LOGINAndrea Dela Vega, 25, isang babaeng pinagpala ng magandang mukha at pangangatawan. May kakaibang taglay karisma na kahit sinong lalaki ay mapapalingon talaga kapag siya ay dumaan. Marami ang may lihim na nagkakagusto sa kaniya at gusto siyang maikama pero sa isang Doktor niya naibigay ang kaniyang pagkababae. Ang Doktor na bagong divorce sa kaniyang asawa ay na-obsessed sa kaniya at binigyan siya ng isang Proposal na hindi niya matatanggihan. "1 million a month kapalit ng gabi-gabi kitang kasama. Paligayahin mo ako hanggang sa makalimutan ko ang asawa ko."
View More"Sebentar lagi aku akan tahu, apa yang sebenarnya Mas Reza sembunyikan dariku selama ini. Ya Allah semoga dugaan burukku nggak benar."
Dengan rasa penasaran, Nazwa terus menatapi mobil suaminya yang dia iringi dengan taksi pesanannya. Jantungnya berdegup kencang sejak tadi. Di tengah kegelisahannya dia masih berusaha berpikir positif tentang kecurigaannya terhadap suaminya.
"Apa pun itu semoga aku siap menerimanya Ya Allah." Nazwa meremas jemarinya. Pikiran buruk terus berkelabat di kepala. Namun, dia juga berusaha terus menepisnya. Sayang, sepertinya pikiran buruknya yang benar karena dia melihat mobil suaminya justru memasuki pelataran hotel mewah.
"Kok Mas Reza ke hotel? Bukannya tadi izin ke rumah sakit. Ya Allah Mas Reza udah bohong sama aku." Pikiran buruk Nazwa menjadi.
Nazwa meminta si supir berhenti agak jauh di seberang jalan hotel. Lalu dia turun seorang diri, dan membuntuti suaminya dengan berjalan kaki. Wanita berpakaian syar'i itu terus mengiringi langkah suaminya yang memasuki hotel dari kejauhan.
Dan dia terkejut tatkala melihat seorang perempuan yang tidak asing tiba-tiba muncul, menyambut kedatangan suaminya dengan memeluk pria itu. Suaminya balas memeluk wanita itu dan menciumi keningnya.
Nazwa seketika terhuyung. Kakinya mendadak lemas hingga rasanya tak kuat menopang tubuhnya berdiri. Dadanya mendadak nyilu seakan ditikam ribuan sembilu. Namun, dia masih berusaha untuk bisa berdiri. Kakinya begitu berat melangkah, mengiringi dua sejoli itu diam-diam.
Ya Allah ini terlalu menyakitkan untuk menjadi nyata. Nazwa berharap ini mimpi, tapi ini nyata.
Walau sakit, Nazwa masih diam memperhatikan kemesraan itu sampai dua sejoli itu berhenti di depan kamar. Perempuan itu tengah membuka pintu, sedangkan tangan Reza terus merangkul pundaknya yang terekspos sambil menciumi kepalanya berkali-kali.
"Astagfirullahal'adzim, Mas!" Nazwa sudah tidak tahan lagi melihatnya. Tanpa sadar dia berteriak parau. Air mata sontak meleleh di pipi. Kedua pasangan yang sibuk bermesraan itu sontak menoleh dengan raut wajah terkejut luar biasa.
Reza melotot tak percaya. "Nazwa! Nazwa kenapa kamu bisa ada--"
"Ternyata kamu selingkuh sama dia?!" Nazwa menunjuk perempuan tidak asing itu yang kini terlihat panik. "Aku bener-bener nggak nyangka!" Nazwa menggeleng. "Aku kecewa sama kamu!" Nazwa lalu berbalik badan dan berlari menyusuri lorong hotel secepat yang dia bisa.
Reza lantas mengejarnya dan mengabaikan perempuan itu. "Nazwa, tunggu aku! Aku bisa jelasin!"
Reza tidak menyangka, Nazwa bisa mendapatinya bersama perempuan lain seperti ini. Situasinya benar-benar tidak tepat. Pikiran buruk mulai menyerang kepala. Reza sungguh tidak ingin Nazwa terluka.
Mereka berlarian sampai ke pelataran hotel. Di tengah pelataran, Reza berhasil memegang tangan Nazwa yang langsung ditepis oleh si empunya.
"Jangan sentuh aku!" Mereka berdiri berhadap-hadapan. Nazwa menatap tajam suaminya yang memasang tampang merasa bersalah.
"Aku bisa jelasin semuanya, Sayang."
"Kamu bilang sama aku mau ke rumah sakit." Telunjuk Nazwa teracung di depan wajah Reza. "Ada pekerjaan mendadak. Tapi kamu malah ke hotel, bertemu dan bermesraan dengan perempuan itu. Lalu apa lagi yang mau kamu jelasin?!" Nazwa berteriak-teriak, tak peduli dengan tatapan heran dan ingin tahu orang-orang yang lalu-lalang di pelataran tersebut. Dia tak dapat mengontrol emosinya.
Reza menoleh kiri-kanan, merasa tidak nyaman dengan pandangan orang-orang itu. "Kita bisa bicarakan ini baik-baik, Nazwa. Tapi nggak teriak-teriak di sini. Malu dengerin orang." Reza sedikit berbisik dan berusaha menggapai tubuh istrinya, tapi Nazwa terus menghindar.
Nazwa melirik orang-orang itu. Dalam hatinya membenarkan suaminya. Biar bagaimana pun dia tak seharusnya menampakkan masalah rumah tangganya di khalayak umum.
Reza memanfaatkan itu dengan memegang kedua pundak istrinya. "Kita bicarakan baik-baik. Kamu tenang dulu, ya."
Nazwa serta-merta menepisnya. "Nggak ada yang perlu dijelasin, Mas. Akui aja kalau kamu memang selingkuh sama dia. Aku nggak nyangka kamu masih mau berhubungan sama mantanmu itu." Nazwa lalu menangis terisak-isak.
"Makanya dengerin dulu. Aku sama dia sebenarnya--"
"Selama ini kamu pintar menyembunyikan rahasia ini. Tapi Allah lebih pintar untuk membongkar semuanya. Selama ini kamu berlagak menjadi suami yang sempurna, tapi diam-diam di belakang kamu main perempuan lain. Aku muak sama kamu. Aku benci!" Nazwa mendorong dada Reza sebelum akhirnya berbalik badan dan berlari sampai ke jalan raya. Reza pun mengejarnya sambil terus meneriaki namanya.
Nazwa menangis di sepanjang jalan. Ini semua seperti mimpi. Seandainya dia tak melihat sendiri suaminya berselingkuh, mungkin dia tak akan percaya.
Nazwa melambaikan tangan ke arah kendaraan-kendaraan yang memenuhi jalan. Ketika jalan sedikit lengang, wanita berpakaian syar'i itu menyebrang, berlari-lari kecil menuju tempat taksi online-nya berhenti.
"Nazwa!" Reza ikut menyebrang. Namun, nahas, karena saking terburu-burunya, tanpa melihat-lihat lagi, dari arah kanan, sebuah sedan melaju kencang, menghantam tubuh Reza telak.
Demi mendengar suara kecelakaan, Nazwa spontan menoleh dan memekik histeris melihat suaminya bergelimang darah di atas jalan.
Apa yang harus dia lakukan? Apa dia harus membawa suaminya ke rumah sakit? Atau membiarkan saja lelaki itu yang sudah tega menyakiti hatinya?
***
Damien’s POV I see her. I saw how she breaks down and cry. Nakatayo lang ako sa gilid ng aking kwarto, nakadungaw sa bintana habang pinagmamasdan siya sa gitna ng ulan. Kitang-kita ko ang bawat paghikbi niya, ang bawat pagyugyog ng balikat niya habang yakap ang sarili. Every muscle in my body screams to run down there, to pull her inside, to wrap her in a warm blanket and hold her. But I stay frozen where I am, my hands clenched so tight my knuckles turn white. I watch it all – every tear, every shiver, every moment she looks up at the window as if hoping I’ll come for her. Tiniis ko. Tiniis ko lahat ng sakit na nakikita ko. Kahit na alam kong basang-basa na siya sa ulan, kahit na alam kong nilalamig na siya at maaari siyang magkasakit hindi ako bumaba. Hanggang sa nakita ko ang pagbagsak ng katawan niya. Nahimatay siya. Doon muntik nang masira ang pagiging matigas ko. Nanlaki ang mga mata ko at akmang bubuksan ko na ang pinto para lumabas pero pinigilan ko ang sarili ko
ANDREA'S POINT OF VIEW What I hate the most is... even it hurts me so much, I still wanna see him. Gustong-gusto ko siyang makita kahit na alam kong lulurayin lang ako ng sakit. Kahit na alam kong bawat tingin ko sa kaniya ay parang libo-libong kutsilyo ang tumatarak sa dibdib ko. Pero umaasa pa rin ako. Umaasa ako na baka sakaling magkausap kami, baka sakaling mahawakan ko ang kamay niya at makita niya ang luha ko... magbago ang isip niya. Baka sakaling maalala niya kung gaano kami kamahal noon at bawiin niya ang lahat. Pero hindi. Wala na. Because he blocked me too! after I finally found the courage to open the door and reach out to him again, hoping we could talk things through… he was the one who shut it in my face and locked it tight. he blocked me! Sa lahat ng social media, sa chat, sa tawag... tinanggal niya ako nang tuluyan. Parang hindi ako umiiral. Parang never naging parte ako ng buhay niya. Gumaganti siya! Yan lang ang pumapasok sa isip ko habang nangin
ANDREA'S POINT OF VIEW Alam ko. Alam kong lulunurin ko lang ang sarili ko sa sakit. Alam kong bawat hakbang ko papunta dito ay hakbang palayo sa katinuan ko. Pero hindi ko mapigilan. Kailangan kong makita. Kailangan kong patunayan sa sarili ko na totoo na... na wala na talaga. Hinanap ko ang video. Hinanap ko ang mga litrato at balita tungkol sa kasal nila. At nang mabuksan ko ito... parang binagsakan ako ng langit at lupa. "BONGGA." basag ang boses ko. Iyan lang ang masasabi ko. Parang Royal Wedding talaga. Puno ng mamahaling at malalaking bulaklak, puti at ginto ang tema, at ang dami ng tao. Ang ganda ng simbahan, ang gaganda ng dekorasyon, parang napunta sila sa langit. At doon... sa dulo ng altar... nakita ko siya. Si Damien. Nakasuot ng pinakamagandang suit, gwapo na gwapo, pero ang pinakamasakit... nakita ko kung gaano siya kasaya. Nakita ko kung paano siya maging emosyonal habang naghihintay. Nakita ko ang pag-aabang niya sa paparating na bride... na hindi ako. Napangi
DAMIEN'S POINT OF VIEW Habang nakatitig ako sa screen ng cellphone ko na tumigil na sa pag-ring, alam ko sa sarili ko... alam ko kung bakit niya ginawa 'yon. Alam ko kung bakit niya ako in-unblock. Alam ko kung bakit siya tumatawag ngayon. Isa lang ang ibig sabihin nito. Bumalik na ang alaala niya. Naaalala na niya ang lahat. Naaalala na niya na hindi ako ang may kasalanan. Naaalala na niya na hindi ko siya sinaktan. Naaalala na ako ang nanakit sa kaniya. Kaya niya ako tinatawagan ngayon kasi gusto niyang humingi ng tawad. Kasi gusto niyang bumawi. Kasi akala niya... babalikan pa kami sa dati. Ramdam ko ang kirot sa dibdib ko. Isang malungkot na katotohanan. Andrea... alam ko. Alam kong alam mo na ang totoo. Alam kong nagsisisi ka at gusto mo akong yakapin ngayon. Pero... huli na. Kahit na bumalik na ang alaala niya, kahit na malinis na ang pangalan ko, kahit na alam ko na mahal na mahal niya ay ako pa rin... hindi na pwedeng bumalik sa dati. The fact na divorced


















Maligayang pagdating sa aming mundo ng katha - Goodnovel. Kung gusto mo ang nobelang ito o ikaw ay isang idealista,nais tuklasin ang isang perpektong mundo, at gusto mo ring maging isang manunulat ng nobela online upang kumita, maaari kang sumali sa aming pamilya upang magbasa o lumikha ng iba't ibang uri ng mga libro, tulad ng romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel at iba pa. Kung ikaw ay isang mambabasa, ang mga magandang nobela ay maaaring mapili dito. Kung ikaw ay isang may-akda, maaari kang makakuha ng higit na inspirasyon mula sa iba para makalikha ng mas makikinang na mga gawa, at higit pa, ang iyong mga gawa sa aming platform ay mas maraming pansin at makakakuha ng higit na paghanga mula sa mga mambabasa.