共有

Bab 3

作者: ararasa
last update 公開日: 2026-07-29 14:13:01

Daniel Mathew, aktor tampan papan atas yang disukai semua perempuan - termasuk Agnes - turun dari mobil mewah warna putihnya. Dengan menggunakan long coat hitam, ia menyembunyikan wajahnya di balik hoodie dan melangkah ke arah pintu masuk klinik, sambil membawa tas map yang terbuat dari kulit.

Agnes bergegas keluar dari ruangan untuk menyambut Daniel. Ia tiba di lobi bersamaan dengan Daniel masuk ke dalam klinik.

Mereka saling berpandangan.

Jantungnya berdebar keras. Jari tangannya terasa semakin dingin. Tenggorokannya kering. Agnes menelan ludah untuk membasahi tenggorokannya yang kering. Ia tidak menyangka bintang film dan bintang iklan dengan bayaran paling mahal, kini ada di hadapannya.

Tiga hari yang lalu, ia - dan tentu saja jutaan fans Daniel lainnya - patah hati begitu mendapatkan kabar dari sebuah akun gosip yang mengunggah foto-foto lamaran Daniel dan calon istrinya, seorang artis pendatang baru bernama Sabina. Akun gosip itu juga membocorkan hari pernikahan Daniel bulan depan, dengan menggunakan tagar haripatahhatinasional. Topik Daniel Mathew akan menikah lansung menjadi trending topik di media sosial.

@kyuti2001 : Tidaaak. Daniel ku diambil orang! (emoji menangis)

@Reni_laura : Fix, bulan depan bakalan jadi bulan patah hati nasional. Aku nggak mau kuliah, mau bergalau ria aja. (emoji patah hati)

@Cimolimut : Sabina cantik sih, tapi kayaknya Daniel lebih cocok sama yang berpendidikan gitu, nggak sih? Kayak aku! (emoji tertawa)

@Tantegemoy : Ah, paling juga habis nikah langsung pisah, kayak artis-artis kebanyakan. (emoji mencibir)

Meski termasuk pengagum Daniel, Agnes tidak begitu merasa patah hati, karena ia sadar bahwa Daniel hanyalah seorang manusia biasa yang kebetulan berprofesi sebagai pemain film. Bisa jadi sosok Daniel sebagai seorang pria yang romantis, perhatian, serba bisa, yang dilihatnya di film atau media sosial, bukan lah kepribadian Daniel yang sebenarnya.

Namun itu dulu, sebelum ia menatap langsung sosok Daniel di depan mata. Ternyata berhadapan dengan Daniel secara langsung membuat kedua lututnya terasa lemas.

Daniel melangkah perlahan mendekati Agnes yang masih terdiam terpaku.

‘Jadi pasien yang identitasnya tidak ingin diketahui semua orang adalah Daniel Mathew?’ tanya Agnes dalam hati.

Agnes masih berusaha mengembalikan kesadarannya. Ia menarik napas panjang dan perlahan untuk menenangkan dirinya. Ia harus tetap profesional.

Daniel semakin dekat. Wangi parfum tubuhnya Daniel semakin jelas merasuki badan Agnes.

‘Astaga, kulitnya halus sekali, badannya wangi sekali.’

Agnes tiba-tiba mengedipkan mata dan menggelengkan kepalanya, karena kaget mendengar suara Daniel berdehem untuk menyadarkan Agnes yang sedari tadi menatapnya seperti tidak berdaya.

“Saya sudah ada janji dengan mbak Agnes Magnolia.”

“Saya…,” suara Agnes keluar serak seperti orang yang baru bangun tidur. Ia lalu berdehem untuk memperbaiki suaranya, sambil mengulurkan tangan, “saya Agnes.”

“Saya Daniel,” ketika Daniel menjabat tangannya, Agnes langsung merasakan aliran listrik menjalaran ke seluruh tubuhnya.

‘Profesional! Profesional! Profesional!’

Agnes mengangguk, menarik tangannya lalu berpaling dengan anggun. Meski lututnya masih sedikit bergetar, ia melangkah masuk ke dalam ruangannya dengan badan tetap tegak. “Silakan masuk.”

Daniel masuk ke ruangan sambil membuka long coatnya, menyimpannya di kursi pasien. Agnes duduk di kursi terapis, sementara Daniel duduk di hadapannya, di kursi pasien.

“Sebelumnya. Boleh ceritakan keluhannya,” Agnes mengambil buku catatan di atas meja sambil menyilangkan kakinya.

“Tidak ada keluhan,” Daniel yang duduk dengan menumpukan kedua tangan di lututnya, bicara dengan nada datar. Matanya masih terpaku menatap Agnes, seolah ingin mengontrolnya.

Tanpa mengalihkan pandangannya dari Daniel, Agnes mengangguk perlahan. Ia sudah sering menemukan pasien pria yang datang dengan masalah berat, tapi terlalu gengsi untuk membicarakannya.

‘Kalau tidak ada keluhan, kenapa datang ke psikolog?’

Agnes sedikit jengkel, tapi ia berusaha untuk menahan ekspresinya tetap datar.

“Saya paham, tidak ada orang yang menginginkan sakit.” Agnes berusaha tenang.

“Saya tidak sakit.”

“Kalau begitu, kenapa anda datang ke seorang psikolog yang memiliki keahlian khusus di bidang terapi seksual?” tanya Agnes yang akhirnya tidak bisa menahan kekesalannya.

“Saya juga tidak tahu. Anda psikolognya, bukan saya.”

‘Astaga. Ternyata aktor yang dipuja semua perempuan, punya sifat yang menyebalkan seperti ini?’

“Biasanya, orang yang datang konsultasi pada saya, adalah orang yang memiliki masalah seksualitas. Ada yang kecanduan film porno. Ada yang impoten. Ada yang tidak mengerti bagaimana cara melayani pasangannya.” Agnes berusaha mencairkan suasana. “Kira-kira, apakah masalah atau keluhan anda, ada dari tiga contoh yang saya berikan?”

Daniel menggelengkan kepalanya, “Tidak ketiganya.”

“Saya diminta dr. Indra. Dokter andrologi, tentu saja, anda tahu itu,” dengan sedikit frustrasi Agnes menutup buku catatannya. Ia lalu mengambil ponselnya di atas meja, “Jadi untuk menyembuhkan penyakit anda. Berarti, masalahnya ada di seputar masalah reproduksi dan fungsi seksual pria. Kalau anda tidak mau menjelaskan keluhannya anda, mungkin sebaiknya saya konsultasi dengan dr. Indra.”

Daniel langsung mengenggam pergelangan tangan Agnes yang sedang memegang ponselnya untuk menelepon dr. Indra. “Kamu mau apa?”

“Telepon dokter Indra.”

“Tidak perlu. Semua hasil pemeriksaan ada di sini.” Daniel mengeluarkan berkas dari dalam tas map yang dibawanya, lalu menyodorkannya di atas meja.

この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
コメント (1)
goodnovel comment avatar
Ang.Rose
yakin bisa keep it professional?? ...
すべてのコメントを表示

最新チャプター

  • Jatuh Cinta Pada Sentuhan Pertama   Bab 10

    Daniel langsung kembali ke unitnya dan mengambil ponselnya. Sambil mengacak-acak rambutnya, ia menelepon Agnes. Ia tahu telah salah langkah. Selama ini, semua perempuan yang mendekatinya tidak ada yang seperti Agnes. Mereka semua lah yang justru menggodainya. Seandainya ia tidak memiliki kelainan seksual, seandainya tubuhnya seperti pria pada umumnya, mungkin ia sekarang sudah seperti ayahnya yang punya banyak simpanan.“Angkat! Angkat!” kata Daniel dengan nada khawatir. Ia melangkah ke balkon, berdiri melihat ke bawah. Tapi ia tidak melihat Agnes ada di mana pun.Sambungan teleponnya terputus.Tidak putus asa. Ia langsung menekan tombol telepon hijau lagi.“Please, Agnes. Angkat!”**Agnes berdiri di depan lobi apartemen, menunggu taksi datang menjemputnya sambil melihat ponselnya. Ia ragu mau menjawab telepon dari Daniel atau tidak. Ingatannya kembali ke masa lalu. Waktu itu pacar pertamanya ketika SMA, memaksanya untuk melayani napsunya – hampir sama dengan apa yang Daniel lakukan

  • Jatuh Cinta Pada Sentuhan Pertama   Bab 9

    Agnes masih terpaku menatap bibir Daniel yang tebal. Ia lalu membuka mulutnya sendiri. Daniel mengira itu adalah undangan untuknya bergerak mendekat, tapi lalu Agnes berkata, “Aku adalah psikolog dan kamu adalah pasien.”Daniel langsung tersadarkan. Ia mundur satu langkah, lalu berpaling dan jalan ke ruang tengah, “Silakan masuk.”Agnes mengikuti Daniel ke ruang tengah yang menyatu dengan ruang makan dan dapur bersih yang mewah. Seumur hidupnya baru kali ini melihat isi penthouse mewah. Ia melewati ruang tamu yang bersebelahan dengan kamar mandi tamu dengan lampu gantung yang mewah. Di ruang tengah, ia bisa melihat langsung ke balkon yang luas. Dari balkon terlihat cahaya kota gemerlap. Dekat pintu keluar balkon, ada tangga menuju lantai dua.“Silakan duduk,” Daniel duduk di sofa panjang.Agnes memilih duduk di sofa kecil di samping sofa panjang.Daniel menatap Agnes yang masih memperhatikan ruangan. Begitu mata Agnes menatapnya, Daniel menaikkan salah satu alisnya sambil memiringkan

  • Jatuh Cinta Pada Sentuhan Pertama   Bab 8

    “Pulang, mbak?” sapa Lina yang sedang merapikan isi tasnya di meja resepsionis.“Iya,” jawab Agnes tersenyum sambil melangkah keluar dari klinik sambil berdoa data Daniel Mathew yang dimasukkannya ke dalam daftar pasien khusus tidak terbaca oleh Lina.Mobil mewah milik asistennya Daniel, sudah berhenti di depan pintu klinik. Pintu penumpang tengahnya, terbuka. Agnes melongo ke dalam mobil.Asisten Daniel, Deri yang sedang menyetir, menoleh ke belakang dan tersenyum, “Masuk, mbak.”“Iya.” Agnes masuk ke kursi penumpang tengah. Pintu mobil otomatis tertutup perlahan.Tak lama kemudian mobil berjalan.Agnes membuka ponselnya, memeriksa apakah ada gosip terbaru mengenai Daniel di media sosial. Beberapa akun gosip mengunggah berita tentang film terbarunya Daniel. Pemeran utama perempuannya adalah, Renata, aktris cantik yang juga lulusan Harvard. Ia lalu membuka kolom komentar. Ada beberapa komentar yang menarik perhatiannya.@Acilovjimin : Daniel cocokan sama Renata ketimbang sama Sabina.

  • Jatuh Cinta Pada Sentuhan Pertama   Bab 7

    “Halo?” Agnes masuk ke kamar kosnya sambil melemparkan tas ke lantai.“Halo,” terdengar suara Vivi, teman baiknya, yang menjawab dengan nada seperti baru bangun tidur.“Udah tidur?”“Kalau aku udah tidur, nggak bakalan jawab telepon kamu. Ada apa?”“Aku tadi ada pasien,” jawab Agnes sambil membuka blazer kerjanya.“Bagus lah, makin banyak dong tabungannya?”“Masalahnya bukan itu.”“Apa? Pasiennya susah?”“Nggak.”Agnes terdiam. ‘Dia malah super duper baik, ganteng, kaya….’“Nes?”“Kayaknya aku jatuh cinta sama dia.”“Wuih! Ini baru cerita,” Vivi terdengar bersemangat. “Siapa dia? Orang mana? Ganteng? Kaya? Aku kenal?”Agnes menggelengkan kepala, “Nggak. Nggak jadi deh.”“Astaga! Kebiasan ya, nelepon, mau curhat, terus nggak jadi!”“Sori. Ya udah, tidur lagi sana. Daaah!”“AG…!”Agnes mematikan sambungan telepon lalu merebahkan diri ke kasur. Matanya menatap langit-langit kamarnya. Tangan kanannya terlipat di dadanya, tangan kirinya terlentang di kasur.‘Apa yang baru saja terjadi? Pas

  • Jatuh Cinta Pada Sentuhan Pertama   Bab 6

    Agnes masih memegang tangan kanan Daniel. Jari telunjuk tangan kanannya masih menyentuh lengan bawah tangan kiri Daniel.Daniel masih tidak percaya akan reaksi badannya sendiri. Jantungnya berdebar seolah ingin melompat keluar dari dalam dadanya. Begitu juga dengan alat vitalnya yang mendadak membengkak. Dengan tangan kirinya, ia menarik pergelangan tangan Agnes yang masih menyentuh lengan kanannya dan mendekatkan wajahnya pada Agnes.“Selama bertahun-tahun,” Daniel berbisik sambil menatap lekat mata Agnes yang juga terkejut. “Aku sudah bertemu banyak perempuan cantik. Mereka bahkan ada yang sampai menari di pangkuanku. Tidak ada yang bisa membuatku bereaksi seperti ini. Tapi kamu….”Daniel bisa melihat gerakan naik turun di tenggorokan Agnes.Agnes menarik tangannya dan membuang pandangannya dari wajah Daniel.‘Aku hanya menyentuhnya. Kenapa ini bisa terjadi?’“Aku hanya seorang psikolog. Dan kamu adalah pasienku.” Agnes mengambil buku dan pulpennya lalu menulis sesuatu dengan cepat.

  • Jatuh Cinta Pada Sentuhan Pertama   Bab 5

    Akhirnya Agnes tahu yang menjadi alasan kenapa Daniel menemui tiga orang dokter andrologi dan sekarang datang menemuinya, seorang psikolog khusus terapi seksual.‘Jadi ini keluhannya. Daniel, seorang pria tampan dengan imej pria idaman semua wanita, tidak memiliki respon seksual pada alat vitalnya?’Mata Agnes terpaku pada bibir Daniel yang tepat ada di hadapannya. Ia bisa dengan jelas melihat rahang Daniel yang tegas. Semua itu, membuatnya ingin mengarahkan tangannya yang sekarang berada di atas celana Daniel untuk jauh lebih ke bawah lagi, tapi ia sadar ada cctv di ruang kerjanya. Dan hubungannya dengan Daniel adalah hubungan profesional yaitu, pasien dan terapis.“Mas Daniel adalah pasien saya dan saya adalah seorang psikolog profesional,” ucap Agnes yang harus sedikit menengadah untuk bisa menatap mata Daniel yang tajam. “Ada kamera di ruangan ini. Kalau mas Daniel tidak berhenti melakukan ini, saya bisa melaporkannya. Dan reputasi mas Daniel bisa….”Dalam sekali gerak, Daniel mel

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status