LOGINVEGAS (เวกัส) เวกัส นักศึกษาวิศวะปีสาม หลงใหลในการแข่งรถ สุขุมในคราบเสือร้าย และสามารถทำทุกอย่างเพื่อให้ได้ในสิ่งที่ต้องการ "เธอหมดประโยชน์สำหรับกูแล้ว…ไม่จำเป็นต้องสนใจอีก" NICHA (นิชา) นิชา นักศึกษาสัตวแพทย์ปีหนึ่ง น่ารัก อ่อนหวาน รักสัตว์ ไม่ซับซ้อน และใสซื่อจนตกเป็นเครื่องมือในการแก้แค้นของใครบางคน "เพราะนิเอง…ที่โง่ไปหลงกลคนแบบเขา"
View MoreJarum panjang jam terus berdetak memutar melewati setiap garis kecil penanda detik waktu terus berlalu. Suara detak jam tak bisa terdengar, terkalahkan oleh suara kencang musik DJ yang mengalun membuat suasana dalam ruangan di lantai 25 itu bergema begitu memekakan telinga.
Malvin untuk kesekian kalinya kembali memperhatikan jam dinding, yang tergantung di dinding atas meja bartender yang tengah sibuk menyiapkan minuman yang sudah masuk list pesanan. Pria dengan tampilan maskulin itu mencoba menyeruput kopi dingin dalam genggaman, guna mengusir sedikit rasa kesal yang tengah ia rasakan.Seorang wanita dengan pakaian seksi memperlihatkan lekuk tubuh, tiba-tiba datang menghampirinya menawarkan segelas sampanye mencoba menarik atensi. Ramput pirang yang sengaja digerai dikibaskan ke belakang, demi mengekspos bagian pundak sampai belahan baju. Namun, melirik pun tidak, Malvin justru mengabaikan wanita tersebut. Karena semakin lama merasa terganggu, pria itu akhirnya melirik dengan mata tajamnya."Pergilah!" usir Malvin dengan dingin. Membuat wanita dengan pakaian kurang bahan itu mendengkus kesal dan langsung berdiri melenggang pergi.Jika bukan karena pertemuan yang diajukan Andreas—anak salah satu pemilik perusahaan yang sudah berinvestasi dengan jumlah besar ke Batara Group perusahaan cabang New York—ia tidak akan mau menerima janji temu di salah satu hotel, yang ternyata tepat di lantai dua puluh limanya adalah sebuah bangunan yang ditujukan untuk kelab malam. Pria itu mengalihkan atensinya, sekali lagi menatap jam di pergelangan tangan."Aku sudah tidak bisa menunggu lagi," cetus Malvin meletakkan gelas berisi kopi dingin yang baru diminum separuh. Saat ia akan segera beranjak, tiba-tiba ada yang memanggil namanya."Malvin, tunggu!"Pria itu menoleh ke sumber suara, hingga dilihatnya seorang pria yang ia tunggu sejak tadi."Mister Andreas benar?" tanya Malvin mengurungkan niatnya untuk segera pergi. Dengan sopan ia ulurkan tangan."Yeah," jawab Andreas seraya membalas uluran tangan Malvin dengan gemulai serta tatapan yang tampak aneh, hal itu berhasil membuat Malvin sedikit mengerutkan alis. Namun, dengan cepat ia kembali fokus dengan apa yang akan ia lakukan, untuk kejanggalan dari sikap Andreas ia akan memikirkannya sambil lalu."Jadi Mister, hal mendesak apa yang ingin Anda bicarakan? Saya mendengar dari sekretaris saya bahwa jika saya tidak datang ke sini, perusahaan Anda akan membatalkan investasi," tanya Malvin langsung ke intinya. Karena ia sudah mulai merasa muak berada dalam kebisingan serta waktunya telah banyak terbuang sia-sia karena pertemuan ini.Andreas tampak langsung salah tingkah ditanya hal demikian. Beberapa kali, ia tampak membenarkan letak rambut ke belakang telinga. Membuat Malvin semakin merasakan keanehan dengan kepribadian Andreas, yang terpancar dari sikap serta tindakannya sekarang."Ah, iya aku sudah lama memperhatikanmu Malvin...," ucap Andreas tampak terjeda."Em ... aku pikir aku menyukaimu," aku Andreas langsung bersemu merah.Sontak Malvin terbelalak, dengan jelas kedua telinganya mendengar pengakuan dari seorang Andreas yang ia tahu jika jenis kelaminnya itu sama dengannya. Dari wajah serta badannya pun sangat bisa menjelaskan bahwa Andreas juga seorang pria."Saya harap Anda menerima perasaan saya dan saya mengundang Anda untuk menghabiskan malam bersama," imbuh Andreas dengan berani memberikan tatapan menggoda, tanpa malu ia mencoba meraih tangan Malvin di sampingnya."Menjijikan!" umpat Malvin membuat Andreas bertanya-tanya dengan apa yang Malvin ucapkan karena ia tidak paham dengan reaksi pria yang membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertama, karena melihat postur tubuh Malvin yang membuatnya begitu terobsesi untuk bisa menikmati tubuh indah itu.Dengan kasar Malvin menarik tangannya, ingin sekali pria itu melayangkan pukulan ke wajah Andreas, tetapi urung karena memikirkan dampak yang timbul nantinya. Saat ini, Malvin mencoba berpikiran dingin walaupun otaknya mendidih dan tubuhnya merasa jijik."Jawaban saya tidak! Saya laki-laki normal Mister Andreas dan saya suka wanita. Maaf, saya harus pergi!" sangkal Malvin ingin segera pergi sebelum kemarahannya semakin meluap, meninggalkan Andreas yang tampak tidak senang melihat Malvin hendak beranjak dari duduknya. Dengan kasar pria itu kembali mendudukkan Malvin."Ayolah Malvin, aku tahu kamu juga menyukaiku kan? Mungkin kamu tidak sepertiku, tetapi mungkin saja jika kamu menyukai pria dan wanita pada saat yang bersamaan. Sejujurnya, aku tidak punya masalah dengan itu," cetus Andreas dengan percaya diri menatap wajah menawan Malvin dari dekat."Holy Shit!" Malvin sontak mengepalkan genggaman tangan, mata tajamnya menyoroti Andreas yang justru tampak menyeringai. Dengan kasar pula Malvin mendorong tubuh Andreas menjauh."Damn it! Cukup dengan penghinaan ini. Saya akan menuntut Anda atas pencemaran nama baik. Tidak peduli apakah Anda anak pimpinan perusahaan atau bukan!" Amarah Malvin meluap, kembali ia dihina tentang hasrat seksualnya.Gelas kopi dalam genggaman tampak bergetar, ingin sekali ia menghantam wajah campuran eropa itu dengan tinju tangannya. Namun, otaknya berkali-kali memperingatkan untuk tidak bertindak ceroboh."Menyebalkan!" cebik Malvin dengan amarah yang terkumpul dalam genggaman tangan. Hingga sedetik kemudian, gelas yang tengah digenggam justru pecah. Sontak membuat Andreas serta beberapa bartender mengangga menyaksikannya.Napas Malvin menderu, tatapannya tajam menatap Andreas yang langsung berubah ciut. Salah satu pelayan wanita yang terkejut melihat tangan Malvin berdarah berinisiatif mendekat dengan kotak P3K. Atensi Malvin teralihkan, ia diajak ke luar kelab malam untuk segera diobati."Aku tidak bisa membiarkan itu terjadi. Reputasiku di mata Papah bisa rusak," keluh Andreas seraya menggigit kuku jari merasa frustasi dengan ancaman Malvin."Sebelum itu, aku harus menghancurkan reputasi Malvin dulu. Yeah!" Seringai Andreas begitu puas.***Pukul sepuluh pagi waktu Jakarta, kota metropolitan dengan segala aktifitasnya. Tepat di lantai paling atas perusahaan Batara Group, ruangan presdir pendiri perusahaan berada. Sama halnya dengan kondisi di luar gedung yang nampak terik nan panas. Suasana dalam ruangan pun sama walaupun pendingin ruangan terus bekerja, hal itu tidak berhasil membuat suasana menjadi dingin karena sebuah majalah bisnis penerbitan ternama telah mengangkat hot issue terbaru yang berhasil membuat Batara Group ikut terguncang.Kakek Rama dan Pak Hakim tampak saling pandang, mencoba menutupi kebenaran dari Nenek Puspa yang tiba-tiba datang ke kantor."Honey, wajahmu kenapa? Kok kamu jadi pucat seperti ini?" Nenek Puspa mendekati suaminya."Ah, tidak apa-apa. Sepertinya aku kurang minum saja," jawab Kakek Rama memperbaiki ekspresi wajahnya."Atau jangan-jangan ada yang kau sembunyikan?" tanya Nenek Puspa menyadari gelagat sang suami."Tidak, istriku. Tidak ada yang aku sembunyikan." Kakek Rama menelan ludah dengan susah payah."Aku tahu kamu berbohong!" Dengkus Nenek Puspa paham betul jika suaminya kini tengah berbohong.Nenek Puspa mencoba mencari di laci meja kerja, dugaannya sekarang jika suaminya pasti telah menyembunyikan makanan manis di mejanya diam-diam. Padahal Kakek Rama menderita diabetes. Ia harus segera menemukan makanan manis tersebut. Namun, bukannya makanan manis yang ditemukan, tetapi justru sebuah majalah yang entah kenapa menarik perhatian Nenek Puspa. Atensinya kini pun teralihkan dengan majalah bisnis yang kini sudah berada di tangannya.Terlampir di sampul depan majalah.BENARKAH MALVIN ALEXANDER BATARA, SEORANG CEO PERUSAHAAN BESAR BATARA GRUP CONTRUCTION & PROPERTY DIKABARKAN SEORANG GAY KARENA BERMALAM DENGAN SEORANG MODEL PRIA TERKENAL DI HOTEL?"Malvin ga–" ucap Nenek Puspa tersendat mengalihkan pandangan sejenak menatap Kakek Rama serta Pak Hakim bergantian tak percaya. Hingga akhirnya ia kehilangan kesadaran karena begitu terkejut dengan berita yang baru ia baca.Dengan gesit Pak Hakim langsung menangkap tubuh Nenek Puspa yang hampir terjatuh. Kakek Rama panik ia langsung menghampiri istrinya yang tiba-tiba pingsan. Hingga akhirnya dalam kemarahan yang meluap-luap Kakek Rama naik pitam. Wajahnya sudah tampak seperti kepiting rebus.Hingga dalam satu tarikan napas Kakek Rama berteriak penuh amarah."Malvin!"หนึ่งเดือนผ่านไปหลังจากผ่านงานแต่งงานสุดเลิศหรูอลังการที่พี่เวกัสจัดให้สมฐานะของเขาแล้ว เราก็ได้มาฮันนีมูนกันตามสัญญา แน่นอนว่าสถานที่ที่เราไปก็ยังเป็นประเทศมัลดีฟส์ตามใจคุณสามีสุดที่รักเช่นเคย ฉันและพี่เวกัสนั่งเครื่องบินส่วนตัวลงมาถึงประเทศ ก่อนที่จะนั่งเรือต่อไปที่เกาะที่พี่เวกัสจัดการหาข้อมูลมาแล้ว ใช้เวลาไม่นานพวกเราสองคนก็มาถึงเรียบร้อย"สวยมาก" สายตาฉันเป็นประกายทันทีที่ได้เห็นน้ำทะเลสีฟ้าใสทั่วทุกทิศ เราพักกันเป็นรีสอร์ตกลางน้ำที่มีห้องเป็นกระจกใสทั้งสี่ทิศ มองเห็นทะเลได้ทุกเมื่อที่เราเปิดผ้าม่านสวยเหมือนภาพในความฝันที่ฉันอยากดูกับตา แล้วสุดท้ายฉันก็ได้ดูมันจริงๆ"ชอบไหมคะ?" ฉันพยักหน้าระรัวตอบพี่เวกัส ในขณะที่สายตามองทะเลตาเป็นประกาย ไม่อยากจะละสายตาออกแม้แต่วินาทีเดียวมันสวยมากจริงๆ"พี่เคยเห็นหนูบันทึกรูปทะเล ที่นี่เป็นที่เดียวกันกับรูปที่หนูบันทึกไว้" ฉันหันไปมองคนตัวสูงทันทีที่เขาพูดจบ ความเอาใจใส่เสมอต้นเสมอปลายของเขาแบบนี้มีมาตลอด ฉันไม่เคยพูดว่าอยากได้อยากไปแต่เขาก็เนรมิตทุกอย่างได้ถูกใจฉันตลอดเวลา เขาทำให้ความฝันฉันเป็นจริงทุกอย่างทั้งที่บางอย่างฉันก็ไม่ได้เรียกร้อง
"งานพี่ยังไม่เสร็จ" ฉันใช้มือบางดันแผงอกแกร่วไว้ ปรายตามองแฟ้มเอกสารบนโต๊ะที่เขาต้องรีบจัดการให้เสร็จ"ไว้ค่อยทำ" ร่างสูงไม่คิดจะสนใจมันเลยสักนิด เขาล้วงกระเป๋าหยิบโทรศัพท์เครื่องหรู ก่อนที่จะกดเบอร์โทรหาใครบางคนในขณะที่สายตาก็มองฉันราวกับอยากจะกลืนกินไปทั้งตัว"บอกเลขากูว่าเลื่อนเอกสารที่จะส่งให้ลูกค้าออกไปก่อน ถ้ารอไม่ได้ก็ยกเลิกสัญญาไป แล้วอย่าให้ใครมารบกวนห้องกู"ติ๊ด.ฉันยังไม่ทันได้ยินคำตอบจากปลายสายพี่เวกัสก็กดตัดสายไปเรียบร้อยแล้ว เขาหันมาสนใจฉันอีกครั้ง มือหนาก็ลูบไล้ขาอ่อนผ่านกระโปรงพลีทนักศึกษาที่ฉันสวมใส่"เซ็นเอกสารก่อนไหมคะ แค่สองแฟ้มเอง" ฉันพยายามห้ามเขาไว้ คิดจะเสียลูกค้าง่ายๆ แบบนี้ไปเลยเหรอ…เพียงเพราะอยากกินฉันเนี่ยนะ"พี่รอไม่ได้แล้วค่ะ" เสียงทุ้มเอ่ยแหบแห้งข้างหูจนขนกายลุกซู่กับความร้อนแรงที่กำลังจะเริ่มเกิดขึ้น ฉันมองเขาด้วยสายตาที่เป็นประกาย ยอมตัวอ่อนระทวยเป็นของเขาอย่างเช่นทุกครั้งไม่มีขัด เพียงเพราะคำพูดไม่กี่คำที่เป่าหูฉันจนยอมพลีกายเป็นของเขาแต่โดยดี"รอไม่ได้ ก็ไม่ต้องรอแล้วค่ะ" ฉันยิ้มหวานๆ ตอบเขา มือบางก็โอบรอบคออย่างเชื้อเชิญ"เมียพี่น่ารักจริงๆ" ว่าจบคน
"นายประชุมอยู่ครับ อีกไม่เกินสิบนาทีจะเสร็จแล้วครับ" ฉันลงจากรถสปอร์ตหรูด้วยชุดนักศึกษา หลังจากที่เลิกเรียนก็ถูกบอดี้การ์ดของพี่เวกัสขับมาที่บริษัทของเขาตามคำสั่งของพี่เวกัส ฉันยิ้มรับเข้าใจในคำบอกของพี่การ์ด ก่อนที่เราสองคนจะเดินเข้าไปในบริษัทของพี่เวกัสตามปกติเช่นทุกวันฉันยิ้มแห้งๆ เมื่อผ่านไปทางไหนพนักงานก็จะคอยหยุดเดินแล้วก้มหัวให้ฉันด้วยความเคารพ เอาจริงๆ ยังไม่ค่อยชินกับอะไรแบบนี้เลย บางคนอายุเยอะกว่าฉันด้วยซ้ำแต่ฉันก็ต้องทำตัวชินเพราะพี่เวกัสสั่งไว้"พี่พายุวางของบนโต๊ะได้เลยนะคะ" ฉันบอกบอดี้การ์ดที่พี่เวกัสให้ตามติดตัวฉันไปทุกที่ พี่พายุพยักหน้าแล้ววางถุงขนมที่ถือพะรุงพะรังของฉันไว้บนโต๊ะกลางของห้องทำงานใหญ่โต ก่อนที่เขาจะก้มหัวให้ฉันเล็กน้อยแล้วเดินออกไปจากห้องนั่งรอไม่นานเสียงประตูห้องทำงานก็ถูกเปิดออก เจ้าของห้องทำงานเดินเข้ามาด้วยใบหน้าเหนื่อยล้าจากการประชุม พอเห็นฉันก็รีบเดินเข้ามาล้มมานั่งด้านข้างฉันทันที"เหนื่อยเหรอคะ?" ฉันหันไปถามร่างสูง ช่วงนี้เขาทำงานหนักทั้งวันทั้งคืนแทบไม่ค่อยได้พักผ่อนเลย"นิดหน่อยครับ" เรียวปากหนายกยิ้มบางๆ มองฉัน ก่อนที่จะหลับตาลงพักแล้วโน้มม
"จะแข่งแล้วๆ" เจ๊ๆ รีบตะโกนโหวกเหวกด้วยความตื่นเต้น ก่อนที่ทุกคนจะตั้งหน้าตั้งตารอการแข่งขันแมตช์พิเศษที่กำลังจะเริ่มขึ้น รวมไปถึงฉันที่จดจ้องร่างสูงผ่านรถแข่งคันโฉบเฉี่ยวคนละสไตล์กัน ฉันกุมมือตัวเองแน่นเฝ้ารอการแข่งขันที่ถึงแม้จะเป็นแค่การทำเพื่อโปรโมทสนามแข่ง แต่ทั้งสองคนที่กำลังลงท้าชิงกลับมีอิทธิพลต่อใจทั้งคู่ ในใจได้แต่ภาวนาไม่ให้ทั้งสองคนเป็นอะไรไปจากแข่งในครั้งนี้ ขอให้ทุกอย่างผ่านไปด้วยดีและได้ในสิ่งที่พี่เวกัสหวังและต้องการอยากให้สนามแข่งของเขาโด่งดังไปไกลกว่าเดิมปั๊ง!เสียงปืนยิงขึ้นฟ้าส่งสัญญาณการเริ่มออกตัวของนักแข่งซ้ายขวา ธงลายขาวดำโบกสะบัดพลิ้วไหวด้วยพริตตี้สาวสุดสวย ก่อนที่รถยนต์สองคันจะเหยียบคันเร่งพุ่งตัวออกจากจุดสตาร์ทพร้อมกัน แล่นบนถนนสำหรับการแข่งขันด้วยความเร็วที่ทำเอาฉันหวาดเสียวมองตามอย่างไม่ละสายตาเสียงกล้องของสื่อมวลชนกดถ่ายชัตเตอร์รัวๆ เฝ้ารอการแข่งขันสุดดุเดือดระหว่างนักธุรกิจอสังหาริมทรัพย์ที่ควบคู่ด้วยตำแหน่งเจ้าของสนามแข่งที่ใหญ่ติดอันดับกับนักแข่งรถมืออาชีพที่โด่งดังไปไกลถึงต่างประเทศนั้นก็คือพี่ชายฉันเอง"โอ้ย…กินกันไม่ลงเลย" พี่อิงดาวจากที่นั่งในตอน
"สวัสดีค่ะ" ฉันเดินเข้าไปในสำนักงานของพี่เวกัสที่มีบรรดาพี่น้องและแฟนพี่น้องของเขาอยู่กันครบคน ซึ่งทุกคนฉันก็สนิทกันหมดแล้วเพราะเจอกันอยู่บ่อยๆ นั้นก็รวมไปถึงแฟนของพี่ๆ เขาที่เป็นมิตรและเข้ากันได้ทุกคนเลย แก็งนี้เขามีสเปคไม่ต่างกันเลย สวย อ่อนโยน และใจดีเหมือนกันหมด แต่ก็จะมีบางคนที่มีความห้าวไปนิด
มาถึงวันที่ฉันไม่ค่อยอยากให้มาถึงเท่าไหร่เลย วันที่พี่เวกัสและพี่นาวินต้องลงสนามแข่งจริงจังแมตช์กระชับมิตรที่จะโฆษณาสนามแข่งรถของพี่เวกัสให้ดังไปทั่ว ไม่เว้นแม้แต่ชาวต่างชาติที่เริ่มมีบทบาทในการประชาสัมพันธ์ในครั้งนี้ด้วย"คุณพลอยและคุณน้ำขิงมาถึงแล้วครับ" เสียงทุ้มของบอดี้การ์ดพี่เวกัสที่รอประจำอย
หนึ่งปีผ่านไป"นิชาครับ…" เงียบ"หนู…" ฉันทำเมินเฉยต่อเสียงของร่างสูงที่เรียกหาฉันตั้งแต่ที่เดินเข้ามาในห้องนอน จนฉันหยิบผ้าเช็ดตัวจะอาบน้ำเจ้าตัวก็ยังเดินตามมาขวางทางฉันไว้ ฉันเลยหาทางอื่นเลี่ยงจะหนีเขาไป สุดท้ายก็โดนร่างสูงเดินตามมาขวาง จนต้องช้อนสายตาเอาเรื่องมองหน้าเขาทันที"หลีกค่ะ" ฉันกดเสียง
ฉันนอนนิ่งในท่าหันหลังให้พี่เวกัสบนเตียงนอนเรียบ เราอยู่ในห้องนอนด้วยกันก็จริง แต่ทั้งฉันและเขาต่างไม่มีใครพูดอะไรกันเลย เหตุการณ์วันนี้ทำให้ฉันจุกจนพูดอะไรไม่ออก ทั้งเรื่องที่ครอบครัวเขาเป็นมาเฟียใหญ่ และเรื่องของพี่นาวินที่ถูกกีดกันความรักจากครอบครัวเขา ทั้งที่ฉันไม่เข้าใจเหตุผลของการกระทำทั้งหมด





