เข้าสู่ระบบ“Jangan sok tahu kamu,” ucap Owen mendorong tubuh Leah sampai wanita itu terjatuh di ranjang.
Dengan sempoyongan, Owen pergi ke lemari obat. Mengaduk-aduk obat yang ada di sana dan membuatnya berantakan, bahkan ada yang terjatuh di lantai dan dia sama sekali tidak peduli. Setelah menemukan obat yang dia cari, seperti biasa dia akan menelan langsung beberapa butir sekaligus.Leah hanya menatap apa yang Owen lakukan tanpa bisa berbuat apa-apa. Pria itu kembali melempSetelah Geofany pergi ke dokter untuk mencegah kehamilannya, Piere tak pernah membuat wanita itu bisa beristirahat dengan tenang. Tak heran rumah Piere sangatlah privat, bahkan pelayan hanya diperbolehkan masuk di jam-jam tertentu karena dia akan bercinta dengan Geofany tanpa mengenal waktu dan tempat.Hampir semua ruangan di rumah mereka pernah mereka gunakan untuk bercinta, dapur, kolam renang, ruang santai, ruang kerja bahkan meja makan pun menjadi tempat kesukaan Piere ketika mereka selesai makan malam dan menghabiskan makanan penutup.Seperti saat ini, ketika Piere menumpahkan satu scoop es krim ke dada Geofany dan memakannya dari sana. Menyapukan lidahnya untuk menikmati es krim tersebut. Bibir Geofany tidak bisa berhenti mendesah merasakan dinginnya es krim yang bercampur dengan desiran dari sapuan lidah Piere di puncak dadanya yang telah mengeras dan menegang.Setelah es krim di dada Geofany habis, Piere mengambil satu scoop lagi dan menaruhnya di
Persetan dengan pernikahan tanpa cinta yang akan dia jalani bersama Piere jika dia bisa merasakan kebahagiaan seperti ini setiap pagi.Tubuh Geofany membeku ketika tiba-tiba mata Piere terbuka dan bertabrakan dengan matanya. “Apakah kamu sedang mengagumi ketampananku?” goda Piere.“A-apa …? Jangan terlalu percaya diri! Aku hanya ingin memeriksa dan memastikan siapa orang yang meremukkan tubuhku dengan memelukku sepanjang malam,” gerutu Geofany yang tampak dibuat-buat.Piere terkekeh mendengar hal tersebut. Bukannya melepaskan pelukannya, pria itu malah semakin mendekap Geofany hingga terbatuk.“Piere …! Lepaskan aku …!” seru Geofany sambil memukul tangan Piere yang melingkar erat di tubuhnya.“Aku tidak akan melepaskanmu,” ujar Piere.“Aku tidak bisa bernafas, apakah kamu ingin membuatku mati kerena kekurangan oksigen?” berontak Geofany.“Kalau begitu, aku akan memberimu tambahan oksigen.”Mata Geofany seketika
“Hei, kamu ada di sini ternyata. Aku mencarimu ke mana-mana?” Suara Piere mengagetkan Geofany yang sedang berbaring santai di pinggir kolam renang dengan minuman dingin di sampingnya. Pria itu mendekatinya dan mengecup bibirnya. “Kamu bangun jam berapa? Aku merasa sedikit kesal ketika tidak menemukanmu di sampingku,” lanjut Piere. “Tidurmu nyenyak sekali, aku tidak tega membangunkanmu. Lagi pula jika aku membangunkanmu, aku tahu apa yang bakalan terjadi selanjutnya.” Piere terkekeh mendengar apa yang Geofany sampaikan. “Apakah kamu tidak menyukainya? Yang aku lihat kamu selalu mendesah nikmat dan berteriak meminta lagi ketika aku berada di dalammu. Aku sangat suka ketika kamu meneriakkan namaku.” “Aku merasa takut,” celetuk Geofany yang membuat Piere heran sehingga dia duduk menghadap Geofany. “Apa yang kamu takutkan? Apakah kamu takut hamil? Bukankah kamu bilang ini bukan masa suburmu?” selidik Piere.
Percaya dengan perkataan Piere yang tampak menyakinkan, membuat Geofany pasrah ketika pria itu menutup matanya dengan dasi yang ternyata telah Piere siapakan di kantong celana. setelah pandangannya gelap, tiba-tiba kesunyian melanda.“Piere! Apakah kamu masih di sini?” seru Geofany gugup.“Aku di sini, tenanglah! Tungguh sebentar!”Tak lama kemudian, tiba-tiba bibir panas dan lembab sekaligus lembut milik Piere sudah menyentuh bibirnya. Pria itu mendorong sesuatu ke dalam mulutnya dan ternyata setelah dicecap, dia baru sadar jika itu adalah anggur yang sedang dia minum bersama Piere.Ketika anggur itu berpindah ke mulutnya dengan jumlah banyak, Geofany terbatuk saat menelannya, membuat Piere menjauhkan bibirnya dari bibirnya agar dia tidak tersedak.“Bagaimana rasanya? Bukankah sekarang lebih manis?” goda Piere.“Sama saja,” balas Geofany dengan nada datar, membuat Piere gemas.Dia kemudian mendorong kedua bahu Geofany h
Piere yang tertangkap, menarik tubuh Geofany ke dalam air hingga tubuh wanita itu tenggelam di dalam kolam. Trauma akan insiden di pantai membuat Geofany membeku dan membuatnya semakin tenggelam, Piere kemudian menangkapnya dan membawanya ke permukaan kolam. Nafas Geofany tersengal karenanya, tapi Piere menenangkannya dengan mendekap dan mengusap punggungnya. “Ada aku, tenanglah!” ucap Piere. “A-ku tidak bisa berenang,” balas Geofany dengan gelagapan. “Lawan rasa takutmu, kamu handal dalam berenang, tapi ketika keadaan tidak menguntungkan dan kamu tertekan, rasa takut mengendalikan dirimu, itulah kenapa kemarin kamu bisa tenggelam,” Piere memberitahu kelemahan Geofany. “Lalu apa yang harus aku lakukan?” tanya Geofany tampak putus asa. “Hanya dengan melawan rasa takutmu, kamu bisa bertahan dan berpikir jernih. Jika kamu siap dan berani, kita bisa berlatih sekali lagi. Aku akan mengajarimu melawan rasa takutmu,
Keesokan paginya, matahari masuk ke kamar di mana Geofany dan Piere masih terlelap. Tubuh keduanya telanjang bulat tanpa sehelai benang pun yang menempel di tubuh. Hanya selimut tipis sutra yang menutupi aset berharga mereka.Piere terbaring tertelungkup dengan tangan yang melingkar posesif di pinggang Geofany, sedangkan tubuh Geofany terbaring miring menghadap Piere, tergelung seperti anak kucing yang butuh kehangatan.Angin laut masuk melalui pintu kamar mereka yang menghadap ke laut. Gorden tipis berwarna putih berkibar terkena angin laut.Tubuh Piere menggeliat terbangun. Matanya perlahan terbuka dan disambut wajah cantik di depannya, membuat senyumnya terkembang lebar. Setelah puas menjelajahi wajah Geofany, matanya turun ke lengan telanjang dan dada wanita itu.Tangannya terulur mengusap lembut tanda kepemilikan yang dia berikan di setiap inci kulit Geofany. Rasa bangga menyeruak di dalam dirinya karena berhasil memberikan tanda itu di tubuh
Salah satu pintu dari sebuah ruangan terbuka dengan kasar. Elbert Collins masuk ke ruang kerja putranya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Zack Collins yang terkejut, sontak mendorong wanita yang sedang memuaskan gairahnya, hingga wanita itu terjatuh terjengkang ke lantai. “Pergi! Aku tidak me
“Bukan bagitu caranya. Aku menginginkan bagianmu sekaligus bagian Ethan. Kamu sebagai wali dari Ethan harus memastikan jika harta Ethan menjadi milikku setelah itu aku akan melepaskanmu dan kamu bisa pergi jauh dari kehidupanku. Bahkan aku tidak ingin melihatmu dengan Ethan lagi,” papar Zack.Kelly
Apa yang dilakukan Zack membuat kaki Kelly semakin berdenyut menyakitkan, tapi Kelly menahan rasa sakit tersebut. Kelly tidak ingin Zack meninggalkannya jika dia menghambat langkah pria itu. Ini satu-satunya kesempatan dia bertemu dengan Ethan kembali.Zack membuka pintu mobil dan mendorong tubuh K
“Tidak akan, di nadinya mengalir darah Collins dan aku akan membawanya pulang ke rumah yang layak untuk putramu,” ujar Zack. “Rumahku sangat layak untuknya, dia baik-baik saja bersamaku. Lagi pula kalian tidak menyayangi Ethan, untuk apa kalian mengambilnya? Aku sangat menyayanginya,” seru Kelly.







