LOGINJayden merupakan kapal hitam dalam keluarga. Terlahir dari hubungan terlarang sang raja dengan wanita pelacur dari kalangan mortal, membuatnya dipandang sebelah mata. Meski demikian, Jayden mewarisi darah Mage dari sang raja dan merupakan Mage terkuat di penjuru Irealla, hingga ia digadang-gadang sebagai pewaris tahta kerajaan. Jayden yang tak ingin memiliki urusan dengan kerajaan, tak pernah menginginkan posisi sebagai raja. Namun, saat ayahnya terbunuh, Jayden tak memiliki pilihan lain. Mendadak harus memikul posisi tertinggi di Irealla, akibat penghianatan dari orang-orang yang paling dipercayanya. Menjadikan Jayden sebagai sosok raja berhati dingin dan penuh dendam.
View MoreJaxon POV
“Yes, Alpha. You have such a large cock. I love it when you feed it to me.” I hear Giselle. My fated mate. Lately, I’ve been having pains in my chest. When I went to the pack doctor, he was hesitant to tell me that it was betrayal pains. I didn’t want to believe him. I met Giselle when I was nineteen years old. She had just turned eighteen. She was the most beautiful woman I ever met. Her scent was a calming lavender and sage. Her eyes were a deep blue and her hair was a golden blonde. Like the sun shining on wheat fields. She had naturally pink lips that were lush and her body was delicate and petite. She was precious to me and now I can’t believe what I’m hearing. I treasured her and she is talking about getting fed another man’s dick. My wolf Drax has been howling in pain almost every other night. I can feel him weakening and it’s breaking my heart. I only just became Alpha of Winter Moon six months ago. I’m strong and capable, but the pack was appointed to me by the Elders after the last Alpha was found to have embezzled pack funds. “Let’s meet at our usual place tonight. I really need you to fuck me.” She giggles and my stomach is filled with nausea. “Jaxon? Don’t worry about him. He can’t make me feel the way you do. I love how you dominate me. Promise me you will fuck me like that when you make me your Luna.” She said seductively. As if my heart couldn’t break any further, not only is she insulting me, but she is talking about being this Alpha’s Luna. I suddenly can’t take any more of this betrayal. I open the door quietly. “Will you spank me again tonight, my Alpha?” She says seductively. She has no idea I’m listening to her conversation. I let the words fall out of my mouth before I could stop myself, “Why wait until tonight?” “Jaxon!” She jumps from the unexpected question. She quickly hangs up the phone. “Baby, let me explain -” I cut her off, “No need. I heard you. You want him to feed you his dick and spank you. I never thought of you nor treated you like a whore, but here we are Giselle. Why?” “WHY? WHY?!” she says loudly, “BECAUSE WE ARE BROKE JAXON! WHEN I SIGNED ON TO COME HERE WITH YOU, I DIDN’T THINK THE PACK WAS THIS BROKE! YOU HAVE ME LIVING IN POVERTY! YOU WANT ME TO BE A LUNA TO BEGGARS?!” I roared, “I DIDN’T HIDE ANYTHING ABOUT THIS PACK FROM YOU! NOR DID I TWIST YOUR ARM GISELLE. I TOLD YOU I NEEDED SOME TIME TO TURN THINGS AROUND! IT’S ONLY BEEN SIX MONTHS. WERE YOU EXPECTING A MIRACLE?!” I don’t hold back, “I LOVED YOU! I WANTED TO BUILD MY LIFE HERE WITH YOU! WE ARE FATED MATES! DOES THAT MEAN NOTHING TO YOU AT ALL?!” “THE MOON GODDESS FATED ME TO A WEAK AND BROKE ALPHA! CONGRATULATIONS ON BEING, ALPHA OF THE BEGGARS! She spat. What the hell? Was this always about money for her? Did she ever love me? How can I trust the Moon Goddess ever again? Why would she pair me with this fucking woman? “You know what,” she started, “I’ve had enough of this farce. Alpha Jasper of Bloodlust is the strongest, richest and most powerful Alpha of the Eastern Region. He wants me and fucks me way better than you ever did. He wants me as his Luna and I am leaving this hell hole today.” She stands and squares her shoulders at me. With a spiteful glare, “I, Giselle Breyer, Luna of Winter Moon, reject Jaxon Docker, Alpha of Winter Moon, as my fated mate and Alpha!” I feel the impact of her words hit me. Drax is howling in pain, again. I grab my chest and stare at her. I square my shoulders and look her dead in the eyes, “I, Jaxon Docker, Alpha of Winter Moon, accept your rejection. All ties between us are broken and you are banished from Winter Moon, effective immediately.” I see her crumble to the floor and scream out in pain. I want to feel sorry for her, but I don’t. She did this, not me. She wants power and wealth, well, that comes with blood, sweat and tears. She will need to experience pain to get there. “GUARDS!” I scream out. “Yes, Alpha.” They say as they come in and see Giselle on the floor shaking. “Grab this whore and throw her off the pack lands. She is banished from Winter Moon, effective NOW!” I bark. As they drag her away, I look at her and say one last thing, “Stay the fuck away from this pack. Never show your face here again.” I turn to the guards, “Take her.” She is crying in pain as they drag her out. Once she is out of my line of sight, I collapse on the floor. I’m in double the pain. I didn’t just accept her rejection, I banished her from the pack. Two tethers snapped. Still, I would rather feel this pain then the betrayal pains I have been feeling for the last two months. Drax has gone silent. My wolf and I have both suffered. We didn’t deserve this betrayal. We didn’t do anything to warrant her cruelty. I loved her and she betrayed me. I look out the window and to the stars, “Moon Goddess, if this is how you pair mates, then never pair me with anyone else, ever again. Let me be alone and die alone. Anything would be better than this pain.” I put my head in my hands and let the tears come. It may not be the Alpha thing to do. It may not look manly, but this pain is searing scars on my soul and on my wolf’s soul. I will never trust another woman again.Luis memasuki kamarku diikuti oleh beberapa pelayan. Masing-masing mereka membawa sesuatu dalam nampan perak yang ditutupi fabrik berwarna putih. Mereka meletakkan semua barang yang dibawa tadi ke atas tempat tidur. Tiga orang pelayan laki-laki segera mempersiapkan tempat mandi dan mengisi air hangat, sementara dua lainnya membantu melepas pakaianku. Aku segera berendam ke dalam air hangat yang telah dicampur esential oil dan membiarkan para pelayan membantu membersihkan tubuhku. Aku memperhatikan Luis membuka barang-barang yang tadi dibawa para pelayan tadi. Dia mengeluarkan beberapa pakaian dan perhiasan tradisional Irealla. Aku hanya mengamati Luis mempersiapkan semuanya. Aku segera berdiri begitu selesai dan seorang pelayan segera membantu mengeringkan tubuhku. Luis mengisyaratkan pada mereka semua untuk keluar dan mereka segera pergi membawa semua perlengkapan mandi yang telah dipakai tadi. "Kemari." Aku berjalan mendekat, m
Aku tersentak dari tidur saat seorang mendobrak pintu kamar. Segera menutupi tubuh Zava dengan selimut, dan melayangkan tatapan tajam pada siapapun yang berani mengganggu kami.Aku sedikit terkejut saat mendapati Luis yang sudah berada di hadapanku. Dia tak bereaksi terhadap ekspresiku dan melempar pakaian ke arahku."Cepat kenakan pakaianmu dan temui aku di luar." Aku bisa merasakan Zava bergerak di sebelahku.Aku menunggu sampai Luis betul-betul keluar dan menutup pintu sebelum menatap ke arah Zava. Gadis itu tampak khawatir, gurat ketakutan tak dapat disembunyikan dari wajahnya. Aku mengusap kepalanya, menyingkirkan helai rambut yang jatuh menutupi sebagian wajahnya."Tenanglah, Luis adalah orang kepercayaanku, dia tak akan membuka suara tentang kita." Kata-kataku tampaknya sedikit menghilangkan kecemasannya, namun aku tau Zava tak sepenuhnya percaya.Aku segera berpakaian dan menyusul Luis ke bawah. Reynold tampak tegang saat aku melihatn
Aku tersentak dari tidur saat seorang mendobrak pintu kamar. Segera menutupi tubuh Zava dengan selimut, dan melayangkan tatapan tajam pada siapapun yang berani mengganggu kami. Aku sedikit terkejut saat mendapati Luis yang sudah berada di hadapanku. Dia tak bereaksi terhadap ekspresiku dan melempar pakaian ke arahku. "Cepat kenakan pakaianmu dan temui aku di luar." Aku bisa merasakan Zava bergerak di sebelahku. Aku menunggu sampai Luis betul-betul keluar dan menutup pintu sebelum menatap ke arah Zava. Gadis itu tampak khawatir, gurat ketakutan tak dapat disembunyikan dari wajahnya. Aku mengusap kepalanya, menyingkirkan helai rambut yang jatuh menutupi sebagian wajahnya. "Tenanglah, Luis adalah orang kepercayaanku, dia tak akan membuka suara tentang kita." Kata-kataku tampaknya sedikit menghilangkan kecemasannya, namun aku tau Zava tak sepenuhnya percaya. Aku segera berpakaian dan menyusul Luis ke bawah. Reynold tampak tegang saat aku mel
Seperti yang kubilang, anggota dewan konsil adalah sekumpulan orang tua membosankan, dan aku terpaksa harus mentolerir keberadaan mereka. Seharusnya aku menyelinap keluar selagi ada kesempatan. Aku meringis saat Colton menyikut perutku. Aku melempar tatapan sinis ke arahnya, namun anak bodoh ini sama sekali tidak peduli. "Berhenti melamun!" bisik/bentaknya. Aku memutar bola mata, bocah ini berpikir dia bisa mengaturku. Salah satu perwakilan dewan konsil terlihat sedang berbicara dengan si tua Arthur. "... Irealla membutuhkan kepastian, mereka ingin tau siapa diantara kedua pangeran yang menduduki posisi putra mahkota. Rakyat Irealla berhak mengetahui siapa yang akan menjadi raja mereka berikutnya," ucap pria yang paling tua. Pria itu tampaknya merupakan pemimpin dari rombongan ini. Aku mendesah pelan, sudah begitu bosan dengan semua pembahasan ini, aku bahkan tidak peduli siapa yang akan menjadi raja. Hell ... aku tidak pernah mengingink
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ratings
reviewsMore