?" Kieran hanya mengangguk cuek. Ia kemudian menawarkan lengannya untuk dipegang Siti. Siti yang kebingungan pun hanya melihat tangan itu tanpa respon. Sementara Kieran yang greget, langsung menarik tangan Siti dan mengajaknya masuk. "Kita mau ngapain, Pak?" "

    last updateLast Updated : 2026-03-17
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status