แชร์

453.

ผู้เขียน: Dre LA
last update วันที่เผยแพร่: 2026-10-27 16:23:27

Suara klakson terompet gerobak sayur keliling berbunyi nyaring memecah kesunyian di depan pelataran bengkel.

Pagi itu, matahari baru saja membiaskan kehangatan tipis di atas deretan aspal perkampungan dekat ruko.

Arini melangkah keluar dari pintu geser bengkel dengan langkah santai, berniat membeli beberapa ikat sayuran segar untuk sarapan.

Tubuh ramping sang nyonya hanya dibalut kaos putih polos milik Rendra yang sedikit kebesaran dan celana kain santai.

Rambut hitamnya dicepol asal-asalan
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Rahasia Malam Sang Nyonya    456.

    Dering getar ponsel di atas meja kayu belum sempat disentuh ketika suara dentuman keras mendadak menghantam pintu servis di samping bengkel. BRAK! Grendel besi tua itu jebol dengan sekali tendangan kasar dari luar. Belum sempat Arini beranjak dari pangkuan Rendra, serbuan kilatan lampu blitz kamera seketika menyambar bertubi-tubi ke dalam keremangan bengkel, membutakan pandangan dan meremukkan keintiman mereka dalam hitungan detik. "Dapat! Ambil semua sudutnya, jangan sampai ada yang terlewat!" seru sebuah suara melengking yang teramat familier. Clarissa melangkah masuk melintasi serpihan kayu pintu dengan tawa penuh kemenangan yang memekakkan telinga. Di belakangnya, dua pria berkamera lensa panjang terus membidik liar, disusul seorang pria paruh baya berkacamata tebal bersetelan necis—pengacara pribadi keluarga Danang. Pemandangan di sudut meja administrasi bengkel itu tertangkap telanjang di depan lensa kamera. Arini masih berada dalam dekapan Rendra, hanya mengenakan kemeja

  • Rahasia Malam Sang Nyonya    455.

    Deru napas yang memburu di antara keduanya perlahan melambat, berpadu dengan dengung pelan lampu pijar yang menggantung di langit-langit bengkel. Rendra menahan separuh bobot tubuhnya dengan kedua telapak tangan bertumpu kokoh di atas meja kerja kayu jati, tepat di sisi kanan dan kiri pinggul Arini. Otot-otot lengannya yang kekar masih bergetar halus, menampakkan sisa tenaga yang terkuras setelah ledakan gairah yang membakar kesadaran mereka tanpa ampun. Peluh hangat menetes lambat dari ujung dagu tegas sang montir, jatuh tepat di atas tulang selangka Arini yang berkilau disapa bias cahaya kuning temaram. Arini terengah-engah di atas meja kerja, menatap lurus ke dalam manik mata elang pria yang mengurungnya. Pipi porselen sang nyonya merona merah padam, sementara bibir ranumnya tampak sedikit bengkak dan merekah akibat lumatan bertubi-tubi yang baru saja diterimanya. Rambut hitamnya terurai acak-acakan di atas lempengan kayu, menciptakan kontras yang teramat mencolok antara kean

  • Rahasia Malam Sang Nyonya    454.

    Dentang daun pintu lipat besi yang dibanting rapat mengurung kembali ruang bengkel dalam keremangan yang sunyi. Gembok kuningan berputar mengunci dari dalam dengan bunyi klik yang tegas, memutus pandangan siapa pun dari jalanan luar. Cahaya pagi yang menyilaukan seketika tertahan di balik seng tebal, menyisakan pendar lampu pijar kuning yang menggantung di atas meja kerja, membiaskan bayangan panjang tubuh tegap Rendra yang melangkah mendekat. Sisa rasa cemburu yang membakar rongga dada sang montir belum padam sepenuhnya. Bara itu justru bermutasi menjadi gelora lain yang jauh lebih pekat dan menuntut. Arini bersandar di tepi meja kayu jati panjang tempat deretan kunci pas tersusun rapi. Kaos putih kebesaran yang dikenakannya sedikit merosot di bahu kiri, memperlihatkan garis tulang selangka dan kulit leher seputih pualam yang berkilau disapu bias temaram. Senyuman tipis di bibir ranum sang nyonya belum pudar, sengaja memancing sejauh mana pria perkasa di hadapannya sanggup menahan

  • Rahasia Malam Sang Nyonya    453.

    Suara klakson terompet gerobak sayur keliling berbunyi nyaring memecah kesunyian di depan pelataran bengkel. Pagi itu, matahari baru saja membiaskan kehangatan tipis di atas deretan aspal perkampungan dekat ruko. Arini melangkah keluar dari pintu geser bengkel dengan langkah santai, berniat membeli beberapa ikat sayuran segar untuk sarapan. Tubuh ramping sang nyonya hanya dibalut kaos putih polos milik Rendra yang sedikit kebesaran dan celana kain santai. Rambut hitamnya dicepol asal-asalan dengan jepit plastik murah, memperlihatkan tengkuk jenjangnya yang seputih pualam. Meski tanpa polesan riasan mewah, pesona alami Arini tetap memancar kuat bagaikan mutiara di tengah pasar rakyat. Tukang sayur yang mengendarai motor berkranjang bambu itu mendadak menginjak rem mendadak hingga rodanya berdecit di atas kerikil. Pria muda bertopi miring itu langsung melongo menatap sosok Arini yang berjalan mendekat dengan senyum tipis. "Aduh, Gusti Nu Agung... bidadari komplek mana ini nyasar

  • Rahasia Malam Sang Nyonya    452.

    Semburat cahaya keemasan fajar perlahan merayap naik menembus kisi-kisi jendela kayu, namun udara di balik selimut tebal itu justru kembali mendidih. Hembusan napas Arini yang hangat berhembus lembut di ceruk leher Rendra, memicu desiran halus yang seketika membangunkan kembali naluri sang montir. Jemari lentik Arini yang bebas mulai bergerak perlahan di atas dada bidang Rendra. Ujung kukunya menelusuri alur otot yang liat, menelusuri bekas luka lama di bahu sang duda dengan sentuhan yang begitu memuja. "Masih belum puas menyiksa saya, Arini?" bisik Rendra dengan suara bariton yang teramat serak dan berat. Arini tidak menarik tangannya. Sebaliknya, wanita jelita itu mendongakkan wajahnya perlahan, menyunggingkan senyuman tipis yang sarat akan godaan berbahaya. "Memangnya ada aturan kalau seorang wanita tidak boleh memuji prianya sendiri di pagi hari?" bisik Arini manja, membiarkan bibir ranumnya menyapu lembut rahang tegas Rendra. Gerakan itu menghancurkan sisa-sisa ketenangan R

  • Rahasia Malam Sang Nyonya    451.

    Gemuruh kucuran air pancuran kian membasahi lantai semen, menciptakan kabut uap hangat yang mengaburkan pandangan di dalam kamar mandi sempit itu. Dinding dada bidang Rendra yang keras menempel lekat pada tubuh basah Arini, mengalirkan denyut jantung yang bertalu liar menembus gemercik air. Hawa panas yang menguar dari kulit mereka berdua seakan melipatgandakan suhu ruangan, membuat setiap tarikan napas terasa berat dan membakar. Arini melingkarkan kedua lengannya semakin erat ke tengkuk kokoh sang montir, membiarkan tubuhnya melayang dalam dekapan lengan berotot yang tak pernah goyah. Tetesan air yang meluncur dari helai rambut hitam sang nyonya menyapu bibir ranumnya yang merekah hangat, menunggu pagutan berikutnya. Rendra tidak membiarkan wanita itu menunggu sedetik pun. Bibir tegas sang duda kembali mendarat menuntut di atas bibir Arini, menghisap manisnya napas sang nyonya dengan ritme yang kian intens dan memabukkan. Setiap sapuan lidah dan gerak bibir Rendra memicu senga

  • Rahasia Malam Sang Nyonya    4. Mimpi Basah

    Bayu menggenggam kedua tangannya sendiri, tubuhnya gemetar hebat. Pikiran tentang masa depannya yang di ujung tanduk karena menyinggung majikan, membuat dirinya panik bukan main.'Aduh, bodoh banget sih kamu, Bay! Kalau dipecat, gimana nasib sekolah adik di desa? Gimana biaya berobat Ibu?'"Saya cu

  • Rahasia Malam Sang Nyonya    3. Pijat Aku

    Meski agak terkejut dengan pertanyaan tiba-tiba Nyonya Selin, Bayu tetap menjawab dengan suara agak terbata-bata, "L-lumayan, Nyonya. Waktu di kampung, saya sering memijat orang tua sepulang kerja di sawah."Jujur saja otaknya sudah mulai berpikir yang tidak-tidak saat ditanya seperti itu oleh Nyon

  • Rahasia Malam Sang Nyonya    2. Godaan Nyonya

    “Ikuti saja perintahku dan jangan membantah! Untuk bayarannya, akan kuberi tambahan bonus, khusus dari aku. Paham?” Nyonya Selin berbisik pelan, lantas mendekatkan wajahnya ke wajah Bayu.“Si-siap, Nyonya, saya siap melakukan apapun demi kebaikan Nyonya.”Nyonya Selin akhirnya bernapas lega, yang k

  • Rahasia Malam Sang Nyonya    1. Puasin Aku

    "Sayang, satu kali lagi, dong. Please, Sayang. Aku belum puas nihh...."Suara rengekan Nyonya Selin, istri bos tempat Bayu bekerja, tak sengaja didengar oleh Bayu yang siap menjemput sang bos untuk berangkat kerja. Dia baru seminggu bekerja di sini, karena membutuhkan biaya untuk sekolah adiknya di

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status