Short
Ketika Cinta Datang Terlambat, Perpisahan itu Mutlak

Ketika Cinta Datang Terlambat, Perpisahan itu Mutlak

By:  OmaraCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
7Chapters
2views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Pada ulang tahun pernikahan ke-7, teman masa kecil Nico yang dramatis menelepon dan mengatakan pipa air di rumahnya rusak. Tanpa mengatakan apa-apa, Nico berbalik dan pergi menjadi tukang ledeng. Sesaat kemudian, Riska memperbarui akun media sosialnya. [ Kapan pun dan di mana pun, hanya dengan satu panggilan telepon, Pak Superman akan selalu tiba. Hadiah apa yang harus kuberikan padanya? ] Gambar yang dipostingnya adalah kondom dan pakaian robek yang berserakan di lantai. Aku tersenyum dan menelepon sebuah nomor. "Pipa air rumahku rusak, kamu mau datang dan memperbaikinya?"

View More

Chapter 1

Bab 1 

Pada ulang tahun pernikahan ke-7, teman masa kecil Nico yang dramatis menelepon dan mengatakan pipa air di rumahnya rusak. Tanpa mengatakan apa-apa, Nico berbalik dan pergi menjadi tukang ledeng.

Sesaat kemudian, Riska memperbarui akun media sosialnya.

[ Kapan pun dan di mana pun, hanya dengan satu panggilan telepon, Pak Superman akan selalu tiba. Hadiah apa yang harus kuberikan padanya? ]

Gambar yang dipostingnya adalah kondom dan pakaian robek yang berserakan di lantai.

Aku tersenyum dan menelepon sebuah nomor.

"Pipa air rumahku rusak, kamu mau datang dan memperbaikinya?"

Orang di ujung telepon segera menjawab, "Apa maksudmu? Veena, kamu pikir aku tukang ledeng?"

Suaranya dipenuhi ketidakpercayaan. Dia ragu sejenak sebelum menambahkan, "Kamu nggak lagi bercanda? Aku akan pesan tiket pesawat balik ke dalam negeri untuk lusa, lalu bantu kamu memperbaikinya!"

"Kalau begitu, kutunggu!"

Aku tertawa sebelum menutup telepon, lalu menoleh untuk melihat jam. Jarum menit menunjuk tepat ke angka 12. Ulang tahun pernikahan ke-7 aku dengan Nico telah berlalu dengan begitu saja.

Ponselku berdering. Yang menelepon adalah Nico. Aku menjawab tanpa ekspresi.

"Sudah terlalu malam hari ini, aku nggak pulang lagi. Happy anniversary ke-7!"

Suara Nico dipenuhi nafsu. Sementara itu, Riska juga mengerang sangat nyaring, seolah takut aku tidak mendengarnya.

"Nico, terlalu cepat! Pelan dikit! Ini hari ulang tahun pernikahanmu dan Veena? Kalau begitu, sampaikan juga ucapan selamat dariku untuk Veena!"

Aku mau tak mau merasa lucu. Semua ini benar-benar absurd.

Panggilan berakhir. Hanya tinggal aku sendiri di rumah yang kosong. Rumah yang telah kuhias dengan susah payah sepanjang sore ini terasa seperti lelucon, seperti hubunganku dengan Nico selama bertahun-tahun.

Pagi berikutnya, aku terbangun oleh suara orang memindahkan barang. Para pekerja berjalan mondar-mandir untuk membongkar dan membawa pergi perabot yang telah kutata sendiri.

Aku menghentikan mereka dan menuntut penjelasan. Sesaat kemudian, Nico dengan hati-hati mengantar Riska masuk. Melihatku, Riska meringkuk di pelukan Nico seperti kelinci yang ketakutan.

"Nico, tatapan Veena mengerikan banget!"

Nico menatapku dengan tidak senang. "Veena, kamu sudah menakuti Riska!"

Aku menatap mereka tanpa ekspresi. "Apa mau kalian? Kenapa kalian utak-atik rumahku?"

Nico tertawa, lalu dengan lembut mengelus perut Riska. Sementara itu, Riska tersipu dan menatap Nico.

Nico tersenyum penuh kasih sayang dan menjawab, "Riska lagi hamil. Aku nggak tenang biarkan dia tinggal sendirian di rumah kontrakan yang reyot itu. Jadi, aku suruh dia pindah ke rumah kita!"

Aku terdiam sejenak dan menatap Nico sambil termenung. Ternyata ini hadiah ulang tahun pernikahan ke-7 darinya untukku. Sungguh ironis.

"Sofa-sofa itu nggak cocok buat wanita hamil. Aku dan Riska sudah pesan sofa khusus untuk wanita hamil."

Aku menyaksikan Nico menyuruh para pekerja menghancurkan sofa yang kudesain secara pribadi di tahun kami baru menikah. Aku dan Nico telah duduk di atasnya berkali-kali sambil memimpikan masa depan kami. Pada akhirnya, semuanya menjadi tumpukan puing.

"Oh iya, pindahkan barang-barangmu dari kamar tidur utama. Aku dan Riska akan tidur di sana. Dia lagi hamil dan butuh seseorang untuk menemaninya setiap saat!"

Melihatku berdiri di sana tanpa bergerak, Nico mengeluh, "Ada apa, Veena? Kamu mau tunjukin tampang nggak senangmu ke siapa? Aku memang sudah memberimu rumah ini, tapi aku bisa melakukan apa pun yang kuinginkan!"

Mata Riska tiba-tiba memerah. Dia meraih lengan baju Nico dan berujar, "Sudahlah, Nico. Kalau Veena keberatan, lupakan saja. Jangan biarkan aku dan bayi ini pengaruhi hubungan kalian!"

Seusai berbicara, Riska menatapku dengan berlinang air mata. "Veena, aku nggak bermaksud merebut Nico darimu. Aku janji akan tinggalkan dia setelah bayi ini lahir. Aku nggak akan timbulkan masalah bagi kalian!"

Nico memeluknya dengan lembut dan berbisik untuk menghiburnya, "Omong kosong apa yang kamu bicarakan! Mana ada anak yang bisa hidup tanpa ibunya! Kamu itu ibu bayi ini, itu kenyataan yang nggak akan pernah berubah!"

Setelah itu, Nico menatapku dengan kening berkerut, lalu menyalahkan dirinya sendiri atas semuanya. "Veena, jangan berhati sempit. Kehamilan Riska adalah kecelakaan. Aku nggak pakai kondom waktu itu."
Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
7 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status