Mag-log inNatalie tidak menyangka masa depannya yang cerah jadi hancur dirusak pria asing yang tidak sengaja bertemu dengannya. Beberapa minggu berlalu tak disangka gadis itu mengetahui bahwa ia sedang mengandung dan bertepatan dengan dipertemukannya kembali dengan sang pria yang sudah merusak masa depannya. Lalu apakah yang akan dilakukan oleh Natalie saat bertemu kembali dengan Aldrick Calvin Gregorius?
view moreAldrick berdiri membeku di depan pintu kamar mandi. Ponselnya masih di tangan, tapi matanya terpaku pada sosok Natalie yang hanya berbalut pakaian dalam. Tubuhnya masih basah, butiran air menetes pelan dari rambut hingga ke bahunya.“Keluar!” teriak Natalie lagi sambil meraih handuk dan menutup tubuhnya dengan tergesa.Aldrick cepat-cepat menoleh ke arah lain, berdehem kaku. “Aku… hanya ingin mengambil ponselku. Aku tidak tahu kau ada di dalam.”“Tidak tahu katamu? Kau pikir aku ini apa? Patung di kamarmu?!” Natalie semakin berapi-api.Aldrick tersenyum tipis, lalu dengan langkah santai berjalan mengambil ponsel di rak wastafel. “Kalau benar aku tahu, kau pikir aku akan melewatkan kesempatan?” katanya dingin, tapi matanya sama sekali tak berani menatap Natalie.Natalie mendengus, wajahnya memerah bukan hanya karena marah, tapi juga karena malu. “Dasar pria tidak tahu malu!”“Kalau begitu… aku sudah memperingatkanmu sejak awal. Jangan tinggal di kamarku, jangan pakai bajuku. Tapi tetap
Mendengar bahwa Natalie, keracunan membuat Liam terkejut tapi tidak dengan Aldrick yang hanya memasang wajah tenang. Bukan tanpa alasan pria itu bersikap demikian. Tapi dia sudah mencurigai seseorang yang berbuat demikian kepada Natalie. "Lalu apakah Natalie harus dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut?" tanya Liam kepada Dokter wanita yang saat ini masih memeriksa Natalie. "Untuk saat ini mungkin beliau bisa di rawat di rumah saja, saya akan menginfus pasien agar sisa-sisa racun dari dalam tubuhnya bisa keluar. Tapi jika dalam waktu 24 jam kondisi pasien memburuk, maka sebaiknya langsung dibawa ke rumah sakit," ucap sang Dokter dan mulai memasangkan selang infus di pergelangan tangan Natalie. Setelah melakukan tugasnya Dokter wanita itu pun pamit pergi dan kini hanya ada Aldrick dan juga Liam yang saat ini memandang ke arah Natalie. "Pulanglah!" ucap Aldrick. Liam melipat kedua tangan di depan dada, "Kau mengusirku?" Aldrick mengedikkan kedua bahunya d
"Hei! Ada apa denganmu?" tanya Aldrick yang baru memasuki toilet ketika ia mendengar suara kaca pecah. Natalie, yang hampir saja terhuyung di atas lantai saat ini sedang berada dalam dekapan Aldrick. Tidak dapat menjawab karena saat ini Natalie kesulitan untuk bernafas, kesadarannya pun mulai hilang. Aldrick merogoh saku jasnya lalu mengambil ponselnya dan menelpon Maxim. "Siapkan mobil kita pulang sekarang!" perintahnya lalu langsung mematikan sambungan telepon. Aldrick, langsung menggendong Natalie dan berjalan keluar dari toilet dan menuju pintu keluar. Di depan gedung Maxim sudah menunggu dengan mobilnya, lalu dengan sigap membuka pintu mobil saat melihat kedatangan majikannya. Sementara di dalam gedung Liam, yang merasa aneh karena sudah lama Natalie ke toilet tapi belum juga kembali. Pria itu dibuat cemas dan akhirnya memutuskan untuk memeriksa ke toilet. Namun disana dia tidak menemukan keberadaan orang yang dicari. "Permisi! Apa ada yang melihat wanita memakai gaun ber
"Natalie, malam ini aku ada acara peresmian salah satu rekan kerjaku. Apakah kamu bisa menemaniku?" tanya Liam. Mendengar pertanyaan Liam membuat Natalie terkekeh, "Kenapa kamu tertawa? Apa ada yang salah dengan pertanyaanku?" Liam kembali bertanya dengan wajah bingungnya. Natalie menyahut, "Tidak ada yang salah dengan pertanyaanmu. Hanya saja kamu salah mengajak orang. Bagaimana bisa kamu mengajak wanita sepertiku untuk datang ke acara rekan kerjamu," "Memangnya apa yang salah dengan dirimu? Kamu bukan wanita cacat yang tidak berjalan, lalu apa salahnya aku mengajak dirimu," "Aku ini wanita rendah yang tidak pantas untuk kamu ajak kemana-mana, Liam," jawab Natalie merasa dirinya sangat rendah dan tidak pantas dibawa kemanapun. Malam hari pun tiba di sebuah gedung mewah saat ini diselenggarakan sebuah pesta peresmian salah satu perusahaan.Seorang pria dengan setelan tuxedo berwarna hitam, baru saja turun dari mobil bersama dengan seorang wanita memakai gaun berwarna merah yang
"Ada apa Tuan?" tanya Maxim ketika dengan tiba-tiba Aldrick menyuruhnya berbalik arah kembali ke Mansion. "Tidak usah banyak tanya, kemudikan saja mobilnya dengan cepat!" jawab Aldrick yang mulai gelisah di tempat duduknya. Ketika memasuki gerbang Mansion dan mobil berhenti tepat di halaman, pria it
"Natalie!" panggil Aldrick saat pintu kamar telah terbuka dan tubuh Natalie ambruk di atas lantai. Bukan tembakan yang membuat gadis itu tak bisa menopang bobot tubuhnya sehingga membuatnya ambruk. Akan tetapi gadis itu terkejut saat sebuah peluru meleset masuk melalui kaca jendela hingga membuatnya
"Aku yang akan bertanggung jawab atas anak yang berada di dalam kandungannya, tapi bukan berarti ku ingin menikahinya. Setelah anak itu lahir maka dia akan menjadi milikku," seru Aldrick dengan tegas.Natalie langsung menyahut, "Aku tidak butuh tanggung jawab darimu! Karena aku tidak akan mau menga
"Aldrick, sungguh dunia ini sangat sempit, baru tadi aku mengatakan bahwa bagaimana jika wanita yang sudah kamu tiduri sedang mengandung anakmu," ucap lelaki itu merasa tak habis pikir dengan jalannya takdir. "Lalu sekarang kau benar-benar dipertemukan dengannya dalam keadaan dia yang benar-benar s






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Rebyu