LOGINHari pertama sekolah selalu penuh tanda tanya, apakah akan menyenangkan, membosankan, atau justru penuh kejutan? Bagi El dan Tiara, hari pertama MPLS bukan hanya tentang mengenal sekolah baru, guru baru, atau teman baru. Tapi tentang pertemuan yang terasa... berbeda. Dari obrolan ringan di kantin yang penuh sesak, ice cream rasa stroberi yang tak terduga, hingga pulang bersama naik bus kota, semua terasa sederhana. Tapi dalam kesederhanaan itu, ada percikan hangat yang belum bisa mereka definisikan. Apakah ini hanya pertemanan? Atau benih sesuatu yang lebih? Di antara kelas-kelas baru, peraturan sekolah, dan perasaan canggung, El dan Tiara menjalani hari demi hari dengan obrolan yang makin dalam, namun tetap mencoba tetap dalam "jalur pertemanan". Karena kadang, cerita paling manis justru dimulai dari hal-hal paling sederhana.
View MoreAmnesia Anterograde adalah bahasa medis yang merupakan salah satu bentuk lupa ingatan. Secara medis penderita yang tidur pada malam hari tidak akan mengingat peristiwa yang terjadi hari sebelumnya pada keesokan harinya. Penyebab umum amnesia jenis ini adalah kerusakan otak akibat kecelakaan. Kabar buruknya, penderita Amnesia Anterograde memiliki memori atau ingatan terputus jangka pendek dan hanya bisa mengingat peristiwa terakhir sebelum kecelakaan terjadi. Ini persis seperti kerja memori komputer yang akan kehilangan file yang disimpan setelah proses restart. Amnesia anterograde tetap merupakan penyakit misterius karena mekanisme yang tepat belum dipahami dengan baik, meskipun diketahui bahwa daerah otak yang terlibat adalah situs tertentu di korteks temporal, terutama di hippocampus dan daerah subkortikal terdekat.
Malpraktek adalah suatu jenis kelalaian dalam standar profesional yang berlaku umum, dan pelanggaran atas tugas yang menyebabkan seseorang menderita kerugian. Hal ini dilakukan oleh seorang profesional ataupun bawahannya, agen atas nama klien atau pasien yang menyebabkan kerugian bagi klien atau pasien.-Sumber Wikipedia
Catatan Jurnal Ingatan Sofie
29 Desember 2019-Hari 30 ktmmu adamm/potggrraperr/passaaangg poto potto akku d dinnding/bbbaaiik/aaakkku ssseennanng/dddiia pperrccaya aaakkkuu :)
30 Desember 2019-Hari 31 Sssssiiiaapppa Adddaaaammm?
31 Desember 2019-Hari 32 Adddaaaaammm??????????????????????
Pulang sekolah biasanya menjadi waktu paling ringan untuk El.Biasanya, Rafa bercanda receh, Faqih ribut sendiri, Tiara cerita hal-hal kecil yang entah kenapa selalu menarik.Tapi hari itu… semuanya terasa patah ritmenya.Bahkan langkah kaki mereka pun tidak kompak seperti dulu.Kenzo berjalan di sisi Tiara.Mereka bicara soal hal-hal yang El tidak tahu.Lomba lama yang El tidak pernah dengar.Cerita masa SD yang El tidak pernah ada di dalamnya.Untuk pertama kalinya, El merasa seperti tamu dalam lingkaran yang seharusnya miliknya.Faqih ngeh duluan.Ia coba narik El ke tengah obrolan.“Eh, El punya cerita juga nih! Dia—”“El,” potong Kenzo halus sambil menatap, “lo dulu ikut ekskul apa?”Pertanyaan sederhana.Normal.Nggak salah apa-apa.Tapi entah kenapa… El merasa seperti lagi diuji.“Futsal,” jawab El singkat.“Oh, pemain futsal ya.” Kenzo tersenyum. “Pantes tinggi.”Tiara mengangguk setuju. “Iya, dari awal juga keliatan banget El bakal cocok main futsal.”Dan itu aneh.Karena bia
Pagi itu terasa… berbeda.Bukan karena matahari lebih terang atau angin lebih sejuk.Tapi karena satu hal: mimpi itu.Mimpi yang semalam membuat dada El terasa aneh — campuran hangat, gugup, dan rasa takut yang sulit dijelaskan.Kalimat itu masih menggema di kepalanya:“Besok semuanya akan mulai berubah.”El mengucek mata di depan cermin kamar. Rambutnya masih acak-acakan, tapi moralnya turun naik.Ia mencoba menepis mimpi itu, berkata ke dirinya sendiri:“Ah… cuma mimpi. Nggak usah dipikirin.”Tapi tetap saja dadanya berat.Setelah sarapan dan diantar Ayah seperti biasanya, El tiba di sekolah dengan langkah sedikit lambat. Hari ini adalah hari pertama pelajaran dimulai — hari dimana kelas mulai lebih serius.Dan ketika ia melangkah ke gerbang sekolah, seluruh suasana tampak berjalan seperti biasa: murid-murid tertawa, suara langkah tergesa, aroma kertas baru dan seragam yang baru dicuci, dan pengumuman OSIS yang menggema.Tapi di antara semua itu, El merasa sesuatu… kosong.Karena ti
Malam menurunkan tirainya perlahan.Lampu meja belajar di kamar El menyala redup, menyoroti buku-buku yang sudah lama tak disentuh. Suara jangkrir terdengar dari balik jendela yang setengah terbuka, membawa udara dingin yang mengigit kulit. Di layar ponselnya, obrolan grup mereka berempat masih terbuka, namun tak satu pun kata baru muncul. Sunyi—seolah masing-masing sedang memikirkan hal yang sama, tapi memilih diam.El menyandarkan punggungnya pada kursi, menatap langit-langit putih kamarnya yang mulai berbayang karena lampu. “Lo jatuh cinta, kan?” Kalimat Rafa terputar ulang di kepalanya, seperti kaset rusak yang tak mau berhenti.Ia menghela napas pelan. “Cinta?” gumamnya.Tangan kirinya tanpa sadar meraih ponsel, membuka galeri, dan menemukan satu foto: Tiara sedang tertawa—diambil tanpa sepengetahuannya saat mereka berempat nongkrong sore itu. Entah kenapa, setiap kali melihat foto itu, dadanya terasa hangat... tapi juga berat.“Apa mungkin Rafa bener?” bisiknya lirih.Ia memejam
Di sekolah, suasananya sedikit berbeda dari MPLS.Para siswa mulai memakai seragam lengkap, membawa buku pelajaran, dan duduk di kelas dengan wajah-wajah baru yang mulai saling mengenal lebih dekat.Tiara terlihat sudah duduk di bangku baris kedua dekat jendela — tempat yang sama seperti saat MPLS. Rambutnya dikuncir rapi, wajahnya tampak cerah.El masuk ke kelas, dan begitu matanya bertemu dengan Tiara, senyum kecil itu muncul lagi.Rafa, yang duduk di belakang, langsung nyeletuk.“Waduhhh, pagi-pagi udah senyum-senyuman. Gua aja belum sarapan, tapi udah kenyang liat beginian.”Faqih ngakak di sebelahnya. “Hahaha, ini mah bukan MPLS lagi, tapi MCSS — Masa Cinta Saat Sekolah.”Tiara hanya menunduk sambil tertawa kecil, sedangkan El pura-pura fokus membuka buku, padahal mukanya udah merah setengah mati.Jam pelajaran berjalan cepat, tapi suasana di kelas itu nggak pernah sepi.Faqih beberapa kali kena tegur karena ngelawak waktu guru lagi jelasin pelajaran.Rafa juga sempat ketiduran l






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.