แชร์

Bab 414 Gudang Tujuh Belas

ผู้เขียน: Tristar
last update วันที่เผยแพร่: 2026-11-01 13:00:00

Pukul sebelas malam, sebuah mobil van abu-abu terparkir di balik tumpukan peti kemas di Pelabuhan Barat.

Di dalamnya, Sonya duduk di depan laptop dengan headset terpasang di kepala. Layar laptopnya menampilkan denah gudang dan empat titik merah yang berkedip.

"Penjaga di gerbang depan empat orang," ucapnya. "Di atap dua. Di dalam belum kelihatan. Kamera keamanannya sudah aku matikan lima menit lalu. Kalian punya waktu dua puluh menit sebelum ada yang sadar."

อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 418 Cermin Di Kamar Joko

    Pagi itu, Bila turun ke dapur lebih awal dari biasanya. Dia berhenti di ambang pintu. Feli berdiri di depan kompor, mengenakan celemek bermotif bunga milik Sinta. Dua wajan menyala sekaligus. Di meja makan, belasan piring sudah tertata rapi, lengkap dengan roti panggang dan buah potong. Feli menoleh. Tangannya yang memegang spatula membeku. "Bila..." Bila melangkah masuk tanpa menjawab. Dia menuang kopi ke cangkir, lalu bersandar di meja dapur, menatap Feli yang kembali sibuk dengan wajannya. "Kamu bangun jam berapa?" tanya Bila akhirnya. "Jam empat." "Buat apa?" Feli mematikan kompor. Dia menunduk, menatap telur dadar di wajan. "Aku gak bisa apa-apa di sini. Gak bisa bertarung, gak ngerti bisnis. Cuma ini yang bisa aku lakukan." Bila menyesap kopinya pelan. Hening cukup lama. "Kenapa dulu kamu ikut dia, Fel?" Feli terdiam. Lalu dia melepas celemeknya pelan, melipatnya di atas meja. "Kamu tahu aku dari mana, Bil. Kontrakan sempit. Ibu jualan gorengan. Utang di mana-mana."

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 417 Basemen Dua

    Ferrari Joko meluncur menuruni jalur parkir Mal Grand Senja dengan ban berdecit. Basemen dua gelap. Hanya beberapa lampu darurat yang menyala, memantulkan cahaya kekuningan di lantai beton yang lembap. Di ujung basemen, sebuah sedan putih terparkir sendirian. Dua mobil hitam berhenti mengapitnya, lampu depannya menyorot tajam ke arah sedan itu. Enam pria berdiri mengelilingi sedan putih. Salah satunya mengayunkan tongkat besi ke kaca jendela belakang. Prang! Kaca itu retak membentuk jaring laba-laba. Dari dalam mobil, terdengar jeritan tertahan. Joko menginjak rem. Ferrari-nya berhenti melintang beberapa meter dari mereka. Keenam pria itu menoleh bersamaan, menyipitkan mata karena silau lampu Ferrari. Joko turun dari mobil dan menutup pintunya pelan. "Malam-malam begini," ucapnya santai, "kalian gak punya kerjaan lain selain memecahkan kaca mobil wanita?" Pria bertubuh paling besar melangkah maju, tongkat besi di tangannya. "Bukan urusanmu. Pergi sebelum kepalamu ik

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 416 Kabar Yang Membakar

    Siang itu, ruang kerja di lantai satu Vila Bintang kembali penuh. Bila duduk di depan laptop dengan rambut pirang diikat asal. Matanya merah karena kurang tidur, tapi wajahnya berseri-seri. "Kak Jo, lihat ini." Dia memutar layar laptopnya. "Dua minggu terakhir, portal berita Halim memuat enam belas artikel soal Bintang Farma. Semuanya bohong. Dan aku sudah bandingkan tanggal terbitnya sama catatan di buku Nyonya Mirna." Joko mencondongkan tubuhnya ke layar. Sonya dan Rara berdiri di belakangnya. "Setiap kali ada artikel fitnah," lanjut Bila sambil menunjuk dua kolom yang berjajar, "dua hari sebelumnya ada uang masuk ke rekening Halim. Inisialnya sama. KJ." "Keluarga Jery," gumam Sonya. Rara bersiul pelan. "Bila, kamu gak tidur semalaman?" "Tidur dua jam." Bila menyeringai. "Tapi sepadan." Joko menatap layar itu lama, lalu menepuk kepala Bila pelan. "Kerja bagus." Bila tersenyum lebar seperti anak kecil yang baru dipuji gurunya. === "Terus mau diapain?" tanya Rara. "Kita lap

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 415 Pil Darah Iblis

    Pukul delapan pagi, laboratorium Lintang Medika masih sepi. Verona berdiri di balik meja kerja panjang, mengenakan jas laboratorium putih di atas blus sutranya. Di sampingnya, Pak Hendra sedang menyiapkan mikroskop dan beberapa tabung reaksi. Pintu laboratorium terbuka. Joko masuk dengan peti kayu kecil di tangan, bahunya masih dibalut perban baru. Di belakangnya, Dokter Clara melangkah masuk dengan tas medisnya. Verona mengangkat alis. "Kamu bawa tamu?" "Dokter Clara yang merawat orang tua Nadya," jawab Joko. "Dia yang paling paham soal energi asing di tubuh manusia. Secara medis." Dokter Clara mengulurkan tangannya dengan sopan. "Nona Verona. Saya sering dengar nama Lintang Medika." Verona menjabat tangannya, menatap wanita berkacamata itu dari atas sampai bawah. "Dokter Clara. Saya juga sering dengar nama Anda. Dokter muda yang menolak tawaran tiga rumah sakit terbesar di negeri ini." "Gaji mereka terlalu kecil," jawab Dokter Clara datar. Verona tersenyum tipis. "Saya suka

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 414 Gudang Tujuh Belas

    Pukul sebelas malam, sebuah mobil van abu-abu terparkir di balik tumpukan peti kemas di Pelabuhan Barat. Di dalamnya, Sonya duduk di depan laptop dengan headset terpasang di kepala. Layar laptopnya menampilkan denah gudang dan empat titik merah yang berkedip. "Penjaga di gerbang depan empat orang," ucapnya. "Di atap dua. Di dalam belum kelihatan. Kamera keamanannya sudah aku matikan lima menit lalu. Kalian punya waktu dua puluh menit sebelum ada yang sadar." Joko memasang alat komunikasi kecil di telinganya. "Petugas pengawas obat?" "Verona sudah mengatur. Mereka datang jam dua belas tiga puluh, bersama polisi." Sonya menoleh, menatap Joko dengan cemas. "Kalian harus sudah keluar sebelum itu, Tampan. Kalau kalian ikut tertangkap, semua rencana berantakan." "Kami gak akan tertangkap." Sonya meraih kerah kaus Joko, menariknya mendekat, lalu mengecup bibirnya sekilas. "Untuk keberuntungan."

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 413 Tiga Ronde Di Toko Antik

    Ciuman Bella terasa seperti anggur yang baru dia minum. Manis, sedikit getir, dan memabukkan. Joko membalasnya pelan. Tangannya naik ke tengkuk Bella, jemarinya menyusup di antara rambut basah yang masih beraroma sampo melati. Bibir Bella terbuka, dan lidah mereka saling melilit, lambat lalu semakin rakus. Bella menarik diri sedikit, napasnya sudah memburu. "Kamu tahu," bisiknya, "aku sudah membayangkan ini sejak kamu pura-pura bodoh soal cermin perunggu itu." "Aku gak pura-pura bodoh." "Kamu pembohong yang jelek, Joko." Bella menggigit bibir bawahnya. "Tapi ciumanmu bagus." Joko tertawa pelan. Jemarinya turun, menarik ikatan kimono sutra di pinggang Bella. Simpul itu terlepas dengan mudah. Kimono putih gading itu terbuka. Joko terdiam. Di bawah cahaya lampu meja yang temaram, tubuh Bella terlihat seperti barang antik paling berharga di toko itu. Kul

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 6 Bantu Puaskan Aku, Bang!

    Tak lama kemudian, Bu Sinta telah selesai membuat kopi, lalu dia menyajikannya di meja depan Joko. "Nih... sudah jadi, silakan di minum," ucap Bu Sinta dengan riang. "Makasih yah." Joko langsung mengambil cangkir berisi kopi itu, laku menyesap kopi di dalamnya. Ekspresi wajahnya tampak sangat me

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 5 Godaan Dan Tawaran

    Joko melajukan motornya ke luar dari kampung, ia pergi menjemput gadis bernama Mia di kosannya. Sampai di sana, ternyata Mia belum siap. Pada akhirnya, Joko menjemput langganannya yang lain terlebih dahulu. Gadis yang Joko jemput bernama Dea. Kosan Dea tidak jauh dari kosan Mia, jadi tidak butuh

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 4 Bu Tika Lebih Berani

    Ketika hari mulai beranjak sore, Joko memutuskan untuk pulang ke rumahnya. Penghasilannya dari mengojek hari ini sudah cukup banyak, jadi ia tidak perlu lagi berkeliling mencari penumpang hingga malam. Setelah selesai bersih-bersih, Joko duduk di kursi yang sudah tampak lapuk dimakan usia. Ia kemu

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 3 Goda Wanita Bersuami

    Setelah mengantarkan Bu Tika pulang ke rumahnya, Joko kembali melajukan motornya menuju warung Bu Sinta untuk mangkal di sekitar sana. Beberapa saat kemudian, Joko sampai di warung Bu Sinta. Warung Bu Sinta tampak sepi tak ada pembeli. Terlihat, Bu Sinta yang sedang sibuk menggoreng sesuatu di dal

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status