LOGINBaru saja Jasmine merasakan indahnya kebebasan setelah lulus SMA, tiba-tiba kedua orangtuanya merencanakan pernikahan demi mempererat hubungan kerja sama perusahaan orangtuanya dan perusahaan keluarga Holmes yang sudah berjalan selama 5 tahun. Jasmine ingin marah dan berontak tetapi tak punya pilihan lain karena dia bergantung banyak hal pada orangtuanya. Ia harus menikah dengan Richie Holmes. Tetapi, apakah pernikahan mereka berjalan dengan mulus jika Jasmine menikah dengan terpaksa?
View More"Oh, wait, wait... kau juga? lesbian??" tanya Emily. Bisa kubayangkan bagaimana dia tersenyum lebar ketika memastikan hal itu sekali lagi. Seolah dia senang mengetahui fakta buruk bahwa istriku adalah lesbian. "Ya..." Emily tidak bisa berkata-kata selama sesaat selain tersenyum senang. Melihat wajah Emily yang jelas salah tangkap membuat Jasmine kembali meralat kata-katanya sekali lagi. "Oh tunggu-tunggu, maksudku bukan aku yang lesbian. Maksudku aku juga punya teman yang lesbian." "Tapi tadi kau bilang kau juga lesbian." "Tidak. Aku tidak suka sesama jenis, maksudku aku juga punya teman yang sama sepertimu," "Jadi kau atau temanmu yang lesbian?" "Temanku," "Kenapa kau tidak mengakuinya saja, huh? Ayolah..." "Mengakui apa? Aku lesbian?" tanya Jasmine bingung. Aku mulai buka suara, "Sudahlah, Em, dia bukan lesbian. Kau tidak perlu terus mendesaknya." "Tapi..." Emily hampir ingin mendesaknya lagi, tapi kemudian dia mengurungkan. "Aku menikah dengan laki-laki dan
Aku menatap ponselku. Menunggu pesan masuk dari Emily. Kemudian... Ting! Tanda pesan masuk baru. 1 foto blur yang otomatis ku unduh. Ketika gambarnya jelas, aku berdecak kesal. "Dasar!" kataku. Rivi yang berdiri di belakangku ikut melihat apa yang kulihat. "Siapa itu?" tanya Rivi. Tanpa perlu memperbesar foto pun aku tahu siapa pria itu. "Ini Suaminya Sasha, Riv." Kataku. "Dasar, Emily. Kupikir Istriku bersama siapa," Kemudian kudengar dari rekaman, Emily mulai beraksi. Dia yang sudah membawa nampan makanan mendatangi Jasmine dan Sasha sambil pura-pura mengenal keduanya. Kemudian dia ingin bergabung bersama mereka. Emily mengatakan bahwa dirinya juga alumni sekolah Jasmine. Dia tahu Jasmine populer, ketua cheerleaders dan semacamnya. Kemudian Sasha memberitahu pria yang bersama mereka itu suaminya dan Emily mengajaknya berkenalan juga. Setelah bertanya basa-basi kenapa mereka disini dan sebagainya, akhirnya topik berganti soal masa-masa sekolah. Aku dan Rivi mulai t
Malam hari jam pulang kerja, aku melihat CCTV rumah lewat ponselku. Ada Ibu datang entah sejak kapan. Kuputar mundur CCTV sampai di titik sore menjelang malam. Ibu datang pada saat itu. Kemudian aku kembali melihat apa yang sedang mereka bicarakan sekarang. Keduanya ada di dapur sambil tertawa. "Ibu memang tidak pintar memasak. Tapi untungnya Ayah mau makan ayam gosong itu," Jasmine masih tertawa. "Tapi seiring berjalannya waktu, Ibu mulai bisa beberapa resep. Hanya beberapa resep saja karena selebihnya sudah dikerjakan koki di rumah," Jasmine mengangguk-angguk. Aku ikut tersenyum melihatnya. Kemudian aku masuk ke dalam mobil. Meletakkan ponselku pada penyangga di dashboard, lalu menyalakan mesin. Selama perjalanan, aku tidak fokus mendengarkan pembicaraan mereka, tapi di lampu merah, Ibu berkata, "Rasanya sudah tidak sabar lagi ingin memiliki cucu," Ibu melihat Jasmine sambil tersenyum lebar dan Jasmine merasa sedikit kikuk. "Apa kau sudah melakukan test pack?" Jasmine m
Pagi itu aku meminta 3 suruhanku mencari informasi apapun tentang persahabatan dan riwayat hidup Jasmine. Hanya dalam waktu seminggu, mereka sudah memberiku berbagai informasi tentang Sasha dan Harit. Berapa lama mereka bersahabat, kemana saja mereka pergi, apa saja yang biasa mereka lakukan, film apa yang biasa mereka tonton. Juga sekumpulan foto Jasmine dengan mereka. Foto berpelukkan, foto di kelas waktu mereka masih SMA, juga foto dengan teman-temannya yang lain. Aku menggelengkan kepala sambil mengamati foto itu satu per satu. Belum ada hal yang mencurigakan disana. Kemudian informasi tentang sahabat Jasmine waktu SD sampai SMP yang bernama Sally. Foto-foto mereka berdua yang lebih banyak memeluk. Jasmine dan Sally selalu berdekatan. Mereka selalu pergi bersama sambil bergandengan tangan, bahkan Sally sudah dianggap anak oleh Mama Sarah. Mereka sudah satu kelas sejak SD sampai SMP, sayangnya setelah kelulusan SMP, Sally pindah keluar negeri hingga keduanya mulai putus komunika






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews