LOGINPasca dipecat dari pekerjaan lamanya, Alsha memilih untuk menjadi 'Pacar Sewaan' dari sebuah agensi tempat salah satu temannya bekerja. Namun, suatu ketika terjadi sebuah insiden yang memicu kesalahanpahaman, yang kemudian membuat Alsha terjebak dalam sebuah pernikahan dadakan bersama dengan kliennya.
View MoreHari yang cerah dan sibuk, di tengah hiruk-pikuk keramaian ibu kota yang selalu dipenuhi oleh orang-orang pekerja, Alsha mengayunkan langkahnya memasuki area gerbang depan stasiun MRT yang sedang ramai orang. Jam 9 pagi, adalah jamnya orang-orang kantoran berangkat ke tempat kerja masing-masing. Menghabiskan waktu untuk membantu perusahaan demi mendapatkan gaji, lalu menghabiskan bayaran mereka dalam waktu sebulan demi kebutuhan sehari-hari.Hal yang sama juga dilakukan oleh Alsha. Saat ini, gadis itu tengah mencari pelanggannya yang kebetulan mengajaknya bertemu di tempat ini. Sejak tadi dirinya sudah mondar-mandir di depan gerbang stasiun MRT, pandangannya bahkan berpedar kesana-kemari dan terus mencari-mencari sesosok lelaki yang wajahnya serupa dengan foto pelanggan yang ada di ponselnya saat ini. Tapi ternyata, untuk menemukannya saja agak sulit.Alsha menghela napas panjang, lalu kembali membuka ruang obrolan di ponselnya dan mengirimkan pesan kepada pelangga
"Hai, Sha... Pulang-pulang kok mukanya kusut begitu?!"Puspa langsung menutup dan mengunci kembali pintu utama rumah saat Alsha sudah masuk dan duduk di sofa ruang tamu. Gadis itu baru saja pulang dari acara training khusus talenta baru di agensi Girl For Rent, yang diadakan langsung oleh para manajer untuk memberikan pelatihan kepada calon pekerja mereka yang akan menjadi pacar sewaan. Alsha meletakkan paperbag berukuran sedang di atas meja seraya menyandarkan punggung dan kepalanya pada sandaran sofa, lalu menghela napas panjang sambil lalu memejamkan kedua matanya sekilas. "Gue capek banget hari ini!""Emangnya di training tadi acaranya ngapain aja? Bisa sampe kehabisan tenaga begitu!" Puspa bertanya sambil berjalan ke arah meja makan, menuangkan air dari teko ke dalam gelas, lalu kembali ke ruang tamu dengan membawa gelas itu seraya memberikannya kepada Alsha.Gadis itu kemudian meneguk air yang dibawakan Puspa hingga tersisa setengahnya. Sam
Andre meletakkan kantong belanjaannya di samping Puspa yang kini tengah duduk bersila di atas tempat tidur. Lelaki itu kemudian duduk di sisi ranjang menghadap gadis itu, menatap dengan perasaan khawatir seraya bertanya, "Gimana? Udah mendingan?" Tanyanya."Udah gak apa-apa kok! Sakitnya udah ilang, tinggal bekasnya aja masih agak biru. Tapi nanti juga lama-kelamaan pasti hilang sendiri. Gak usah khawatir!" Puspa berseru dengan begitu santai. Ia sudah merasa jauh lebih baik dan sama sekali tidak sakit meskipun bekas memar di dahinya masih sedikit biru. Bahkan, bagian bokongnya yang semula agak nyeri saat dipakai berjalan pun kini sudah sangat membaik. "Oiya, kamu bawain aku apa?!""Cemilan. Buat nemenin nonton drama."Puspa meraih kantong belanja yang diletakkan Andre di atas nakas, lalu membuka dan membongkar isinya dengan wajah cerah sambil tersenyum senang."Wiih... Ada keripik pisang cokelat!"Andre mengangguk, "Iya, semua varian favo
Hujan sedang turun dengan lebat, suara percikan air yang menetes dari atas plafon kamar Alsha membuat area lantai menjadi basah. Gadis itu menghela napas panjang, lalu menarik sebuah baskom yang sudah diisi dengan kain dari kolong ranjang seraya meletakkannya tepat di bawah plafon yang bocor.Sudah beberapa hari ini setiap sore hujan selalu turun dengan begitu deras, dan selama itu pula atap kamarnya yang bocor terus-menerus melembab karena tak henti-henti meneteskan air. Alsha khawatir balokan-balokan kayu dari atap rumah Eyangnya yang sudah lapuk menjadi makin rusak karena terus-menerus kebocoran. Ingin memanggil tukang untuk memperbaiki, tapi tak ada uang karena sampai saat ini Alsha masih belum mendapat pekerjaan lagi.Tok... Tok... Tok...Seseorang mengetuk pintu kamar Alsha dari luar. Gadis itu kemudian menghela napas panjang, "Masuk!" Ucapnya.Pintu terbuka, Puspa menyembulkan kepalanya sambil menyunggingkan senyum, agak ragu untuk melangka












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.