Share

Bab 97 (21+)

Author: yourayas
last update publish date: 2026-06-15 14:22:09
"AAAHHH! S-SAMUDERA!"

Jeritan Seraphine pecah seketika, menggema di seluruh penjuru kamar mewah bernuansa temaram itu. Kedua matanya membelalak lebar, pupilnya melebar sempurna saat merasakan hujaman masif yang dilepaskan Samudera tanpa ragu sedikit pun. Tubuh mungilnya terdorong ke atas, punggungnya melengkung indah dari atas kasur seiring dengan rasa penuh yang teramat sangat, merenggangkan dinding-dinding intimnya yang semula begitu rapat dan sempit.

"Nghhh... aaah... S-Sam... k-kamu... t
yourayas

fyi, masih ada bab panas mereka lagi (aku bawain banyak wkwkwk) jangan lupa komen dan share ke temen-temen kalian ya!!!

| 1
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN   Bab 162

    “Asal kamu tahu,” ujar Seraphine dengan suaranya yang mulai merendah. "Aku gak cuma marah gara-gara cemburu. Aku ini perfeksionis. Di dalam bisnis, aku gak pernah mau ngasih hasil kerja yang bernilai B atau C. Aku selalu ngasih standar A plus. Dan di dalam hubungan kita... hal yang paling bikin aku muak dan takut adalah... fakta kalau aku gak bisa bikin kamu puas."Samudera tertegun. Kelopak matanya membelalak lebar dalam kegelapan. Ia mematung, seolah otaknya butuh waktu beberapa detik untuk mencerna kalimat yang baru saja meluncur dari bibir istrinya."Kamu ngomong apa, Sayang...?" bisik Samudera tak percaya.Seraphine tetap mempertahankan posisinya. "Kamu denger dengan jelas omongan aku, Samudera," jawab Seraphine datar dan tanpa basa-basi. "Aku ini amatir. Sebelum nikah sama kamu, aku gak tahu apa-apa soal seks. Semua hal yang aku lakuin di atas kasur sama kamu... itu cuma hasil dari aku yang berusaha nyesuaiin diri sama dominasi kamu. Dan setiap kali aku nginget kalau kamu pernah

  • PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN   Bab 161

    Waktu telah menunjukkan pukul sebelas malam lewat lima belas menit. Seraphine baru saja keluar dari walk-in closet setelah mengganti pakaiannya dengan piyama panjang berbahan sutra tebal berwarna krem gading. Mendengar langkah kaki Seraphine, Samudera mendongakkan kepalanya. "Sayang..." panggil Samudera dengan suara parau yang sangat bergetar. Seraphine mengangkat alis menatap suaminya. “Kenapa belum tidur? Besok kamu harus packing ke Fukuoka, kan?” Samudera menatap kasur utama kemudian beralih menatap wajah Seraphine dengan wajah memohon. “Sayang… malam ini malam terakhir kamu di Nagoya. Besok pagi kamu udah mau pulang ke Jakarta dan kita bakal pisah lagi berminggu-minggu.” Samudera menghela napas panjang, dadanya terasa sesak. “Boleh nggak, aku tidur sama kamu malam ini?” bisik Samudera. "Aku mohon, Sayang... Cuma tidur di kasur yang sama... Aku gak bisa tidur di kasur extra bed itu sambil ngebayangin besok pagi kamu udah gak ada di samping aku..." Seraphine menatap suaminya d

  • PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN   Bab 160

    Setelah menyelesaikan konser Day 2 di Vantelin Dome selama tiga jam lebih, Samudera tidak menunggu para membernya selesai makan. Setelah mandi singkat dan ganti baju di venue, Samudera langsung bergegas menuju hotel tempat istrinya menginap.Pintu utama suite mendadak berbunyi klik, disusul oleh derit halus saat daun pintu kayu jati tebal itu terdorong terbuka. Samudera melangkah semakin dalam, menangkap sosok istrinya yang sedang berdiri di dekat meja makan.“Sayang…” panggil Samudera dengan suara baritonnya yang parau dan amat rendah.Pria itu melangkah cepat, mengikis jarak di antara mereka. Ia menghentikan langkahnya tepat satu meter di depan Seraphine. Mengingat batasan ketat yang dipasang sang istri sejak pagi tadi, Samudera menahan jemari besarnya agar tidak langsung meraih pinggang Seraphine, meski seluruh sel tubuhnya berteriak ingin memeluk wanita itu erat-erat.Seraphine membalikkan tubuhnya anggun. Ia menatap suaminya dari atas ke bawah dengan mata hazelnya yang tajam dan

  • PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN   Bab 159

    Selama tiga jam berikutnya di pusat perbelanjaan Sakae, Seraphine benar-benar melampiaskan seluruh gejolak emosi di kepalanya melalui aksi shopping spree yang fantastis.Ia melangkah masuk dari satu boutique mewah ke boutique mewah lainnya—mulai dari Hermès, Chanel, Cartier, hingga toko perhiasan berlian ternama di Nagoya. Setiap kali memilih barang, Seraphine tidak pernah menanyakan harga. Ia hanya menunjuk dua set gaun malam haute couture, tiga tas kulit exotic, dan satu set kalung berlian berpotongan emerald yang bernilai miliaran rupiah.Dan setiap kali membayar di kasir, Seraphine selalu menyerahkan Centurion Black Card atas nama Samudera Adikara Wicaksana.Bip!Transaction Approved: ¥ 4,500,000 (Hermès Sakae)Bip!Transaction Approved: ¥ 12,000,000 (Cartier Nagoya)Bip!Transaction Approved: ¥ 8,200,000 (Chanel Boutique)Di area backstage Vantelin Dome Nagoya, suasana di ruang ganti Motion13 sedang sibuk-sibuknya jelang persiapan rehearsal panggung terakhir untuk Konser Day 2.S

  • PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN   Bab 158

    Pukul satu siang tepat, pintu Presidential Suite bernomor 4001 diketuk pelan dari luar. Seraphine yang sedang merapikan tas tangannya berjalan mendekati pintu dan membukanya. Di luar, lima sahabatnya—Anya, Valerie, Karin, Gisela, dan Bianca—sudah berdiri anggun dengan gaya busana streetwear-luxury masing-masing, siap untuk menguasai pusat perbelanjaan Nagoya. "Siang, Queen!" sapa Valerie ceria, melangkah masuk pertama kali sambil mengibaskan rambut cokelatnya. "Gimana tidur semalem? Nyenyak di atas penderitaan suami?" Karin terkekeh sinis, menyusul masuk sambil melipat tangan di dada. "Gue liat dari muka lo yang udah segeran gini, kelihatannya drama semalem berakhir dengan kemenangan mutlak di tangan Kirana Group." "Masuk dulu," sahut Seraphine tenang, memberikan ruang bagi para sahabatnya untuk melangkah ke ruang tamu yang luas. Gisela mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan, lalu matanya terhenti pada kasur tambahan (extra bed) berukuran single yang masih sedikit kusut d

  • PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN   Bab 157

    Pukul sembilan pagi tepat, bel pintu suite kembali berbunyi. Seraphine berdiri dari duduknya untuk membukakan pintu.Di luar, berdiri Dokter Hendra—dokter pribadi tim medis agensi yang mendampingi Motion13 selama tur Asia—bersama Yosua dan Mahesa."Pagi, Kak Sera," sapa Mahesa berbisik pelan dengan senyum canggung, memegang tas medis milik Dokter Hendra. "Kita boleh masuk?""Masuk," sahut Seraphine dingin, melangkah mundur memberikan jalan.Yosua masuk terlebih dahulu, matanya langsung tertuju pada Samudera yang sedang duduk di sofa ruang tengah, menghabiskan gelas jus apelnya. Begitu melihat piring-piring di atas meja makan yang sudah bersih dan rapi, helaan napas lega yang teramat sangat keluar dari bibir sang vice-leader."Demi Tuhan... piringnya bersih," gumam Yosua menepuk dadanya sendiri, menatap Mahesa dengan mata berbinar. "Gue gak halu kan, Hes? Leader kita beneran makan nasi sama sup?""Gak halu, Bang!" bisik Mahesa kegirangan. "Pawangnya ada di sini, ya jelas dimakanlah!"S

  • PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN   Bab 79

    Suasana di kamar itu masih dipenuhi dengan keheningan. Samudera masih mengusap lembut lengan istrinya dengan gerakan yang ritmis, sesekali mengecup pucuk kepala istrinya dengan sayang, membuat Seraphine yang bersandar di dada bidang suaminya menikmati momen ini sambil memejamkan mata. Tetapi, sema

  • PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN   Bab 77

    Samudera sampai rumah tepat saat waktu menunjukkan pukul 17.30. Ia langsung berjalan cepat menuju kamar utama. Senyumannya mengembang hanya dengan membayangkan ada istri cantik yang menunggunya. Begitu pintu kamar terbuka, pandangan Samudera langsung terkunci pada sosok wanita yang sedang bersandar

  • PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN   Bab 58

    Setelah liburan singkat bersama Adrian dan keluarganya. Seraphine jauh lebih stabil dalam melakukan pekerjaannya. Wanita cantik itu kembali memimpin rapat dengan tenang dan berhasil membuat suatu keputusan yang menguntungkan banyak pihak. Sore itu, di sebuah studio pilates privat di Kawasan Senopat

  • PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN   Bab 41

    Paris, pukul 22.15 malam. Udara di luar Accor Arena menusuk hingga ke tulang, mencapai titik di bawah 5°C. Di dalam gedung, energi ribuan orang baru saja meledak dan menyisakan keheningan yang mendengung di telinga para member Motion13. Samudera baru saja menyelesaikan lagu penutup, encore yang pe

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status