แชร์

116. Tangis Viola

ผู้เขียน: Henny Djayadi
last update วันที่เผยแพร่: 2026-08-01 22:34:26

“Dylan!” panggil Viola riang, melangkah menghampiri pemuda itu.

Jovita yang paham situasi segera menyingkir. “Dyl, aku salin draf laporan dulu.”

“Bareng,” sahut Dylan yang tampak enggan berhadapan dengan Viola.

Bukan karena gadis itu adalah anak dari pria yang membuatnya patah hati, tapi memang sedari dulu Dylan menganggap Viola terlalu manja dan menyebalkan.

“Dylan, kebetulan banget kelas kita sama-sama sudah beres! Jalan yuk? Ada kafe baru di dekat kampus yang lucu banget, tempatnya enak buat
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก
ความคิดเห็น (3)
goodnovel comment avatar
Yoshi Dwi Ramadani
om ray bisa aja alasannya. hehehehe. dihibur dl anaknya om. kasian hbs ditolak Ama crush nya
goodnovel comment avatar
vyjoo
hmm modenya masih nganggep jovita sohibnya vio ya ini si om jadi tetep bisa pulang bareng gitu wkwk. tp vio bakal ketus ga ya krn tadi dylan ngebentak vio sesadis itu...#makinseruuu
goodnovel comment avatar
Mimin Rosmini
gimana kalau sudah begini? apakah viola sudah mengetahui ttg Jo dan Ray?
ดูความคิดเห็นทั้งหมด

บทล่าสุด

  • Istri Rahasia Om Raymond   116. Tangis Viola

    “Dylan!” panggil Viola riang, melangkah menghampiri pemuda itu.Jovita yang paham situasi segera menyingkir. “Dyl, aku salin draf laporan dulu.”“Bareng,” sahut Dylan yang tampak enggan berhadapan dengan Viola.Bukan karena gadis itu adalah anak dari pria yang membuatnya patah hati, tapi memang sedari dulu Dylan menganggap Viola terlalu manja dan menyebalkan.“Dylan, kebetulan banget kelas kita sama-sama sudah beres! Jalan yuk? Ada kafe baru di dekat kampus yang lucu banget, tempatnya enak buat bersantai. Aku yang traktir deh!”Selama ini, tak peduli seberapa gencar Viola mendekatinya, Dylan selalu berusaha menolak dengan halus dan sopan. Semua itu karena ada Jovita di sampingnya, Dylan berharap sikap manis yang dia tunjukkan dapat menarik hati Jovita.Tapi hari ini berbeda.Suasana hati Dylan sedang berada di titik terendah, mendidih oleh rasa frustrasi yang tak bisa ia tumpahkan pada siapa pun. Dia sedang patah hati, gadis idamannya sudah jadi milik pria lain.Melihat sikap Viola ya

  • Istri Rahasia Om Raymond   115. Salah Jurusan

    Bisik-bisik miring mulai bertiup kencang di lorong-lorong studio kampus. Beberapa mahasiswa yang sedang berkumpul tak henti-hentinya menatap dan membicarakan Jovita yang baru saja lewat.Penampilan Jovita setelah menyelesaikan masa magang memang tampak mengalami perubahan yang cukup menonjol. Wajahnya terlihat jauh lebih segar, terawat, dan semakin cantik terpancar.Bentuk tubuhnya pun kini terlihat lebih berisi dan proporsional, tidak lagi tampak kurus dan layu seperti semester-semester lalu.“Lihat deh si Jojo, makin bening aja semenjak magang,” bisik salah seorang mahasiswa sembari menyikut lengan temannya.“Iya, ya. Dulu kan kelihatan kusam dan kurus banget. Sekarang gila... glow up-nya drastis. Denger-denger tempat magangnya kan kantor arsitek terkenal,” timpal yang lain dengan nada curiga.“Alah, palingan juga dipelihara sama bosnya di sana. Zaman sekarang cewek modelan begitu mah gampang dapet fasilitas. Mana ada magang biasa bikin kantong tebel sampai bisa perawatan mahal gitu

  • Istri Rahasia Om Raymond   114. Tidak Sabar

    Duduk bersandar di sofa empuk, Raymond dan Jovita menghabiskan sore pertama mereka di apartemen baru.Cahaya senja menembus kaca besar, membingkai momen hangat keduanya. Jovita rebahan santai dengan kepala bersandar nyaman di dada bidang Raymond, sementara jemari kekar pria itu tak henti mengelus dan sesekali mendaratkan kecupan lembut di puncak kepala sang istri.Di tengah suasana yang begitu tenang, Jovita teringat kejadian tadi pagi di dapur. Ia mendongak sedikit, lalu mulai bercerita tentang resep jamu khusus dari Bi Siti.“Tahu nggak, Om? Masak Bi Siti memberi jamu biar aku cepet hamil. Semangat banget dia.”Dada Raymond bergetar, tawa renyahnya pecah mendengar cerita itu.“Sebenarnya...” Raymond menunduk menatap Jovita, suaranya berubah lebih hangat dan dalam, “...aku memang ingin segera punya anak darimu, Jo. Tapi aku tidak akan memaksakan itu. Semua keputusan ada di tanganmu.”Jovita menghela napas pelan, mengusap lembut kemeja Raymond.“Jojo juga mau, Om.”Jovita sadar tugasn

  • Istri Rahasia Om Raymond   113. Prinsip yang Dilanggar

    Karina berdiri mematung di depan dinding kaca besar di ruang kerjanya, menatap lurus pemandangan pencakar langit kota yang membisu. Pandangannya kosong, tenggelam dalam pusaran ragu yang mulai menggerogoti logikanya.Sebenarnya, jauh dalam lubuk hatinya, Karina tidak yakin Raymond memiliki hubungan spesial dengan Jovita. Gadis itu terlalu muda, sangat bertolak belakang dengan semua prinsip yang pernah Raymond tegaskan padanya.“Lihat gadis-gadis itu! Kalau tahu kamu duda, pasti mereka lari ke arahmu sambil berteriak nikahi aku, Om.”Raymond hanya tertawa mendengar keluhan Karina yang tidak terima saat banyak gadis yang terus memperhatikan kekasihnya. Meski sudah tidak muda lagi, tapi pesona Raymond seolah tak pernah memudar.“Mereka masih terlalu muda, belum tahu pahitnya hidup. Mereka pikir hidup hanya senang-senang saja.”“Apalagi kalau kesampaian dapat om-om matang kaya kamu.”“Kalau cemburu malah tambah cantik,” goda Raymond sambil menoel hidung Karina.Sedekat dan sehangat itu hu

  • Istri Rahasia Om Raymond   112. Jamu dari Bi Siti

    Raymond melangkah pelan memasuki kamar dan mendapati Jovita masih meringkuk di balik selimut tebal.Sejak Raymond tiba di rumah tadi malam, Jovita memang sudah meringkuk kesakitan seperti ini.Keinginan Raymond untuk melepas lelah dan meluapkan rasa rindu pada sang istri terpaksa harus ia urungkan, semalam ia hanya bisa berbaring miring, memeluk erat tubuh Jovita sembari memberikan kehangatan hingga mereka tertidur.Raymond duduk di tepi ranjang. “Masih sakit, Jo?” tanyanya lembut.Jovita mendongak sedikit dari balik bantal, lalu mengangguk pelan dengan raut wajah lesu.Raymond tersenyum maklum, tangan kekarnya terulur mengusap lembut rambut Jovita yang terurai.“Nanti siang, kalau kondisimu sudah baikan, aku jemput ya. Kita pergi lihat calon apartemen kita.”“Hmm...” Jovita hanya bergumam pelan mengiyakan.Tak ingin mengganggu waktu istirahat istrinya lebih lama, Raymond segera bangkit dan bersiap-siap menuju kantor.Meski sudah menikah, Raymond tetap mandiri seperti dulu. Tak pernah

  • Istri Rahasia Om Raymond   111. Mata-mata Vs Penjaga

    “Ngapain, Mas?” Pak Budi menegur tegas sembari menghampiri pria berjaket gelap yang sudah beberapa hari ini terlihat mondar-mandir di depan area kos Maximilian Residence. Pria itu sempat tersentak kaget, namun dengan cepat berusaha memasang raut wajah polos. “Mau cari kos buat adik saya, Pak,” jawabnya meyakinkan. Pak Budi menatapnya penuh curiga dari atas sampai bawah. “Adiknya cewek?” “Iya, Pak, cewek.” Pak Budi kemudian menjelaskan dengan nada datar, “Tempat ini memang kos khusus cewek, Mas. Keamanannya ketat.” Pria misterius itu memiringkan kepalanya sedikit, berpura-pura bingung lalu melancarkan aksi menyelidikinya. “Tapi... saya sering lihat ada laki-laki yang keluar masuk tempat itu, Pak. Yang pakai SUV hitam itu.” “Itu pemiliknya, Mas,” jawab Pak Budi tanpa ragu. “Lho, katanya khusus cewek? Nggak bahaya pemilik cowok yang masih muda seperti itu tinggal di dalam?” sahut pria itu cepat, mencoba memancing informasi lebih dalam. Pak Budi terkekeh pelan, lalu menjawab san

  • Istri Rahasia Om Raymond   4. Dilema Jovita

    ​Raymond terdiam sejenak, menatap lekat sudut bibir Jovita yang masih sedikit membiru akibat hantaman Joni. Ucapan Jovita yang menuntut talak mengandung keangkuhan dan kepasrahan penuh ironi.​“Aku tidak sebajingan itu, Jo,” suara Raymond melunak, namun tetap tegas. “Jika aku menalakmu malam ini

  • Istri Rahasia Om Raymond   3. Terpaksa Nikah

    Teriakan Joni berhasil memicu kehebohan. Tetangga yang terbangun langsung berkerumun di depan pintu, menatap Raymond dengan pandangan curiga dan penuh amarah.​“Dia mau memperkosa Jojo, Pak! Dia memaksa masuk dan memukuli saya!” fitnah Joni pura-pura kesakitan di lantai.​“Itu tidak benar!” Jovita

  • Istri Rahasia Om Raymond   2. Fitnah Keji

    Jovita mencengkeram erat tali tasnya, syarat dari Raymond seperti ujian akhir kelulusan, berat dan tak mudah.​Meyakinkan Viola menerima wanita lain menjadi ibunya.​“Om, maaf…” Jovita menelan ludah, menatap ragu pria matang di sampingnya. “Kita sama-sama tahu Vio itu keras kepala. Saya tidak yaki

  • Istri Rahasia Om Raymond   1. Upik Abu di Tengah Pesta

    “Argh….”Basah, dingin, dan lengket.Cairan kemerahan koktail buah merembes mengotori seragam katering Jovita. Matanya terpejam mencengkeram kuat nampan yang dia bawa menahan amarah.“Maaf! Sengaja,” cibir salah satu teman Jovita di kampus, meletakkan gelas kosong ke nampan Jovita dengan kasar. “Se

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status