LOGINAlya, selalu dihina oleh suaminya karena sejak melahirkan tubuhnya menjadi gendut dan tak menarik lagi. Arif, bahkan tega mengusir dan menceraikan istrinya itu hingga akhirnya Alya terpaksa tinggal di rumah sahabatnya. Namun, dari sanalah akhirnya Alya bangkit dan berhasil mandiri serta sukses setelah berhasil mendapatkan kembali pekerjaan sebagai pengelola butik. Melihat kesuksesan yang dicapai Alya, Arif pun merasa menyesal dan ingin rujuk kembali. Sayang Alya telah memiliki laki laki pengganti yang baru, anak dari pemilik butik di mana Alya bekerja!
View MorePOV Arief "Rief, kamu pulang pulang, kok senyum senyum terus dari tadi kenapa?" tanya Ibu penasaran begitu aku masuk rumah. Masih dengan senyum bahagia dan senang yang bertengger di bibir, aku kemudian duduk sembari menyandarkan tubuh ke kursi ruang tamu. Rasanya lega bukan main. Ya, siapa yang tidak lega dan senang kalau tiba-tiba diberi uang segepok oleh gadis cantik yang tadi mengajakku ketemuan di cafe? Gadis yang mengaku bernama Anggi. Gadis cantik dan kaya yang tiba tiba menelponku dan mengajakku kerjasama untuk memisahkan Pak Arga dengan Alya. Sedang bokek-bokeknya tiba-tiba diberi uang segepok, siapa yang tidak gembira coba?? "Rief, bilang sama Ibu, kamu kenapa senyum senyum terus dari tadi? Sudah gil*a kamu!" sergah ibu lagi yang kelihatannya tak sabar ingin tahu kenapa sedari tadi aku terus tertawa senang. Aku pun mencondongkan tubuh dan menatap ibu dengan wajah berseri. "Bu, coba tebak, hari ini aku dapat apa? Dapat rejeki nomplok, Bu! Lihat ini! Siapa yang n
Setelah percakapannya dengan Bu Dewi yang membuat hatinya panas, Anggi melangkah keluar dari butik dengan wajah muram. Pikirannya terus memutar ucapan Bu Dewi tentang Alya, calon menantu sederhana yang telah merebut hati Arga. Tidak mungkin dia membiarkan perempuan seperti itu memenangkan segalanya.Sambil masuk ke mobilnya, Anggi mengambil ponselnya dan menghubungi salah satu anak buah kepercayaan papanya yang sering dia minta jasanya untuk membantunya menyelesaikan berbagai urusan pribadinya."Hallo, Pak Rendi. Bisa bantu saya dengan sesuatu?" ujar Anggi dengan nada dingin namun penuh maksud."Tentu, Nona Anggi. Ada yang bisa saya lakukan?" balas suara pria paruh baya di seberang."Saya ingin Anda menyelidiki seseorang. Namanya Alya. Katanya dia bekerja sebagai pengelola butik Bu Dewi, ibunya Arga. Saya butuh semua informasi tentang dia. Masa lalunya, keluarganya, apa pun yang bisa Anda temukan. Secepatnya," perintah Anggi tegas."Baik, Nona. Saya akan segera mencari informasinya,"
POV Author"Tante, Apa kabar?" tanya Anggi sembari melangkahkan kakinya dengan jumawa mendekati sosok Bu Dewi yang tengah mengecek persediaan barang di butik miliknya tersebut.Mendengar suara seseorang bertanya kabarnya, sontak Bu Dewi pun membalikkan badannya dan terkejut saat mendapati sosok putri sahabatnya yang dulu dia ketahui sebagai teman dekat Arga meski Bu Dewi tak tahu persis sebatas mana hubungan mereka itu, tengah memandang ke arahnya sembari menyunggingkan senyum manis."Ang-Anggi? Kamu Anggi, kan? Putrinya Herman?""Kapan kamu pulang dari Australia, Sayang? Alhamdulillah kabar Tante baik. Kabar kamu sendiri gimana?" sambut Bu Dewi ramah sembari balas tersenyum pada sosok gadis cantik di depannya itu."Kabar aku baik baik aja, Tante. Oh ya, ini butik Tante ya? Makin gede dan maju aja, Tan. Mau dong Anggi kerja sama Tante, soalnya Anggi belum ada kerjaan nih setelah lulus kuliah kemarin, Tan," ucap Anggi pura pura ingin melamar pekerjaan di butik milik Bu Dewi padahal dal
POV AuthorUsai mengantarkan ibunya kembali ke kantor pusat, Arga pun kembali menuju ke kantornya sendiri. Namun, baru saja membuka pintu ruangan kerjanya, netranya sudah disuguhkan pemandangan yang membuatnya tak suka. Seorang perempuan muda berwajah cantik namun berpakaian kurang bahan, telah menunggunya di sofa ruang tamu.Melihat kedatangannya, wanita itu reflek bangun dari tempat duduknya lalu berjalan dengan langkah kaki gemulai dan bibir menyunggingkan senyum menggoda mendekati sosok Arga yang memandang dengan rahang mengeras karena tak mengira perempuan yang barusan meneleponnya tadi dan tidak dia angkat itu ternyata sudah menunggunya di ruang tamu ruangan kerjanya. Benar benar tak paham dengan penolakan yang dia berikan barusan."Mas Arga? Kamu dari mana? Kok telpon dariku nggak kamu angkat? Kenapa sih? Kamu sibuk banget ya sampai sampai nggak sempat angkat telepon dari aku?" tanya Anggi dengan suara manja sembari tanpa malu malu lagi langsung melingkarkan kedua tangannya di
POV Arif "Apa, Pak? Saya dipecat? Tapi salah saya apa, Pak? Tidak berkompeten? Tidak di inginkan lagi di perusahaan ini? Yang benar saja, Pak?" "Sudah bertahun tahun saya bekerja di perusahaan ini, tapi mengapa baru kali ini saya dibilang tidak kompeten? Sebenarnya salah saya apa, Pak?" Aku benar b
POV AlyaAku mengernyitkan kening saat tak berapa lama sampai ke kantor, kulihat panggilan WhatsApp dari Yanti ke hapeku.Segera aku mengangkat panggilan tersebut dan merasa terkejut bukan main saat mendengar tangisan tersedu sedu dari gadis itu."Bu ... Kayla, Bu ... Kayla diculik orang ... !""Maafkan
POV Arif"Gimana, Rif? Udah menghubungi kamu belum si Alya? Kok belum ada kabar apa apa dari kamu dari tadi?" tanya Ibu saat aku baru saja meletakkan tubuh Kayla yang baru saja tertidur setelah terpaksa aku sendiri yang mengayun ayunkan nya dari pada Ibu dan Yuni bertengkar terus, di atas karpet di r
POV Arif"Soraya! Lepaskan! Apa apaan sih kamu main peluk peluk orang seenaknya aja! Kamu itu bau banget tahu! Aneh! Kamu kenapa? Apa yang terjadi sama kamu! Kemarin katanya punya suami!""Rumah ku kamu rampas bareng suami kamu! Mobil kamu curi! Motor kamu kuasai bareng laki laki yang kamu bilang suam






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews